img You Are My Destiny  /  Bab 3 Tatapan nanar Adelia | 1.79%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 Tatapan nanar Adelia

Jumlah Kata:1156    |    Dirilis Pada: 18/06/2022

tapan hangat yang selalu diterima Alvaro dari mertuanya, kini seolah hila

bertemu dengannya." Alvaro bert

uilah, selesaikan masalah kalian berdua. Tap

ngan kepala yang tertunduk, Alvaro melewati mertuan

getuk pintu terlebih dahulu. Pria itu membawa k

k bersimpuh di hadapan Olivia. "Oliv," panggilnya, lembut, seraya menatap sendu wajah itu. Alvaro semaki

, tanpa mau menatap wajah suaminya yang selalu ia damba. Namun sepertinya, kini

ivia, namun dengan segera, Olivia menepisnya dengan

h. Tapi kejadian itu ... aku juga tidak tau, kenapa aku bisa melakukan itu? Andai saja waktu itu aku tidak minum, mungkin hal bodoh itu tidak akan terjadi. Aku sungguh tidak berniat untuk mengkhianatimu Oliv. Aku mencintaimu, mana mungkin aku tega me

ahanmu, tapi tidak dengan persel

uh diluar kendaliku, aku

akitiku, Al. Sakit!" isak tangis kembali lolos dari mulut Oli

li meskipun Olivia memberontak. "Lepaskan aku! Aku tidak sudi kau sen

enghukumku, asal tidak menjauh dariku. Kau adalah hidupku, bagaimana mungki

i untuk itu. Akhiri hubungan ini, aku ingin kita bercerai!" Kalimat terakhir Olivia, membuat dada Al

akhiri kisah cinta mereka. Ini sungguh mimpi buruk baginya. "Oliv, apa yang kau katakan? Aku tidak mungkin bisa melakukan itu, aku tidak ingin

hatinya. Bagaimana bisa ia berpisah dengan wanita yang telah membuatnya jatuh cinta? Bagaimana mungkin, ia bisa berpisah dengan puj

" Seperti yang dikatakannya, Olivia akan memaafkan kesalahan Alvaro, tapi tidak dengan perselingkuhan. Olivia sudah memantapkan hatinya untuk berpisah dengan pria yang selama ini dikaguminya dengan pe

idak mau! Kumohon maafkan aku, kembalilah pulang bersamaku." Alvaro tak meny

kit yang sungguh menyiksa ini Alvaro. Biarkan aku mengasihani hatiku yang sudah kau hancurkan i

a melewati hari-hariku tanpa kau di sisiku? Dan ... bagaimana mungkin aku bisa tenang tanpa mendengar kecerewetanmu?" Alvaro lalu terkekeh ketika mengingat kecerewet

sakit yang dibuat Alvaro, sungguh tidak bisa ia maafkan, Olivia merasa telah dibodohinya. Jika memang benar Alvaro begitu mencintainya, dan menganggap Olivia adalah hidupnya, apapun k

itu kau terlihat sangat marah sampai kau melemp

o, tanpa pertimbangan, langsung melayangkang botol air mineral miliknya yang sudah kosong ke kepala Alvaro. Dan tanpa rasa takut, Olivia memarahi pr

memikirkanmu." Alvaro kembali mengangkat wajahnya, menatap netra yang berkilat itu. "Lalu cinta datang dan membuatku gila, sampai aku rela melakukan apapun supaya aku bisa memilikimu ...." Dadanya semakin sesak seiring kalimat yang terucap dari mulutnya. "Kau tau, betapa sulitnya aku meminta restu kedua orang tuamu dan juga kakakmu, waktu itu?

ang terlontar dari mulut Alvaro, berhasil membuka sedikit celah keraguan di dasar hatinya untuk berpisah. Namu

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY