Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 4

Jumlah Kata:1013    |    Dirilis Pada: 21/09/2026

Au

t putih menyilaukan di kamar tidurku menatap lurus ke arahku. Tubuhku terasa nyeri dengan denyutan tum

iot? Omong kosong. Halusinasi akibat rasa sakit. Dia selalu mengabaikan apa pun yang tidak cocok dengan pandangannya yang sempit

bih, tidak kurang. Dan kau akan tetap begitu." Suaranya datar, tanpa kebingungan seperti sebel

erajaan logistik keluargamu, yang telah kuinvestasikan dan kuperluas secara perlahan untukm

ku tidak akan memberinya kepuasan berupa jawaban.

a: mobil yang diatur ayahku akan segera tiba d

ari yang berlalu telah mengikis jiwaku, mengikis wanita penuh semangat yang dulu pernah ada. Rasa sakit adalah teman setia, rasa ngil

telah lenyap. Digantik

nar-benar, tak dapat

ayar, senyum lembut tersungging di bibirnya. It

terdengar dari telepon. "Bayinya! Ada yang tidak beres! Dia

arah yang mengerikan, tertuju padaku. "Dasar iblis!" raungnya. Dia menyentakku dari

obilnya. Dia mengemudi seperti orang kesetanan, ban-ban berdecit, meninggalkan bekas karet di a

keluar, wajahnya yang dirias sempurna berlumuran air mata pals

u. Kuku-kukunya mencakar pipiku, meninggalkan bekas mer

berusaha mendorongnya menjauh. "Periksa k

wajahnya pucat dan gemetar. Dia berlutut di depan Jake, terisak. "Pak Foster

sa membeku.

karyawan itu, suaranya tercekat. "Dia menawariku sejumlah besar uang untuk... untuk menyakiti

yang diatur dengan cermat. "Itu bohong!" teriakku,

itu, telah berkumpul. "Monster!" teriak seseorang. "Tega-teganya dia?!" Yang lain b

tku dibanjiri kebencian. Seruan boikot bermunculan. Mitra bisnisku, orang yang baru saja mengonfirmasi transfer itu, menelep

. Bibir bayi itu bengkak, luka kecil terlihat jelas. Dia menatapku, matanya membara dengan kobaran api kebencian. "Kau

is Jada, bergelayut di lengannya.

h lepas dari mataku. Suaranya merendah menjadi keten

an selimut yang menyesakkan, menyergapku. "Jangan," reng

memaksa daguku mendongak. Jahitan pertama. Jarum itu menusuk bibirku, rasa sakit yang tajam dan menyiksa. Aku menjerit, tetapi tidak ada suara yang keluar. Hanya suara parau dan terkoyak. Jahitan lainnya. Dan satu

ih bersihku, kontras yang

a dingin. "Dia tidak boleh melihat apa pun. Tidak boleh mendengar apa pun. Tidak bole

kap di dalam bibirku yang terjahit. Penjaga itu

hwa dia tidak akan pernah berbicara, tidak pernah melihat, tidak pernah mendengar lagi jika dia berani

eris. Aku memikirkan pilihan-pilihan masa laluku. Cintaku yang buta. Harapanku yang bodoh. Keseti

inya dengan segenap yang kumiliki. Dan dia

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY