img Ketika Hati Mulai Mendua  /  Bab 5 Mama Kenapa | 7.35%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 5 Mama Kenapa

Jumlah Kata:1003    |    Dirilis Pada: 09/05/2022

aku mendenga

... M

arku sendiri. Kulihat ada Mas Fandi dan anak-anak. Aku mencoba

mengangkat Mama kesini," kata Anggi menjelaskan apa yang ter

Kata Mas Fandi. Aku dia

," kata Angga sembari mengambil teh. Aku mengangguk dan berusa

atan Angga, tak terasa bu

menangis?"

Mama pusing sekali," jawab

ta Mas Fandi, aku m

Mama istirahat

ku. Aku berbaring dan memiringkan tubuhku memungg

? Kok Mama bisa pings

asih

Ma?" tanya Ma

bangkit dari

k yang Mama pikirkan. Bagaimana dengan anak-anak nantinya, bagaimana mental mereka, me

nya dua anak. Semua itu tidak ada artinya ya, Pa? Apa Mama sudah tidak menarik lagi bagi Papa? Mama bisa merawat diri dengan skin care yang mahal biar kelihat

u bisa. Pikiranku buntu untuk mengamb

mantan, hingga menghilangkan logika seorang Affandy Nugraha.

t, wajahnya terlihat

g kesini. Enak sekali datang-datang minta maaf terus minta izin menikah! Sudah sejauh it

diam ser

tanyaku lagi dengan su

di masi

b Mama akan teriak biar anak-a

lai. Air mata berlomba-lomba untuk turun. Kami

au itu anak Pap

a ngomong s

g lain, ya kan? Kalau dengan Papa yang tidak terikat pernikahan saja ia

erti itu, Ma?"

ni itu wanita baik-baik? Begitu? Wanita baik-baik tidak akan

tah kemana, aku tidak mau ambil pusing. Kalau mau pergi, pe

n lain. Aku bukan perempuan yang berhati seluas samudra, yang menerima suaminya menikah lagi. Aku tidak mau mem

n pikiran tetap asyik berkelana. Banyak sekali yang aku pikirkan. Apa kata kedua orang tuaku, jika mereka tahu masal

badanku terasa panas. Kulihat Mas Fandi tidur

empat tidur dan melaksanakan salat. Mengadukan seg

n anak-anak. Kepalaku terasa sangat berat. Anggi membantuku menyiapkan ma

an

... M

*

nya. Perasaanku tadi aku masih ada di dapur, kok sekarang sudah di tempat

a Mas Fandi sambil membant

karena aku melihat jam men

sudah itu minum obat. Tadi Mama pingsan, Angga

enyuapi aku. Aku sedih, seandainya kita tidak sedang be

h kan, Pa?" tanya

s Fandi sudah menyiapkan semuanya. Aku me

Papa akan nungguin Mama

Mama bisa di rumah sendirian," jawa

ma sekarang istirahat saja," sahut

a ini? Apakah aku dan anak-anak tidak begitu berarti bagimu Mas? Apakah aku sudah membosankan bagimu Mas? Begitu berat uj

llah. Aku harus kuat, demi anak-anak dan diriku sendiri. Akan aku buktikan

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY