img HOLD ME  /  Bab 5 LONELY | 6.41%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 5 LONELY

Jumlah Kata:1168    |    Dirilis Pada: 11/04/2022

ah menunjuk angka tujuh. Astaga, Martin juga sudah pergi. Bagaimana ini? Dia hanya

oleh

ng ditunggunya belum juga kelihatan. Lama sekali! Dia keli

ice

an terlihat sebuah senyuman manis menghiasi

u? Alice hanya

h, ya? Gimana kalo aku ant

udah hampir terlambat dan bagaimana ka

e. Gadis itu hanya tersenyum tipis sambil mengangguk. Tidak perduli

um padanya dan mul

a itu sedang memperhatikannya. Jantungnya berdebar kencang. Dia memang sedang ketakutan, tapi

kenal sama aku?" tanya pemud itu sam

mengangguk

a kamu nggak takut?" lanjut lelaki itu

ce semakin ketakutan dan itu bisa di

ku Devan, temannya Martin. Aku

uh

emua teman kakaknya itu brengsek? Oh, shit! Sep

kolah. Tenang aja," tukas lelaki itu seol

sih,

sekolah. Akhirnya dia datang tepat waktu. Lelaki itu membuka kaca

adalah orang yang ditabraknya tempo ha

ucapan bijak lelaki itu

obil Jeep putih itu segera berlalu. Apa ini? Kenapa

amp

Chelsea cukup membuatnya kaget. A

ampun, pipi lo sampai merah begitu." Chelsea sed

inya dengan telapak tangannya, kemudian mereka se

*

nya Alice dan Chelsea yang masih sibuk merapikan buku-buku ke lemari di

, Ch

enoleh serempak ke arah lelaki yang sedang tersenyum manis s

u. Chelsea tahu karena kedatangan Galang sengaja ingin menemui Alic

? Gimana kalo aku antar?" Galang b

akak aku," jawaban Alice m

i pula Martin belum tentu tidak marah ka

sis Alice tak akan mau pulang dengan sembar

makan siang sekalian jalan sore." Galang masih be

sebelum dia meninggalkan ruang kelasnya. Chelsea segera menyusu

*

a lantas segera memberikan beberapa lembar uang receh pada si sopir, kemudia

menerpa kulit putihnya. Dia segera mempercepat lang

gat kehausan. Alice segera memasuki rumah tanpa mel

nya dari dalam lemari es. Air dingin mulai menjalar te

kamu aus

mh

terbatuk-batuk melihat Devan yang sedang berdiri d

enenangkan dirinya sampai tiba-tiba ibu jari l

nya," ucapnya sambil m

tap wajah Devan. Namun dia segera tersadar da

tu mulai kurang ajar padanya nanti. Jantungnya berdegup sangat cep

Gadis itu terlihat sangat menggemaskan di matanya. Gadis belia dengan postur tubuh l

r

sandar di sana. Sial! Kenapa pipinya sangat

ak bisa

kus sekolah, bekerja, dan segera meninggalkan r

da pemuda tadi. Pasti Devan juga sama brengseknya dengan Rio

li

artin memanggilny

ma Devan. Keduanya berdiri bersisian di depan pintu. Jantung Alice kembali terguncang.

apa,

rgi." Martin menyodorkan sebungkus nasi rames

enemani Devan minum. Ya ampun, kenapa dia sampai

era meraih bungkusan it

ki itu cuma mengangguk da

Deg! Jantung Alice berdegup sangat kencang karenanya. Dia seg

sendiri di rumah. Alice memiringkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri kemudian terlentang.

nggak-nggak!" Alice menasehati dirinya sendi

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY