img Look At Me  /  Bab 5 Sifat asli Jordan | 41.67%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 5 Sifat asli Jordan

Jumlah Kata:2035    |    Dirilis Pada: 02/03/2022

tu memasuki mobil. Jordan mencium b

o beautif

apnya ke atas. Malam ini Jordan terlihat seperti berandal t

tu sedang membenarkan tatanan rambut yang sedikit berantakan karena ulah Jord

ibirnya. Membiarkan Jordan memainkan helaian rambutnya gemas lantas menyurukan hidungnya ke leh

gerang dengan mata menyipit sensual, "aku

ri mobil ini jika

a kali lipat. Bagaimana ini, Leya?" Desah Jordan di telinga Leya

sinya sampai Leya kewalahan. Mencuri kesempatan menyalurkan hasrat yang sudah terpen

ngan seringai tipis. Leya sibuk merapikan pakaian yang kusut. "Ba

kukan yang panas-panas. Leya mengigit bi

ernah Maya tahu, meniduri banyak wanita. Dan ya, dua minggu kemarin tidak pernah ada yang namanya lib

amamu, Jordan. Tidakkah kau ingin ronde berikutnya? Kita lakukan di atas meja makan seperti kesukaanmu." Bibir Ley

enar-benar

alu menyampirkan nya di pundak. "Tidurlah. Kurasa energim

i. Sial, kepemilikan Jordan kembali menegang mengingat betapa panas kegiatan mere

besok. Kita berangka

n Maya? Bukankah dia

sal di perlakukan kasar ol

nya melengkungkan bibirnya tipis. Setelah mengencangkan ikat tali

rgi, sa

i apartemen Jerry. Terduduk santai di sofa d

paling pantas untuk

annya lalu menaruh gelas kosong

dan Raka. Kalau ingin lepas dari Maya tidak perlu menuduhnya s

menunjukkan amarah begitu besar ber

aan yang membawa hidupnya menuju jurang kehancuran. Cukup tahu saja, kegilaan Jordan berawal dari keretaka

, ikut membawa kepal

karang sudah mulai meng

nya menarik tipis bibirnya. "Jangan mengada-ada Jordan. In

i mereka makan sian

entertainer. Dekat dengan banyak pria itu wajar menurutku." Kata Jerry menc

menajam, secepat kilat mencekik leher Jerry.

ngan tubuh Jordan. Kilat matanya memancarkan kemarahan

k kapan kau menjalin

n. Lelaki itu seperti kesetanan tidak m

ci pengkhianatan, Jerry.

nendang perutnya. Jordan terpental jatuh ke lantai. Jerry berusaha menjauh meski t

au menu

an mata kepalaku sendiri." Desis Jord

k ada adegan ciuman seperti yang lelaki itu tuduhkan. Mariska-ibu Jordan meminta bertemu di kafe demi menanyakan keadaan Jordan karena lelaki sialan itu memblokir semua akses.

na Jordan kembali berusaha menggapainya. "Tante

n berc

udah menyatu ke dinding. Sudah ti

Ia langsung berlari menghampiri Rafa di d

elum mengerti keadaan, "apa Jordan

saran tinjunya. Tapi Rafa tidak penakut seperti Jerry, ia m

nya koleksi terbaru." Rafa memainkan alisny

e f

. Rafa sudah ketularan Jerry dan se

pamit. Membuat Rafa bertanya melalui keryitan di dahin

a tidak berada di tempatnya lagi. Jerry takut Jordan akan mel

*

mata. Tidak ada cahaya yang menerangi ruangan memb

A

ncari stopkontak. Tenggorokan maya kering, butuh segelas air agar bisa seked

an air mata. Permukaan kakinya terasa tebal yang Maya t

at kacau dengan rambut berantakan dan keringat membasahi sekitar leher. Berjalan menghampiri Maya dengan t

dak bisa di gerakan. Kejadian kemarin t

guran." Jawab Jordan santai sambil melepaskan pakaian ditu

p untuk mandi. Tapi sebelum itu Jordan tertarik untuk melihat Maya menangis lebih keras. "de

dak

i tak berguna itu? Dia hanya akan menambah beban dengan tangisan menyebalk

engalir semakin deras. Kepala maya masih berputar-putar belum sadar sepenuhny

dak ada lagi." Jordan berjalan santai ke kamar mandi, lalu kembali setelah beberapa detik, "satu lagi." Jordan menahan te

na sesak semakin membelenggu. Saat Jordan kembali, lelaki itu hanya mendengus r

kalau kau masih ingin

gan aliran darah. Maya memang tidak bisa menerima kehadiran janin itu di perut tapi kehilanga

uara beratnya. "tidur sekaran

karena takut pada Jordan tapi jika benar lelaki itu

lam. Sunyi sepi kembali menyapa diri. Dengkuran halus Jordan mengalun di telinga. Lelaki itu berg

r, Ma

buat Maya merasa mengantuk. Ia tertidur dalam pelukan Jordan h

rda

ri lelaki itu tampak lebih baik ka

mata Maya. Sebenarnya Maya cukup setuju dengan perkataan Jordan malam waktu mereka di mobil dan tadi malam. Hadirnya bay

han sangat menyayangi mereka dengan tid

au

ntas pergi ke dapur dan kemb

nk y

ra mereka. Jordan kembali duduk d

masih tidak berani berb

erniat memut

a memejamkan matanya ketika ingatan dia menampar keras pipi Jordan di mobil kem

ak mengerti, lalu tertawa kecil

kang saat Jordan mengacak gemas rambutnya, "lebih baik

ini? Aku bahkan belum bisa berdiri." Keluhnya ya

melihat ke jam digital di atas nakas, "waktunya

mandi. Namun terkejut saat lelaki itu kembali dengan s

ntuk mengusap tubuhmu sampai ber

ta itu mengerjap dengan gelengan kecil, otom

tidak

gat lengket dan ia yakin aroma tubu

a. "Baiklah. Kalau begitu, jangan harap kau bisa

ggigit bibirnya dengan cen

aya membaluri tubuhnya dengan body lotion. Lalu mengikat rambut Maya dan menyiapkan maka

ya. Tersenyum manis saat merengkuh tengkuk M

rangkat

aik saja setelah badai kecil kemarin. Maya te

pintu kamar, Jordan menghubungi Leya. Memberi

*

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY