img Beautiful Nerd  /  Bab 2 Tawaran. | 1.64%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 2 Tawaran.

Jumlah Kata:1623    |    Dirilis Pada: 22/06/2022

enteng satu kantung plastik warna putih. Ia berjalan melewati jalanan

nya, Ray melihat seorang wanita, umur sekitar 30 sedang diganggu oleh be

ntuk kalian ganggu!" seru

bahwa Ray bersama wanita yang diganggunya, laki-laki itu lantas menyuruh para teman-tema

ang ideal. Wajahnya yang cantik menandakan bahwa wanita tersebut me

natap beberapa anak nakal yang tadi menganggunya. Lalu berpaling pada Ray. Bibirnya

gung dengan perkataan wanita ters

g tampan. Tubuh tinggi tegap d

am, tidak

Namaku Susan Kaye." Ray membalas uluran tangannya. Ia segera mengambil kartu nama di dalam dompetnya. "Ini k

usan. Menatapnya sejenak, lalu kembali me

giku di nomor itu." Susan tersenyum lembut. "Ah. Terima

an pergi. Menatap kartu nama yang ada d

da di atas meja. Jari-jarinya mengetuk-ngetuk meja berulang-ulang hingga membentuk sebu

angka yang ada di kartu nama tersebut. Bu

siapa ini?" Suara wanita ter

bicara dengan Susan Kaye. Aku Ray Dixon,

ginya. "Jadi, apa kau tertarik untuk menjadi model di majalahku? Aku bisa m

harus aku lakukan?"

baru yang akan terbit nanti. Bagaimana? Apa kau setuju?" Susan terdiam sejena

n berpose dengan model cantik Leanne yang tidak disukainya. "

*

da waktu luang di sekolah. Berbeda dengan teman-teman lain yang justru sibuk mengobrol, bercanda, dan membicarakan banyak hal. Gadis itu unik, tapi banyak orang yang m

ay

mendapati Jill -teman dekatnya- sedang tersenyum

tanya seperti itu. Kenapa kau terus saja menatap gadis kutu buku itu?" Mata

y membuang tangan Jill di

Tawanya lebar saat mengikuti langkah ka

tidak ingin dig

gga tubuh laki-laki itu terhuyung ke depan. "Mengaku

kan tangan Jill dari bahunya dan

inya, seleramu terhadap wanita itu harus dirubah," katany

awan Jill dalam berdebat. "Terserah kau

kirkan gadis itu, sampai-sampai kau

awariku sebagai model." Ray menatap Jill

o, menatap Ray tak percaya.

alah lebih pelan, Jill. Aku tidak mau a

menerimanya. Itu kesempatan yang bagus untuk lebih mendongkrak popularit

yang

bertemu dengan model cantik Leanne. Malaikat yang sedang digandrungi para laki-laki." Kepala Jill teran

alkan Jill. Laki-laki berambut pirang itu me

*

keliling. Tiba-tiba seseorang berteriak menyerukan sesuatu. Dan

, tangannya terangkat ke udara, melindunginya dari

gambil bola. Melemparkannya ke lapangan. Salah s

Ray memerah, Alena langsung melangkah maju. Hampir saja

gan khawatir." Ray menyembun

fkan

ni tidak apa-apa,

pi.

keras k

berikan satu untuknya. Gadis itu duduk di sampingnya, memberi jarak. Pasrah

an memberikannya pada Alena, mengam

ih," ujar A

hatikan Alena yang diam seribu bah

na menoleh

bersama s

aku

ita berbicara setelah 3 tahun ber

m samar dan me

at. Ia menaruh kaleng soda di samping tempat dudukny

gatakan hal

erasa kau terlalu pendiam.

ya. Bulu mata Ray tebal dan hitam. Ia tertegun saat sebe

itu?" tanya Ray, "apa ya

u. "Aku tidak tahu. Hanya merasa kau te

u sampai membungkuk untuk menahan tawanya yang kel

lihat tawa Ray. Tampan, terl

lena, "kau sendir

"Cukup untuk hari ini. Aku harus pe

nunggui Ray yang tengah memasukkan buku-bukunya ke dalam tas. Mata

apa yang dilakukan temannya itu kemaren. Ia berjalan melewati Jill, lak

a bukan tipek

na tipe gadis

mm ... Cantik dan seksi." Bibirnya membentu

n ucapan Jill, dan

menjadi model kemarin? Kau bena

mm

tan yang ada di depan matamu," gerutu Jill kesal. Jika ada pemukul baseball, mungkin

et, seperti itulah. "Akan kupe

punggung Ray pelan. Lalu merangkul pundak Ray, gembira. "Dengar, setel

kalau kau menutup

*

ponsel ke telinga, suara nada tersambung berbunyi. Tak selang be

g. "Well, apa kau berubah pikiran

ku bersedia melak

u punya wajah yang tampan untuk menjadi model, aku tidak pe

aku mulai m

, pihak kami akan menghubungimu untuk memberikan jadwal pemotretan yang akan kau laku

Ray, memikirkan wajah Jill yang muncul di p

pun itu asalkan

img

Konten

img
  /  2
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY