img BELENGGU CINTA MANTAN  /  Bab 5 Datang dan Pergi | 6.94%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 5 Datang dan Pergi

Jumlah Kata:1325    |    Dirilis Pada: 18/02/2022

bayi mungil itu ke tangan Hendra. Laki-laki yang kembali menjadi seorang ayah itu m

nahan rasa sakit hampir tujuh jam lamanya. Rasa sakit itu langsung hilang begitu mel

us, ya ...." Hendra dengan penuh suka cita langsung mengaja

ya? Biar jadi anak sholeh dan sayang sama ibumu." Hendra menci

epada Andini. "Coba kasih susu dulu, Dek. Kayaknya Arjun

area jalan lahirnya, dengan wajah bahagia m

sayang sama aku aja, sama ayahnya juga harus sayang dong,

da di dunia ini, hanya kamu orang tuanya yang tersisa, makanya dia harus

da atau tua aja." Andini menatap lembut wajah suaminya yang sejak mereka tiba di Puskesmas itu terus saja khawatir

i bicaranya." Hendra tersenyum senang me

etularan tua, biar

*

rumah bersama dengan bayi mungilnya. Hendra mendapat izin selama

. Hendra dan Andini saling melempar senyum melihat kebahagiaan orang tua mereka satu-satunya itu. Hendra juga sangat menyayangi ibu mertuanya karena kedua orang tuany

Arjuna sama ibu dulu," suruh Sarinah kepada

rus." Andini memandang sayu wajah suaminya yang juga terlihat

di kalau dia tidur kita ikut

*

cunya, Sarinah tiba-tiba jatuh sakit. Sebelumnya, memang sudah ter

ar aku sewa angkotnya Mas Bahrul yang dekat pasar," u

num obat darah tinggi, makanya suka kambuh," tolak Sarinah sambil berusaha duduk dar

i warung Bu Joko." Hendra kembali membantu sang mertua untuk tidur kembali

arinah begitu sang menantu

endra kembali mendeka

dan cucu ibu ya, Nak. Kami tidak punya saudara yang lain." Sarinah ber

engan hati yang tiba-tiba menjadi sedih. Ia jadi teringat akan orang tuanya yang meninggal dunia

ibu, Nak Hendra, agar ibu

kemampuanku karena memang aku sangat mencintai anak dan ist

*

pat pukul setengah enam pagi di hari Senin. Wanita itu masih

dua hari ini, ia tidur di kamar ibunya, menunggui ibu tercintanya itu. Ia hanya pergi sebentar melihat Arjuna ke kamarn

ucap Hendra yang menyusul ke kamar mert

nya ibu lagi ...." Andini menangis di

kepala istrinya dengan sudut mata yang basah. Ia juga merasa sangat kehilangan

*

an di pemakaman umum di desa mereka. Hendra sembari menggendong putra kecilnya t

asih betah duduk di samping kayu nisan ibunya. Hanya tinggal mereka yang berada di area pema

rumah yang berjarak sekitar setengah kilometer. Arjuna terlihat sudah tertidur dengan kep

Ia ingin menghabiskan waktu di kamar sang ibu. Menghidu aroma ibun

tu kamar bekas mertuanya. Ia menarik napas panjang, lalu berj

ing sakit selama seminggu ini. Kemudian, ia merebahkan tubuh lelahnya di ranjang kecil itu, memejamkan mata

kamu belum makan apa-apa." Suara Hendra m

but serta merapikan rambutnya yang berantakan. Hendra lalu mencium kening sang istri. Tangannya menyelip di belaka

bersedih. Ibu juga tidak akan tenang di sana jika melihatmu seperti ini,"

dekapan suaminya. Hendra menghela napas panjang. Tangannya kemud

pelukannya begitu tangis Andini sudah reda. Ia menatap lekat waj

yum geli mendengar ucapan suaminya yang terkadang masih saja terdengar

a tubuhnya melayang, Hendra benar-benar membuktika

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY