img DIKIRA MISKIN  /  Bab 6 Enam | 8.00%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 6 Enam

Jumlah Kata:998    |    Dirilis Pada: 12/05/2022

an, kalau Yudi setiap bulan selalu mengirim uang kepada Ibu?" Mbak W

saat tanya anak perempuannya

i nyeramahin aku dan sekarang bilang kalau setiap bulan Yudi selalu kirim uang. Tidak mungkin, Bu. Ibu jang

n Mbak Wiwid pada ibunya. Beginikah sikap seorang anak

ni ibu kandung Mbak yang harus kita hormati." Ucapku seray

i selalu kirim uang sama Ibu. Mau makan aja susah? Gimana bisa kirim uang untuk Ib

enyataannya beg

an istrinya ini, kemudian uang itu dikirimkan lagi kepada Ibu biar seola

kemudian dikirim lagi," imbuhny

anku tentang Yudi yang selalu mengirimiku uang secara diam-diam. Ibu memang tid

nya setiap bulan? Untuk makan sama bayar kontrakan saja sudah nyukup-nyukupin, j

n direndahkan oleh keluarga suamimu sendiri. Ibu sekarang sadar, untuk menyayangi seseorang tidak harus yang berseragam rapi, namun, yang pengertian seperti kamu sudah cukup. Maafkan i

tertawa terbahak-bahak padahal

ika tiba saatnya nanti, akan aku katakan yang sebenarnya dan kupasti

garam di atas laut, percuma. Atau jangan-jangan kamu memang sengaja ngasih uang biar dikira anak dan menantu baik padahal hanya ingin mendapatkan uang yang lebih banyak dari Ibu. Licik ya, rupanya kalian paham dengan konsep memancing, untuk mendapatkan ikan harus

u meminta mereka bertiga tinggal di sini agar Ibu ada yang me

g membentak anak kesayangannya demi

et dengan ucapan ibunya ya

bu membentak kamu

k pernah membentakku karena aku adalah anak kesayangan Ibu dan Bapak. Kenapa s

endahkan orang lain. Sadar, Nak, Antika itu istri dari Adik kamu, dia bagian dari keluarga kita juga," ucap yang t

sebagai bagian keluargaku meski Ibu sekarang sudah me

ihat tingkah anak yang selama ini

kalau setiap bulan Yudi selalu mengirim uang. Daripada buat Ibu lebih baik bu

rumah Yudi dan akan tetap tingga

pernah mengunjung kami di kota, jadi, tidak tahu keadaan kami yang sebenarnya. Bahka

u itu ia baru saja pulang dari rumah ibu untu

apa?" Aku mengusap pun

nya juga, kan?" Mata suamiku berkaca-kaca dan sete

tanyaku dengan hati yang berdesi

i menga

i untuk menghadiri acara syukuran atas kelah

siapa kami yang sebenarnya. Semoga jantungnya masih kuat saat menyadari bahwa orang yang selama ini mereka hina dan rendah

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY