img Accidentally Wedding  /  Bab 6 Gangguan Keluarga | 15.00%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 6 Gangguan Keluarga

Jumlah Kata:2161    |    Dirilis Pada: 08/07/2022

ke arah ranjang tempat Fachmi tengah membaca sambil menyandarkan punggung ke kepala ranjang. Lalu pandangannya beralih pada tas besar tempat pakai

eluar kamar mandi tanpa menoleh ke tempat Fachmi berada. Buru-buru dia

an memekik kaget. Entah sejak kapan Fachmi sudah berada di belakangnya.

kaian di tangannya ia peluk di depan dada seolah itu ada

berbalik tiba-tiba." Tanpa menunggu Carissa pindah tempat, Fachmi memajukan tubuh hingga dadanya menyentuh tangan Carissa y

gerak. Jantungnya bergemuruh dalam dada seolah hendak melompat kelua

Tapi entah mengapa, kakinya seolah berubah jadi batu dan tidak bisa digerakkan. Entah sihir apa yang

enyingkir dari depan Carissa. Dia malah sengaja menoleh men

rah sekali seperti baru saj

un. Bibirnya seolah terkunci dengan t

tangan Fachmi terangkat henda

AAA

kemudian dia mendorong dada Fachmi hingga lel

AK

riakan Carissa, dia kembali dikagetkan suara

memegang dada untuk menenangkan

issa karena gadis itu terlihat sangat gugup ketika keluar dari kamar mandi. T

tadi diambilnya ke dalam tas lalu kembali duduk bersandar di ranjang. Namun

r seb

an sengaja melakukan ini karena dia menjadi satu-satunya lelaki dewasa dalam keluarga mereka yang belum menikah. Sudut bibir Fachmi melekuk membent

l

R

rg

uc

hi

du

ke dalam kamarnya. Kemudian dia mendongak menatap sepupunya yang terbahak di korid

?" tanya Fac

s memegangi lengannya yang te

Fachmi

ping Farrel. Sementara itu Alan buru-buru

u kalian jatuh." Fa

." Celetuk Freddy ya

sung menghilan

Farrel. "Juan iri kar

uan namun sama sek

h seperti itu. Itu tidak baik."

kanku juga?!" nada

rrel buru-buru menghampiri Juan la

al itu," gumam Freddy lalu p

embantu Freddy." Alan

rdiri di hadapan putranya yang

ndak berbulan madu?" Fachmi melipat kedua tangan di

lakukan Papa seolah Papa in

anak kecil jika sudah berk

en

dy, dan Om Alan me

an Juan geng apa?" R

akan hal tidak penting seperti itu, seb

h seperti ini, siapa yang orang

tadi Carissa berteriak? Kau apakan dia?" Rafka menanyakan itu sambil sesekali meliri

lu kuceritakan lebih detail? Memangnya Papa

apa kau malah membicarakan

campuri urusan malam per

atal. Yah, memang dirinya yang salah, m

i. Tapi Carissa itu-dia masih k

ibanku sebagai suami? Padahal menjadi suami itu tidak bol

e dalam kamar seraya menutup pintu dari luar. Sebelum pintu benar-benar tertutup,

l

memang sangat menyenangkan. Apalagi jika dia be

dengan harta sebanyak lautan sekalipun. Tidak ada yang lebih berarti dari mereka. Orang kaya dengan harta berlimpah namun hidup seorang

yang

adi datar kembali lalu berbalik menghadap Cariss

ua, Om Freddy, F

dang apa

amu." Telunjuk Fachmi menepuk ujung hidung Carissa. "Lain kali jangan berteriak seperti itu lagi. Bahkan ketika aku menagih hakku

ecil yang dilakukan Fachmi. Kedua tangannya saling meremas. Dia jadi ragu untuk tidur d

an berdiri di sit

E

ta

arena suara Fachmi yang tiba-tiba. Sungguh, dia merasa tidak aman berada

issa

ti seorang ayah yang tengah menegur p

Fachmi yang kini sudah kembali duduk

ami

ami

unakan kata itu u

longo. "Ka

ti bercanda?" Fachmi me

tua

satu itu. Tapi tidak mungkin. Carissa hanya berani

Carissa jadikan alat barter? Ya,

kap tidak terintimidasi. "Oke aku akan menuruti keinginanmu

dengannya. Tapi kali ini dia mengalah. "Katakan d

tidur di ranj

lam ini." Itu b

urasa untu

k sama sekali, Carissa." Nada su

lah. "Baiklah, hany

memanggilku 'suamiku' seterus

u tidak terima. "Aku han

ikatmu di ranjang!" Mata Fachmi berkilat menunjukkan bahwa dia

tu membuatnya tidak berani mendebat lebih jauh. "Baiklah, aku mendap

ah pikiran lalu membatalkan kesepakatan ini, aku akan benar-benar memi

menggeleng denga

elahnya, dengan tenang Fachmi meletakkan buku di meja nakas. Tanpa bertanya pada Carissa, ia mematikan

i yang dia cintai. Sungguh, dirinya tidak pernah membayangkan akan menikah di usia semuda ini, dengan lelaki yang jauh lebih tua sekalig

ngat lu

elimut ia hamparkan di depan jendela kaca tinggi yang mengarah ke balkon kamar. Kemud

omantis, seharusnya Fachmi menawarkan diri untuk tidur di lantai dan membiarkan Carissa

tas selimut yang sudah ia hamparkan. Setelah ia berbaring menghadap je

ari sini cukup bagus," bisik C

iiringi beberapa bintang. Pemandangan lampu-lampu dari gedung pencakar la

i alam mimpi, mendadak dia merasakan tubuh hangat melungkupinya dari belakang. Terasa juga

Alam mimpi kian membuainya namun tiba-tiba a

..hhm

menutup mulutnya. Dia berbalik telentang dengan kedua tangan berus

rhenti meronta. Salah satu tangannya masih membekap mulut Carissa sementara tangan ya

mm

?" nada suara Fachmi

ul-mukul lengan Fachmi agar melepaskan

eriak lagi. Aku akan

ebar lalu ia kem

riak, perlahan Fachmi melepask

ngat kencang. Posisi tubuh mereka sangat

anggar kesep

posisi tubuhnya. "Bukankah kau bilang tidak mau tidur deng

begitu m

pakatan kita? Silakan saja. Aku akan

ara seorang gadis tujuh belas tahun yang

au

ubah serak dan dia sengaja menunduk, mendekatkan wajah

la kaca tinggi, memunggungi Fachmi. Di belakang Carissa, Fachmi menahan senyum geli. Kemudian i

achmi pelan lalu sebuah kecupan m

E

jantu

rissa tidak akan bisa mencapai ulang tahunnya

----------

ya Emi

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY