Em
ngsung ke dalam penth
aknya, dul
karpet tebal yang kupilih tahun lalu. Aroma vanila dan
n hidung, melangkah melewatiku seolah menghindari bau busuk. "Ki
ggarkan dasinya. Dia bahk
atanya dengan suara datar. "Pindahkan
mbeku.
f di matanya, hanya pragmatisme dingin seorang Capo yang mengeluarkan per
" kataku, sua
u yang membayar cicilannya. Aku yang membayar li
r, menuangkan minuman untuk dirinya
s karena penghinaan. Karyn sudah berjala
ng berdiri di samping tempat tidur, mengusapkan tanganny
alis terangkat. "Oh, kau masih di sini?
melemparkan pakaian ke dalamnya. Bukan untu
ebih baik tidur di bangku taman darip
di tangan. Dia memperhatikanku ber
h? Baiklah. Aku akan menyuruh sopir mengantarkan kotak-kotakmu besok. Baw
simpanan itu. Dia tidak bisa membayangkan sebu
en itu," kataku, menutup ritslet
wa. "Ke rumah ayahmu? Dia akan menjualmu
b. Aku hanya berj
m lenganku. "Em
skan
ada rapat sarapan di sini besok pagi. Ak
aku membuatkanmu panekuk setelah kau me
tanya, wajahnya mengeras. "Dan berhenti menyebutn
mar mandi, sekarang mengenaka
hnya. *"Ho fame. Ordiniamo da quel posto francese?
yang. Apa pun yang kau mau.) jawab Chac
berbicara dalam bahasa yang cepat dan berirama dar
-pura aku tidak mengerti. Dia menggunakannya sebagai tembok untuk menguci
n dalam bahasa Inggris, melirik ke arah kompor tempat bahan-bahan
rak anggur dan m
as. Salah satu dari sedikit botol yang
ace tahu itu. Tiga tahun lalu kami menghabiskan semalam di UGD den
ata Karyn, menyera
ia membuka sumbatnya tanpa r
. Atau lebih buruk lagi, dia tidak peduli jika ak
kepada Karyn. Mereka m
koperku. Aku tidak butuh
an menuju
mparkan sesuatu ke atas meja marmer di dekat pintu ma
Amex h
imu sendiri," katanya. "Tenangkan dirimu. Ke
mbuka
n terkikik. Lalu aku mendengar suara gelas diletakka
eram Chace, suar
suara itu. Namun keheningan di lorong ter

GOOGLE PLAY