img Reinkarnasi Dewa Bela Diri  /  Bab 1 Mendapatkan Kembali Akal Sehat (Bagian Satu) | 0.41%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca
Reinkarnasi Dewa Bela Diri

Reinkarnasi Dewa Bela Diri

Penulis: Karma Halim
img img img

Bab 1 Mendapatkan Kembali Akal Sehat (Bagian Satu)

Jumlah Kata:1125    |    Dirilis Pada: 03/03/2022

iolet, Gunung Mataha

h Kekaisaran Anggrek Violet. Markas Sekte Matahari terletak di Gunung Mataha

mah bertingkat. Rumah-rumah itu berjejer memenuhi seluruh daratan itu. Daerah

egar dan bersih, layaknya bunga mawar yang mekar setelah disiram hujan semalaman. Sinar matahari yang lembut berkilau

yang baru terbit serta udara pagi yang terasa sejuk dan segar. Agak jauh dari daerah perumahan murid-

u tujuh belas tahun. Sambil memegang roti kukus yang kini sudah mengeras dan dingin di masing-masing tangannya, dia b

pit. Ruangan itu hampir kosong karena pemuda

ang sudah berubah warna, sebuah kursi kayu yang goyah dan reta

i di tangannya di atas meja dan kemu

tempat tidur itu. Wajahnya pucat, napasnya berat da

a. Pemuda itu juga berusia sekitar enam belas atau tujuh belas tahun, tetapi ada sesuatu dalam d

n. Dia adalah seorang murid ting

n?

dur itu. Namun, pemuda itu tidak memberikan respons apa pun. Matan

rang yang akan selalu mengikuti perasaannya dan tidak akan pern

dan khawatir. Dengan cemas, Evan berjalan mondar-mandir di ruangan yang sempit itu. Beberapa s

u muda ketika kamu masih memiliki begitu banyak hal untuk dilihat dan ketika kamu belum meraih impianmu? Apakah kamu tidak mengkhawatirkanku? Jika kamu mati, aku akan s

melindungiku selama ini. Ketika kamu berada di sisiku, tidak ada orang yang berani menindas atau mempermalukanku. Kamu adalah satu-satunya orang yang selalu menentang dan m

bergunanya aku sebagai temanmu! Aku pasti telah sangat mengecewakanmu. Aku benar-b

ak tangis Evan perlahan-lahan berubah menjadi raung

g kecil dan sempit itu sampai-sampai atap pondok yang te

jika kamu mati. Ini semua karena para bajingan itu. Tun

n berbalik dan bergegas kel

Evan akan langsung melakukan apa pun yang terlint

linganya tiba-tiba menangkap suara seorang pr

telingaku! Seperti

ia yang berbaring di tempat tidur mengernyit

ghentikan langkah

mencengkeram sesuatu. Evan segera kembali ke sisi tempat tidur dan menggenggam tanganny

sejak seseorang memang

unya. 'Ya, itu mereka. Hanya teman-teman yang bermain basket dengan

h perhatiannya ke masa kini. Dia merasakan rasa sakit yang tajam dan menusuk d

dan menyinari wajahnya. Austin menyipitkan matanya dan mencoba mengingat-ingat di man

i? Apakah aku sedang bermimpi? Tempat apa ini?' Austin berpikir dengan sungguh-sungguh, berusaha mencari jawaban ata

perusahaan, yang terletak di pesisir Kota Sub

sihnya. Keduanya ingin mengejar karir mereka dan memulai hidup

di Wakil Direktur Departemen Penjualan. Promosi tersebut merupakan sebuah peristiwa yang menggembirakan karena hal i

an. Secara mendadak, sebuah insiden yang mengerikan me

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY