img CINTA SANG JANDA  /  Bab 4 Mantan Suami | 4.04%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 4 Mantan Suami

Jumlah Kata:1223    |    Dirilis Pada: 13/02/2022

*

angan pada bagian tubuh yang sakit, biizn

ulur pada lutut yang dibalut kain putih. Lisan mulai melafazkan ayat-ayat

saya mengganggu," ucap Rian yang

a duduk tak jauh dari tempat tidur, memperhatikan dengan seksama.

enti?" tanya Rian te

n Laila baik-baik saja kabarnya,

sudah ada di sana. Kata ibu kontrakan Laila menangis kemarin malam. Terp

tai. Aku berpikir apakah dia tidak kerja? Ha

ian. Dari kemarin saya hanya memik

k. Saya merasa balik ke bocah lagi kalau Mb

leh, saya ingin b

a saja, nanti saya jawab

ajahnya yang bersih tanpa jera

am itu," ucapku ta

aya tidak terlalu melihat dengan jelas. Soalnya kostum yang Mb

nyesal sudah m

ce motor di bengkel pinggir

ag

a nggak jelas. Harusnya a

Mbak. Kenal dengan Mbak, dan kenal dengan

yang dingin ditiup angin ac yang nonstop

lagi. Dulu, mantan suamiku juga bersikap

did. Aku pikir dia bisa menjagaku, namun ternyata tidak. Alasan itu juga

anggil Ri

jawabku

sesuatu b

halus. Jangan lagi termakan budi, seper

ntar," ucap Rian beranjak, mengambil

ingin dia berikan. Hakku? Ba

k. Laila nitip

gak tebal dari Rian. Gulungan i

sak di dada menyeruak begitu saja. Aku menetes

matan. Gambar yang ada di sana cukup membuatku tertegun. Ga

ri pata

m maknanya, seolah Laila s

a terlalu bagus untuk anak seumur itu.

ah, tak perlu dibaha

a itu membuat luka la

nya. Saya juga mau menemaninya. Saya juga bisa mengajarkan Laila, Mbak. Kebetulan

ya mau tidur dulu," ucapku te

seperti burung beo sa

*

ulang. Kaki yang sakit lumayan sudah bisa digerak

au pasti kenapa dia segampang itu bolos. Mung

Kubalas senyumnya itu. Sejauh ini aku merasa dia ada

bimbingku, agar tidak jatuh. Sebenar

nyelesaikan administra

kit ini. Dapat aku lihat Rian mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan, tidak tau be

embimbingku menuju lantai bawah.

tak usah sungkan. Biar saya yang menafkahi d

Aku hampir gagal paham dengan kat

anggung jawab say

parkiran. Sepertinya Rian menunggu

mi. Rian langsung membuka pintu mobil itu. Aku tak ingin menget

aku kesusahan naik. Mobil ini agak tingg

ndong napa," celetuk lak

aan sih," b

a, Rian membantu dengan membimbing tanganku. Kami

tak enak dan juga malu. Rian dan laki-laki yang s

a-lama. Nta

omong a

merid do

laki-laki saya nomor dua. Sebenarnya kami mema

Mas. Yang Ian ceri

gimana, Ian. Mana tau

Aku hanya diam mende

*

i depan gang. Rian tak segan untuk membimbing diriku. Beberapa pasang mata meli

k bisa jalan sendir

am, Mbak pasti nggak ena

genggaman tangannya. Dia berjalan pe

a sampai di depan gerbang kayu kontrakan, aku melihat pintu kontrakan terbuka. Begitu juga

elihat laki-laki itu muncul di ambang

bersamaku. Tak lama kemudian muncul ibu mertuaku b

malu!" ucap ibu me

Perasaanku menjadi gundah dan resa

stikanku sampai di depan pintu. Rian juga tersenyum kepada mantan suami

k!" perinta

mbung

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY