img CINTA SANG JANDA  /  Bab 1 Musibah | 1.01%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca
CINTA SANG JANDA

CINTA SANG JANDA

Penulis: Reski
img img img

Bab 1 Musibah

Jumlah Kata:1124    |    Dirilis Pada: 13/02/2022

satu eko

ayani. Namun, wanita berkaca mata itu masih sibuk melayani pelanggan

abar menunggu sampai pelanggan lain selesai dilayani. Cipratan air yang bercampur darah ikan sesekali mengenai gamisku. Su

n tetapi, panggilan dari ibu penjual ikan membuat kaki ini

i berapa

leh, Bu?" tan

ya. Se

ah lain, suasana pasar

kan memberikan kresek hitam kepadak

lagi. Agak heran karena kan

ya

cemas, karena kantong

yar," ucap ibu

apku tak enak hati. Aku bukan pengemis

ksaku, lalu melanjutkan mela

a kasi

a-sa

ar, mencari penjual tempe. Sesampainya di sana, aku membeli t

u pun segera buru-buru pulang. Anak semata

*

h Laila sudah pergi ke sekolah? Aku berharap anak semata wayangku baik-

sak ikan untuk putriku. Laila pasti sen

ibu tadi? Isi kantong yang ia berikan hanyalah tulang

sampah. Aku sambar jilbab di atas kasur, segera pergi

langsung berinteraksi deng

i seekor saja?" tanyaku

kok,

satu ekor sa

berenang ke sana ke mari. Setelah memasukkannya ke

ns, Mbak. Jadi,

ibu, bapak penjual ikan men

, putriku pasti akan segera melihat tudung saji. Sebel

*

riku-Laila tersenyum girang, d

ulillah

nggak

mu makan s

makan ikan juga. Semenjak ayah tinggalin

lagi. Luka ibu akan berdarah kembali jika kamu ba

in, y

kannya di dapur. Semua itu, agar Laila tidak tahu bahwa ibunya

eganya ibu penjual ikan itu menghina. Namun, semua itu membuatku semakin bersemangat untuk bekerja. Mengumpu

tumpukan kresek berisi kain tetangga, sud

*

Tumpukan kain yang sudah kering masih menanti untuk diselesaikan. Kupa

anya saja dia terlalu patuh pada ibunya. Mertua yang selalu kuhormati justru memprovokasi anaknya. Mas

pahit itu tak bisa aku lupakan. Tekatku sudah bu

mena

la membuatk

a?" tanyaku, sengaja mengalihkan pembicar

erjaan ibu be

h tanganku, menciumny

bu lanjut," ucapku tersenyum,

la, Bu. Tidak

ibu, Laila harus

lah,

ta wayang, yang dulu aku perjuangkan

an, dia tidak boleh

*

ju kepada semua pelanggan. Laila terpaksa aku

g padat penduduk. Kontrakan kecil, yang terjangkau harganya. Sebenarnya ibu pemilik kont

t mengetuk pintu tiga kali. Tak lupa salam kuucapkan. Tida

baj

asuk dul

k usa

n uangnya," ucap Bu R

baliannya buat j

a kasi

gkah menuju rumah pelanggan yang lain. Tidak t

*

redam mulai meronta meminta haknya. Itu semua sudah sering aku rasakan. Bergelut de

ut kalau saja Laila ban

kan membeli ikan untuk Laila lagi. Itu adalah lauk kesukaa

! T

telingaku. Padahal aku sudah menepi, tapi dia

! T

belakang. Tiba-tiba saja motor yang

uk

, tak bisa aku tahan lagi, sekujur tubuhku pun terasa ngilu. M

seorang memanggilku. Setelahnya aku t

mbung

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY