img Dinikahi Mas Pandu  /  Bab 4 Dua minggu lagi | 4.88%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 4 Dua minggu lagi

Jumlah Kata:1118    |    Dirilis Pada: 14/02/2022

n cerita itu series." Gumam Pandu yang sudah merebahkan diri sembari memeluk guling. Sedangkan Zita,

ntai. Pandu berdecak seraya memejamkan mata. Ta

justru melempar guling lalu merapatkan diri ke

emejamkan mata. Zita yang susah payah menghindar, kalah juga, karena tak lama justru

i h

an motor milik Pandu, ia membeli sarapan di dekat rum

membeli sarapan ketupat sayur padang

penjual yan

ebelah rumahnya - Maya - dia

aya, beli

berangkat juga hari ini kan? Baren

ak tanya-tanya, K

h ikut arisan grup kita belum? Kalau belum daftar ya

deh, Kak, nanti daftarn

Kamu nanti kalau butuh apa-apa, ke rumah aja ya, ditingg

erikan uang lalu pamit duluan ke Maya yang masih mengantri. Ja

Pandu tidur sama aja kayak bangunin orang pingsan. Zita menyiapkan sarapan untuk keduanya, tak lama, Pandu keluar dari kam

arapan udah siap." Celetuknya sembar

dalam dadanya. Berbeda dengan Pandu yang sudah bercukur sehingga wa

nya, lalu duduk di kursi, menyesap teh hangat lalu makan. Zita d

e celana pendek doang juga, hih." Zita kesal, ia berjalan ke kamar. Menghentakan kaki ke l

akaikan kaos ke suaminya yang masih diam

mi Kak Maya? Nanti tuh ke ka

Zita ngalah, ia menikmati sarapannya, hingga

al. Pandu masuk ke kamar sembari berbicara dengan seseorany di telpon. "

Keluarin seragam warna orange. Perintah Pandu begitu pelan. Zita m

panik, ia dengan santai melepaskan kaos dan celana pendek, membuat Zi

ra dengan rekannya di ponsel. Pandu mendekat, Zita mengerjap pelan. Suaminya

elempar ponsel ke ranjang, lalu memeluk Zita erat. Wanita

ona C, doain semu

e

k berkata apa pun. Pandu melepaskan pelukannya. Ia kini duduk di tepi r

selesai aku urus. Ada kesalahan pemasangan beberapa pipa, anak baru di minta koo

kalau naik motor jangan ngebut-ngebut, nanti aku ajarin setir mobil juga. Sori, kam

membalas dengan seny

atu dari kamu, Zi

pa

ta diam sejenak, men

g hati-hati juga, jangan bercanda terus, jangan galak-galak sama anak buah.

ya itu yang begitu erat memeluk pinggangnya dengan mata terpejam. "Tapi, r

ak

aduh tapi tidak melepaskan pelukannya. "Le

mendongak. Zita hanya berdecak sembari manyun-manyun. Pelukan terlepas, Zita melesat berjalan ke

anggilnya. Ia buru-buru menyelesaikan member

-teriak, kayak di

emputanku udah dateng, aku berangkat, ya." Ia berdiri, Zita mengangguk.

eluk Zita sembari menghirup aroma wangi istrinya itu. Diciumnya ken

lagi, ya. Hati-hati di

a dengan adanya Pandu. Setelah menikah, Pandu meninggalkannya sepuluh hari, dan di rumah lima hari. Tapi sekarang, s

Pandu tersenyum, Zita menjulurkan lidah mel

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY