img GREET'S WILDEST DREAM  /  Bab 4 Ignore | 3.81%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 4 Ignore

Jumlah Kata:1179    |    Dirilis Pada: 04/07/2022

ack On.

nyaaa

gas akhirku pagi ini. Hatiku terasa ringan, sele

re

ah pria itu yang akhir-akhir ini dekat denganku. Tristian Delmar, yang biasa di panggil Ian oleh teman-teman seangkatan kami. Kami dekat sejak se

tanyanya dan a

meninju pelan pipiku sebelum

ia keluar dengan wajah sama sumringahnya den

uda tampan seperti Tristian selalu bersamaku, gadis gemuk kurang gaul. Entah kenapa

n bertanya sambil menarik

rnya dia lebih tua tiga tahun, dia sempat menunda kuliahnya. Ian disukai semua orang. Dan jangan t

b. Yang pasti kami sering makan bareng saa

kan motornya. Aku berhenti saat dia menekan tombol kunci dan suara remote

asa di istimewakan. Memang sebelumnya aku belum pernah diperlakukan seperti ini ol

ikit yuk

puk terdengar. Hanya ada dua kursi di dalam mobil ini

man

a sambil tersenyum

dak akan bilang pada mereka. Toh kami rencananya tidak menginap. Jam dua belas siang kami sudah sampai Jakarta dan Ian mengajakk

Dia terlihat bersemangat dan aku yakin aku terlihat pucat siap

egang tanganku ka

hbac

*

dia, semalem aku gantung balik di pintu kamarnya nasi goreng iga bakar yang terlihat menggiurkan itu.

elama ini kami tidak pernah berhubungan. Cih

kan padanya. Aku tahu dia mengekor satu langkah di belakangku, seolah dia siap

edikit bicara dan bersinggungan walau aku

iasa ... aku h

untuk kembali ke hotel. Matahari cukup menyengat siang tadi dan aku lupa membawa topi. Rasanya ubun-ubunku menyerap

api tidak ada siapapun di dalam. Mesin masih menyala dengan jendela ter

tian menatapku samb

m. Ngapain

ran Pak." Aku berg

enahan pintu saat

kemana yang lain? Aku

Ada nada kecewa disuara itu. Walau dulu kami dekat hanya s

mendorong pintu kembali

Bersikap seolah kita tidak pe

, jangan sok kenal sama saya." Aku mendelik taj

terengah. Aku mendongak saat di dalam lif

a bukan s

elum mengetuk pintu dan terse

eet? Ya ampun k

kan. Aku tidak ingin dia merasa aneh ka

bangunin

eliatan kecapean banget soalnya. Pak Tian tuh emang baik, di

ang. Bukan cuma sama kamu. Sejak dulu juga begitu. Aku m

etuk kamar Leon dan mas Andreas. Kami

antarnya. Lagi, nasi goreng iga bakar pedas yang akhirnya tidak bisa

untuk backsound saat s

eng ..."

l itu membuatku menjauhkan benda tip

ayang. Kamu

ogya, ada

barunya. Langsung keluar kota, Ho

n weekend besok, Rick?"

gen berat ya

ertawa lalu terhenti saat tatapan tajam Tris

ti aku balik aku ci

rdehem saat Leon dan mas

Nanti teleponan l

t. Miss y

erlangsung sebentar saat mata pria itu masih terus menatap. Aku merubah posisi dudukku

rus bersamanya. Tidak mungkin aku meminta pindah team, apalagi pindah divisi. Aku juga tidak bisa

itu menjauh dariku. Aku hanya ingin tentram Tuhan, han

t

img

Konten

img
  /  2
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY