img HOLD ME  /  Bab 4 DIA BUKAN ADIKKU | 5.13%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 4 DIA BUKAN ADIKKU

Jumlah Kata:1017    |    Dirilis Pada: 11/04/2022

e banyak cerita tentang dirinya sewaktu di Bandung dulu. Begitu pun Pingkan, dia mencer

tak seburuk yang dia pikir. Menurut cerita Pingkan, Martin hanya depresi karena di

Bahkan ibunya Martin sempat mengandung seorang bayi perempuan. Namun bayi itu t

penderitaan Martin selama ini. Ya, dia merasa bersalah pada Martin. Namun ini semua bukan keinginannya

disitu?" suara Martin

ya Martin sudah pulang. Pemuda itu tampak

ngobrol sama Alice. Sini!" jawab P

kat lalu meraih lengan gadis itu kemudian menyere

sambil menyeret Alice menu

era menyusul mereka. Ada apa ini? Kenapa Martin terlihat sangat marah? Pingk

Alice setelah membuka pintu gu

sangat gelap. Dia menggelengkan kepa

!" Lagi-lagi Marti

natap sorot mata lelaki di depannya itu. Martin memejamkan matanya sejenak untuk

ik lengan Alice dan melempa

i menubruk sebuah tu

asang netranya yang sudah berkaca-kaca. Dia tak mau berada di ruanga

ang masih bersandar pada tumpukan karton berdebu di belakangnya

i ruangan. Alice

, Kak!" raung Alice sambil k

an area gudang. Namun Pingkan sudah berdiri di dep

Nggak waras kamu, Martin!" Pingkan berkata sambil mendongkak pada

pintu gudang dengan erat. Sialan! Alice sudah me

Ayo pergi," ucap Martin sambil merangkul bahu Pingkan. Namu

kan dia seperti ini? Dimana hati kamu?! Aku kecewa sa

ini? Pingkan tampak sangat marah padanya, d

g sama kamu, dia itu bukan A

ki itu. Dia sangat kesal sampai ingin

nita lain, begitu? Pake otak kamu. Alice itu Adik kamu, darah dag

UKAN A

ang berdiri di sampingnya. Dibantingnya guci be

ANG

emuanya. Dia merasa bersalah karena membuat Pingkan dan Martin bertengkar. Dan ucapa

Pingkan segera meraih tangan Martin dan merebut kunci yang di genggamnya. Pin

g

adanya. Dia tak sudi melihat Alice dekat dengan pacarnya. Bahkan dia sangat menyesal sudah membawa gadis itu bersamanya. Sungguh keb

*

enatapnya penuh rasa kasihan. Alice hanya menunduk dengan pipinya yang basah.

rti perasaan Alice. Tidak, ini bukan salah Alice. Pingkan segera berjongkok dan meraih bahu Ali

an jadi ribut," lirih Alice tanpa

sembari menepuk p

ut lagi, ya? Kakak akan selalu ada buat kamu," tukasnya usai melepas

k dan kembali m

. Ini terlalu berat untuknya. Kebencian M

aat ini, namun dia tak memiliki stok kesabaran yang m

bersama Martin, sebagaimana pesan terakhir ayahnya. D

lice akan tetap menemani Martin. Ya, dia yakin suatu h

kandu

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY