img Dinikahi Mas Pandu  /  Bab 5 Mati gaya | 6.10%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 5 Mati gaya

Jumlah Kata:1276    |    Dirilis Pada: 14/02/2022

pa lagi. Setiap malam, Pandu rutin video call ke istrinya itu, jangan bayangkan hal romantis,

aya - tetangga sebelah - yang katanya, masker gold itu bagu

ia taruh di meja yang ada di kamar

Goda Pandu sembari cekikikan. Ia hanya memakai kaos

ihkin wijih." Susah ngomong Zita kar

silau karena wajah istrinya bersinar terang ngalahin lampu sorot kapal." Kembali Pandu cekikikan, me

, siapa tau ada laki-laki lain yang ngelirik, kan?" Ledek

ok itu aku seret ke sini, aku l

ungkapkan apa yang aku pikirin

uk aku? Hm?" Pandu melembut nada bicaran

ini-ginian, baru di sini aja, ngobrol sama Kak Maya dan gabung ke grup Ibu-ibu komplek

i istrinya itu. Ia merasakan menahan rindu terhadap seseorang yang menunggunya pulang ke rumah, merasakan ge

na cara Zita bercerita, dan cara Zita menatapnya. Wa

?" Pertanyaan Zita me

ja. Suami kamu kaya

erja di mini market, deh, boleh ya?"

ni duduk di atas ranjang, bersandar sembari memangku laptop b

internet, makanan banyak, tetangga baik,

ngin lakuin yang lebih lagi." Kedua mata Zita menatap

ul itu pun ditolak Pandu. Ia tak mau istrinya bekerja, intinya itu. Dengku

kunciin, Zit?"

ya ketus denga

mata Zita menatap ke layar laptop,

rnya bisa aja kalau kamu mau aktif bareng Ibu-ibu lainnya, mereka suka bikin kegiatan sosial, kok, coba tanya

coba main ke rumah Mbak Dety pas lewat beli sayur. Udah jam satu malam

lang, aku nggak di rumah terus juga, diminta da

gya?" tanya Zita dengan kedua

buk banget, aku juga belum ke Pak RT kan, buat minta surat nu

juga tidur, ya." Zita merebahk

ek Zita dengan kelopa

Zita terlelap. Pandu mengusap layar laptop miliknya. Ia tersenyum. "Sleep tight, Zita cantik, sayangku." Lirih Pandu diakhiri senyuman. Ia j

*

as ke pasar, selain jauh harus keluar komplek, ia kikuk kalau sendirian, apalagi harga belanjaan di kota itu

rtemu di jalan. Zita mengerem mendadak, meminggir

tan kita bungkus-bungkusin untuk bingkisan anak-anak yatim piatu, bulan ini ada s

Mbak,

nggak? Bagian pendataan anggota sama bikin notulen hasil kita kumpul-kumpul, kamu kan yang termuda nih, boleh

pot juga mau, BT juga di rumah terus." Sahut Zi

sekolah anak-anak, nggak pa-pa ya kita demprok di

aja. Mbak Dety asli mana?" tanya Zita yang j

nya sarapan sambil mengobrol, komplek karyawan itu memang cukup besar, dan sepi, jadi duduk santai di pinggir jalan

acungi jempol. Semua orang juga kenal Pandu itu karyawan yang ulet, tekun, agak galak kalau kata

nal itu, Mbak?" Z

erlalu ramai. Kita nggak tau Pandu pernah pacaran, kerjaannya ya kerja beneran, jarang pulang ke Solo juga.

caran, Mbak?" Zita memasti

asan sama suami kamu aja. Eh iya, kamu masak nggak, kala

nggak repotin," jawab

mu mau belanja sayur? Nggak usah l

masing menuju ke kendaraan mereka untuk pul

ayaknya. Ucapnya dalam hati sembari mengulum senyum, akhirnya ia

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY