img Beautiful Nerd  /  Bab 3 Model Baru | 2.46%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 Model Baru

Jumlah Kata:1785    |    Dirilis Pada: 22/06/2022

Tamara. Ia segera pergi ke toilet untuk mengangkat telepon. Men

ke studio setelah s

r dua minggu setelah wawancara ter

saja mendapatkan kabar kalau ada pemot

bilang pemotretan

at angin apa, model baru itu menghubungi Susan lagi dan menerima taw

asat buruk kalau model baru itu menje

e. Bag

u harus tetap ke sana,

berang telepon. "Oh, Syukurlah. Aku sudah men

Sampai ketemu

ia melihat Keane yang meniki tangga. Menatapnya seolah-olah baru saja menemukan ba

bukannya tidak mau terlihat

ku ingin

ara

ra dengan teman sekel

aling bertau

eluar!" Tersulut rasa kesal dan malu. Keane berteriak tepat di depan

adiknya itu gemas. Keane menepis tangan Alena jengkel. "Tidak perlu berteriak-teriak seperti itu aku sudah bisa mendengar

kesimpu

boleh pulang malam. Aku akan tahu kalau kalian melangga

ak kecil lagi

kecil. "Bawakan sesuatu saat kalian

ga terakhir. Keane berbalik

g dan mendongak ke atas

a memberi semangat. Wajah Kean

tersenyum lembut. Ia bisa meli

n, tapi di balik semua itu. Keane punya

ada yang mengganggu dirinya. Bahkan Keane pernah berkelahi dengan teman sekelasnya saat Alena diejek gadis aneh oleh temannya. Be

saat melihat saudara kemba

ini, dia juga ada pemotretan." Keane menge

t manis," kata Keene. Ia sengaja menggodanya, menyadari

an wajahnya ke arah lain, selaian menatap Keene. Ia benci terlihat malu, ketahuan jika

*

er dari sekolahan, ia meihat satu mobil mewah berwarna abu-abu. Supir berdiri di samping mobil

ia sudah melepas kaca mata dan memakai jaket. Tak lupa melepas karet yang mengikat ra

ghampiri Leanne dan membawa g

tanya Leanne, melepas

jelas Tamara. "Tolong ambilkan wig yang di sebelah tas itu. Nanti buat rambutnya b

au perempuan?

u sempat ke ruangannya dan dia benar-benar seksi." Tamara berujar penuh gira

sekolah," gumam Leanne,"memangnya

ta." Tamara berujar sambil mengedipkan ke

kekasih yang sedang jatuh cint

ah. Mungkin kita

rias Leanne dan mengatakan pada gadis itu, bahwa ia harus

. Ia keluar dari ruang rias, melirik ruang sebelahnya. P

dulu sebelum sesi pemotretan yang sela

k. Hay, Daniel

, tersenyum pada Leanne. "Kau t

malu. "Terima

pat kursi dan meja yang kosong. Leanne duduk di bagian tengah. Gaun selutut motis bunga yang dibalut jake

aru yang sudah siap. Memperhatikan L

erpasangan dengan Leanne, kan?" kata Tamara p

Leanne yang tengah berdiri di samping jendela deng

tanda sesi pemotretan Leanne berakhir. Gadis itu se

na?" tan

berujar lembut, "kau memang gadis

u Tamara mem

berjalan menghampirinya dengan seseorang yang sangat ia kena

an denganmu. Dia Ray Dixon. Ray, kau pasti sudah ta

ng, seperti tak mengenali Leanne. Laki-laki itu mengu

Leanne terangkat begitu saja. Mem

ik-baik saja?"

ecara bergantian. "Oh, Ray, senang berkenalan denganmu. Semoga kita bisa bekerja

tu s

l. Tidak jika melihat bagaimana sikap laki-laki yang terkesan acuh pada segala hal. Demi Tuhan, ia tak bisa

am tangan Leanne tanpa ragu. Merasakan geta

inya disentuh oleh Ray. Tangan dingin laki-laki i

gugup," b

intah. Membiarkan pose di mana tangan kiri Ray menyentuh wa

ang sangat b

menghindari laki-laki itu. Dengan gugup, i

hat 10 menit!

hat Leanne pergi menghampiri Tamara. "Aku benci model baru itu. Su

k jauh darinya. Laki-laki itu menatap Leanne seperti harimau yang la

i model. Tapi, yang jelas, orang menyebalkan itu adalah teman sekelasku.

agaimana ini." Tangannya membekap mulutnya sendiri. Melirik Ray dari balik bahu

ak menyadarinya, k

nya." Tamara menatap Ray yang sudah tak menatap ke

emberi aba-aba agar Leann

ne. Ia menghela napas panjang s

rbaik make-up-nya. Kali ini ia memakai gaun warna merah muda. Rambutnya tetap bergelombang dengan p

yang terakhir untuk malam i

bisa melakukannya, b

Leanne selalu bisa melakukannya tanpa masalah apapun. Tapi, dengan

ngannya melingkar sempurna di pinggang Leanne. Menarik tubuh gadis itu mendekat pada

Gadis itu langsung menutup kedua matanya gugup.

aat melihat Ray mengejeknya.

narik tubuh Leanne lebih dekat

h berbicara

ia ingin mendorong Ray, tapi tubuhnya serasa kaku. Berusaha untuk berkata, tapi bibirnya kelu. Yang mampu ia rasakan hanyalah kelembutan bibir Ray yang

eruan Derek membuat Leanne kembali sadar. Melangkah mundur, sekil

g basah. Kepalanya menoleh ke arah Ray. Laki-lak

img

Konten

img
  /  2
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY