img DIKIRA MISKIN  /  Bab 7 Tujuh | 9.33%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 7 Tujuh

Jumlah Kata:1001    |    Dirilis Pada: 12/05/2022

A MIS

dangan melihat Mbak Wiwid

wa mendengarnya," pinta Mbak Wiwid masih dengan tertawa lebar. Ia mengusap a

lalu mengirimi ibu uang. Bahkan untuk menanam cabai di sawah itu juga pakai modal dari Mas Yudi. Ke

setiap kesempatan itu malah semakin tertawa terbahak-bahak. Apa perlu aku memanggil s

nya berapa, sih? Paling-paling cuma lima

seberapa. Ya, seperti kata Mbak tadi, memberi ibu uang seperti menabur garam di atas lautan. Bagiku, bisa berbagi dengan ibu adalah hal yang paling membuatku bahagia karena berbagi dengan ibu juga bisa kita niatkan sedekah. Bukankah lebih utama bersedekah ke

amah di atas panggung. Namun, apa yang kukatakan barusan itu benar, kan? Kalau sedekah itu sebaiknya menguta

ah, aku adalah anak kesayangan Ibu. Terbukti, kan, berkat do'a ibu aku bisa mendapatkan seorang suami yaang punya pekerjaan mapan, tidak harus berpanas-panasan, setiap bulan gajian. Tidak seperti Yudi, sungguh malang nasip adikku itu, sudah tidak punya pekerjaan tetap,

getan, nggak ingat apa, kalau baru saja nangis-nangis mau pinjam uang sama aku? Kalau sudah begini, aku yak

tapi, pada kenyataannya tetap punya ut_," kututup mulutku sendiri karen

Wid?" tanya Ibu dengan tatapan tajam ke arah

ode yang ia berikan yaitu memintaku untuk tidak mem

tersenyum dan maju kemudian men

lang?" Kini ibu

d dengan mengedipkan matanya berulang kali sebagai kode aku harus mengiyakan ucap

up tebal, pakai bulu mata palsu pula. Katanya kepercayaan dirinya akan hilang jika ke

id kemudian menyeret tanganku keluar dari rumah. Setelah sampai di lu

ngis seraya memegang tanganku ya

an bilang ibu kalau aku punya utang,"

, keceplosa

i ibu tahu kalau aku pun

i mau loncat dari tempatnya. Ia jug

?" ujarku mengernyitkan dahi setelah

i akan membantu membayar utangku, jadi, aku tidak perlu khawatir. Senangnya punya saudara yang bisa diandalkan. Tidak seperti kamu yang tidak berguna se

intu, belum juga aku berbalik

ama aku muak harus bertemu dengan orang

nya seraya mengambil n

ucapku lirih. Padahal aku tadi sud

t kamu ini mau buat apa?" jawabny

kenapa masih minta juga. Untungnya dia tidak tahu kalau dia punya Adik kaya. Kala

iwid, sang ratu gaya. Kok bisa, dia bisa tenang punya utang sebanyak itu, sedangk

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY