img Jodohku Seorang Janda Kaya Raya  /  Bab 2 Lintar Menemui Eva di Rumah Devia | 5.88%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 2 Lintar Menemui Eva di Rumah Devia

Jumlah Kata:1072    |    Dirilis Pada: 01/04/2022

aya pegang ucapan kamu! Kalau kamu bohong, saya tidak akan segan-segan unt

segera mencari ana

agar menerima cinta anak saya. Karena saya tidak sudi punya menantu miskin seper

g, Rasti pun sudah mempermalukan Lintar di hadapan para tetangganya yang saat itu mengetahui kedatangan orang kaya ang

ndangan seperti itu, bahkan mereka pu

wa pihak kepolisian," gerutu sala

" sahut yang lainnya geram terha

tang kara, dicaci-maki oleh Rasti. Mereka sangat mengenal siapa itu L

, baru bangun tidur sudah dimaki-maki," desis

knya, bagi orang yang suka menghina. Maka, hidupnya akan cepat hancur," sahut seorang pria

epat padam, begitu pun dengan kesombongan. Sudah barang tentu, kesombongan B

sopan-sopan sama saya, eh malah buang muka. Jadi malu s

enyapa orang sombong seperti i

mencari Eva. Ia tetap berusaha untuk bertanggung jawab atas

ati si Eva," gerutu Lintar sambil menutup pintu dan langsung melangkah menghampiri

angsung melangkah menghampiri Lintar yang

baya itu. Lantas, ia menjawab, "Iy

anya pria paruh baya itu,

k Giman," jawab Lint

'kan bukan kesalahan kamu. Kenapa harus

h sahabat baik saya. Jadi, saya juga harus bertang

muda tampan itu. "Kamu sangat baik dan bersikap bijaksana. Ya, su

tu Lintar langsung pamit, dan langsung menjalankan

mengendarai motor matic warisan almarhum ayahnya. Li

mbil terus melajukan motornya menyusuri jalan utama desa yang tembus hingga ke seb

depan rumah Devia yang berdiri kokoh di antara deretan rumah-rumah megah yang ada di kompleks peru

t kedatangan Lintar. Ia langsung melangkah mengh

Lintar," ucap pri

ga," jawab Lintar tersenyum le

ukkan saja, Nak Lintar?!" tanya Edi m

lama kok," jawab Lintar lirih. "Ngomong-ngomon

a sedang ngobrol dengan Non Ev

hwa Eva ada di rumah tersebut. "Jadi, Eva se

a sudah dua malam

Lintar tampak senang mendengar

but. Memang benar apa yang dikatakan oleh Edi, Devia saat itu tengah berbincang santai dengan Eva

juga," desis Devia tersenyum lebar m

uju ke arah beranda rumah sahabatnya itu, k

lam," jawab D

era mempersilahkan Lintar untu

segera melangkah, kemudian duduk di

Iya, 'kan?" tanya Devia terseny

anggukkan kepala. Kemudian berpaling ke

mpedulikan adanya Lintar di sebelahnya. Terpancar jelas dari raut wajahnya, ada sebuah perasa

u. Lantas, ia pun berkata, "Eva, kamu tidak boleh bersikap seperti ini! Kasihan Lintar y

t, aku tidak mau karena persoalan kecil kita ja

ku." Eva menyahut tanpa menoleh sedikit pun ke arah Lintar, i

n sudah minta maa

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY