img BELENGGU CINTA MANTAN  /  Bab 7 Tamu di Siang Hari | 9.72%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 7 Tamu di Siang Hari

Jumlah Kata:1256    |    Dirilis Pada: 18/02/2022

erdekatan dengan pintu ruang tamu kecil itu sangat memungkinkan ia mendengar suara ketukan yang cukup keras itu. Buru-buru And

? Gak saba

membuka kunci pintu rumahnya. Andini hampir saja terjatuh sak

hun berusaha untuk ia lupakan. Tanpa disadari, bibir ranumnya sedikit terbuka, saking

bariton Ardi menyadarkan

ki itu pun masih gondrong, tapi dengan potongan yang lebih rapi. Masih memakai baju kebesaranya, kaos putih dan celana jeans model sobek-sobek serta jaket

kembali bicara begitu wanita di

ungnya kembali berdegup kencang seperti dulu. Ter

u," jawab Ardi denga

g pergi dari sini!" Andini berkata ketus, lalu bersiap menutup pintu rumahnya kembali. Nam

pintu, kemudian dengan santai melangkah masuk. Andini yang terdorong ke b

menyenangkan istri muda secantik kamu, ya?" Ardi mengedarkan pandangannya ke s

lum aku berteriak, ya!" Andini mengancam deng

i sana!" Ardi menunjuk lewat jendela ya

adanya berdebar keras. Ia takut Ardi akan berbuat seperti dulu lagi. Air mata pun tanpa disadarinya mengalir di p

" Ardi melangkah mendekati Andini yang masih berdiri di dekat pintu. Pria itu kemudian berhenti melangkah tepat di hadap

k ada kata yang terucap dari bibir merah seperti bunga mawar itu, han

lagi." Ardi menepuk bahu wanita yang sudah dit

*

u rumahnya masih tergugu menahan tangis. Hatinya berkecamuk, menahan cinta yan

bukan lagi Andini yang dulu. Kini ia adalah seorang istri dan seorang ibu, tapi kenapa perasaan itu masih saja sama. Cinta yang mendalam untuk pria yang jelas

*

gung istrinya yang sejak ia datang sore tadi tamp

u butuh kehangatan darinya. Biasanya, Andini selalu merespon sentuhan dari suaminya itu. Namun, sejak bertemu kembali dengan Ardi dua har

menjaganya." Hendra mencium rambut istrinya penuh kasih sayang. Andini meme

mendekap mulutnya, ia takut suaminya akan mendengar isak tangisnya. Untung saja kemudian, Hendra bangkit

pun kali ini dengan perasaan yang berbeda, Andini tetap melayani keinginan suaminya. Ia memaklumi karena pas

a setelah menuntaskan olah raga

jawab Andini yang sebenarnya masih sangat mengantuk. Rasanya

Hendra mencium kening istrinya

gitu Arjuna bangun dari tidurnya. Berlarian dan bermain bola di halaman rumah adalah yang paling disukai oleh si kecil karena ibunya tidak mau bermain seperti itu

akannya. Akan tetapi, mau bagaimana lagi, ia harus tetap bekerja di perusahaan yang sudah lebih dari sepuluh tahun bekerja di sana. Di usianya yang sekarang ini, sangat

akin aktif. Bocah berusia dua tahun itu, harus selalu diawasi Andini karena tangan kecil itu sering memegang apa

ukan di pintu rumahnya kembali terdengar. Hatinya lan

nolak. Rasa rindu untuk mantan kekasihnya itu masih sangat kuat, mengalahkan logikany

ndini semakin gugup dan yakin bahwa yang datang adalah Ardi. Hany

Wanita itu sampai melongo heran mendengarnya. Seolah-olah rumahnya itu bebas untuk keluar masuk ba

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY