ena Vi
lang tahunku yang
yuman yang tidak benar-benar sampai ke matanya. Dia bersikap seolah seminggu terakhir tida
g tahun, cint
atur pertunjukan kembang api pribadi di at
meledak di langit-merah, emas, ungu-memantul di air gelap di bawahnya.
selnya b
nya, dan waja
nya. Namun suasananya sudah hancur. Asap dari kembang api masih menggantung di ud
ngan pesonanya yang biasa. "Ayo pergi ke vila musim p
alan berkelok-kelok yang dikelilingi hutan lebat yan
-raba dan tidak sengaja menyalakan pengeras
up cepat. Aku mend
ante! Bayinya! Kur
rgelincir hingga berhenti mendadak di bahu ja
ikan di matanya. Kepanik
s pergi,"
ngin di perutku memberi tahu
ata-bata. "Dia tertembak. I
hunku. Di antah-berantah. Aku sudah mendengar su
lah,"
mampu mencerna kekejam
kota, itu akan memakan waktu terlalu lama. Vilanya hanya satu
ewatiku dan mendor
ilih krisis wanita itu, keboho
Aku tidak pu
a sudah tancap gas. Ban mobilnya menyemburk
u belakang merah mobilnya menghilang di tik
etar di dalam
san da
ayinya. Selamat ulan
ukan. Aku mendekap lenganku sendiri, berusaha me
ering lagi. I
n video. ID-
enjaw
interiornya dilapisi kulit gelap. Dia menatapku, dan
utnya. Suaranya ber
u. Suaraku tidak bergetar.nap
kanku. Dia ada k
belakangku. Dia melihat caraku mendekap diri sendiri, bagaimana gaun
menit lagi sa
i Italia," ka
lailah berjalan. Jangan matikan ponselnya. Kal
lai be
on adalah satu-satunya hal yang membuatk
semuanya akan baik-baik saja. Dia hanya tetap tersambung di telepon
ni," katan
embutakanku sejenak. Sebuah SUV h
tampak seperti peperangan y
tidak bertanya apakah aku baik-baik saja. Dia menyentuh pipiku dengan
besok,"
aku telah mengkristal menjadi sesu
u terlalu mudah. Ak
ah ekspresi yang mengeri
einginanm

GOOGLE PLAY