img Dinikahi Mas Pandu  /  Bab 3 Slip gaji | 3.66%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 Slip gaji

Jumlah Kata:1667    |    Dirilis Pada: 14/02/2022

ati padahal Zita baru saja merapikannya. Pelototan mata istrinya tak membuat Pandu takut, ia just

ter-muter kota

kan udah lengkap," dengan kesa

da yang enak, aku belum per

ikan, sekarang ia di daerah orang, di Dumai, Riau, yang katanya, makan

." Akhirnya wanita itu

as

Y

tanya Zita sembari mengambil kaos dan celana kulot panjan

ya karena sakit di kelaminnya. Beruntung

amu cerita?" Zita lupa. Maklum, kadang kapasitas otaknya

jawab pandu sembari menatap istrinya yang urung

Mas Pandu keluar kamar, aku nggak ma

" Pandu segera m

Mas ke

ing." Usaha lag

u!" tolak Zita sembari membuka laci lemari pakaian untuk mengambil jam

n mulutnya. Tak ada suara dari Zita, seperti mendapat kesempatan, Pandu melempar guling ke samping

juta perbulan?" Toleh Zita

apaan?" tunjuk Pandu denga

i di tengah laut, libur empat belas hari di darat, t

ainya Zita,nggak usah ngitung," tunjuk Pandu

Sebulan, tiga puluh lebih, Mas!" Zita memeki

u, ngawasin pemasangan pipa istilahnya jabatanku Floorman, ngawasin sama bantu

ita menoleh, menat

, Zit. Ya alam termasuk cuaca, atau ada masalah sama al

adak khawatir. Pan

a belas malam." Pandu mengecup pipi Zita lalu beranjak mengambil kunci mobil di atas nakas samping ranjang. Zita diam, kalau ada apa-apa sama Pandu, dia be

*

engan dengan motor. Pandu menuruti kemauan istrinya itu. Tapi,

rumah?" Wanita itu masih sibuk memakai helmnya yang tak berhasil mema

ku sambil ngajarin anak baru dateng

ak langsung k

cem. Hampir lupa, surat medical check

ting banget di bawa?" Zita bersiap naik ke at

kesehatanku nggak baik. Makanya kemarin

Sebenarnya yang lebih sewot siapa, di penanya apa yang jawab. Pandu sadar, Zita masih banyak hal yang belum d

epala saat Zita sudah naik ke boncengannya. "Peluk dong, masa sama suaminya duduk di motor

lanan dan juga tempat penting yang pasti ia harus sambangi sendiri selama suaminya bekerja. Kedua mata Pandu melirik ke sp

tak akan memaksa atau menggoda Zita untuk urusan ranjang lagi, ia tak mau istrinya kembali menangis karena menganggapnya ingk

ar posisinya dan memberikan p

dia malas mengantri lama, Zita ternyata sama, mereka sepakat pindah k

ran seafood. Jam dua siang mereka keluar rumah, panas matahari

ya?" Zita mulai bersua

mata pandu melihat satu mobil yang terparkir di sana. "Zita, ada bos ak

adi, dan ada meja kosong di dekat kasir. Setelah memesan menu di meja kasir dan menunju

Pandu. Pria lima p

?!" Pria itu beranjak.

bat tangan Pak Ahmad, lalu ke istri dan

h nikah bukan gosip?" Le

itu lagi. Pak Ahmad mengangguk, ia justru mengingatkan Pandu untuk lapor ke HRD di kantor, supaya te

kamu?" Dengan wajah bingung sembari be

arta, lagi cuti kali, jadinya bisa ke sini, yan

O. Keduanya duduk, Pandu menatap istri

ita menatap m

tar bola matanya malas. Ia masih mengedarkan pandangan ke seluruh area res

mu?" tanya Pandu duduk sembari menyangga siku di

kaan, lupa ingatan, kayak orang planga plongo. Bude sama Mas Bagus y

nggak?" Pandu masih bertanya. Zita menghela

olah yang khusus perempuan semua, Umma anter jemput aku setiap hari, ke mana-mana sama Umma, aku sama sekali nggak tau temen cowok, kecu

Pandu mula

u rusak, jadi ya, selama di sana, aku belajar apa pun sama Umma dan Baba.

ang, bahkan meraih jemari Zita. "A

au diajak nikah mendadak sama Om Brewok yang nggak aku kenal sama

it

ang dagu. Pandu mengeluarkan kartu deb

ng setiap bulan, kirimin ke Ibu, terserah kamu nominalnya berapa, sama ke Nadin

tur juga untuk kebutuhan rumah sama sehari-hari kamu, buat beli baju, atau skin care kamu, tas, sep

mu temuin duluan slip gaji itu. Emang nggak b

dupnya oleh orang lain selain bude dan tabungan peninggalan orang tuanya. Ia tersenyum

kekehan. Zita menoleh, melotot kedua matanya, Pandu senyum-senyum semba

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY