img Be My Husband  /  Bab 5 Merpati Berubah Menjadi Gagak | 8.93%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 5 Merpati Berubah Menjadi Gagak

Jumlah Kata:1512    |    Dirilis Pada: 17/02/2022

komentar Kanaya sedang duduk melan

il secangkir teh yang ada dalam poci yang sudah mulai dingin. Memang ben

g terdapat di belakang Kanaya. Bahkan kakak

jika sudah tamat SMA nanti," ujarnya kemudian me

lam bentuk power point. Wajahnya yang serius dengan segelas minuman

yah keluar dari kamar dengan memakai

dah bangun?" tanya ayah s

s pelan. "Aya

main tenis

a dan berjalan mendekati ayah

engan heran. "Kau

k, cuma daripada Kiran bali

daripada kelayapan di lapangan tenis," sahu

rdengar. "Baiklah, Ayah akan men

ye

pakai dengan celana olahraga dan juga memakai jaket. Tidak ada yang tahu bahwa keinginan pe

ihal olahraga tenis yang ternyata menjadi hobi keduanya. Mulai setelah itu, aku mulai menyetel ala

tuhan terakhir yang kuberikan sebelum keluar kamar adalah menyemprotkan pewangi pakaian yang biasa digunakan untuk

au bisa sekalian olahraga kecil," ujar

aku tidak akan berkeringat dan hanya fokus be

Ayah mulai memarkir mobilnya dengan hati-hati. Sete

iasa didatangi ayahku bukan sekadar untuk bermain tenis saj

Tana

berbalik dan menemukan lelaki itu dengan

lelaki itu berdiri di hadap

main tenis?" tanyany

leng pelan. "Belum, sebena

is sebelum dipakai orang lain. Aku pun hanya menghela napas, berpikir bahwa kesempatan

ir

dari bagian belakang. Perlahan aku berbalik badan d

kukan di sini?" tanyany

siku waktu itu ke masa sekarang.

kita masih bersama, kau tidak perna

ahas tentang masa lalu kami. "Kalau begitu kau b

emburu den

sangat salah besar itu. "Apa? Cemburu?" Kakiku bahkan sedi

hirinya cukup baik bukan? Kurasa

rena jika memang baik, kenapa harus berakhir? Tetapi meskipun dapat kukatakan Fahmi bermain di bel

kemudian menarik napas. "Baiklah

anku sudah terangkat, pandanganku malah bertemu dengan Evan. Lelak

ng dengan

mbali menghadap ke lelaki tersebut. "Ya,

n kulihat dia sudah cukup tua," balas

tu

aja melirik ke arahku, maka sudah kujitak d

anjutkan olahragamu. Aku mau ke sana," ujarku

i menghentikan lan

Y

untuk segala

anya menganggukkan kepala dengan pelan. Kulihat F

angku panjang yang terdapat di pinggir lapangan. Jika tadi Evan dan ayah hanya ber

egitu lincah ketika memukul balik bola tenis dengan raketnya. Meskipun

al minuman. Membeli dua botol air mineral dingin dan ketika telah

" ujarku memberi a

Wah benar-benar, putr

mulut lelaki itu mulai menegak air dengan posisi kepala sedikit ditegakkan ke atas, aku seolah tersihir oleh bagaimana air itu bergerak turun

Kiran s

ak

apa

ada yang

tungnya be

enghilangkan pikiran anehku kepada Evan mulai mencari s

berusaha membawa pria itu ke rumah sakit terdekat. Kurasa berisiko menunggu ambulanc

resusitasi jantung paru atau biasa juga disebut CPR. Namun

g," ajak Evan m

laki itu menuju parkiran. Sebelum meninggalkan tempat itu, bisa kulihat orang-orang mulai mengangk

ur

ur

menoleh perlahan ke samping dan bisa melihat Evan ki

butuh mengisi perutmu," ujarnya kini b

enapa perutku harus meminta makan sekara

Namun kulihat mobil berhenti di sebuah resto & kafe, tunggu ... berarti ini makan pe

ula jam masih menunjukkan pukul sepuluh lewat. Duduk saling berhadapan, membua

r menghabiskannya, ponselnya berbunyi. Sebelum mengangkat telepo

Haik

i depanku, juga melirik diam-diam melihat Evan

onsep gambar pada konstruksi proyek pembangunan kondominium?" Raut wajah santai yang selalu kulihat

it ditangannya yang sepertinya masih mendengar

ujar Evan berhenti sejenak. Mata lelaki itu menatapku dengan kalim

u

. "Aku ini orangnya perfeksionis Kiran," ujarnya seolah menje

ri yang selama ini kukenal ramah menjadi le

lu kukenal leb

*

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY