img Silent Wounds  /  Bab 3 Dendam | 6.38%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 Dendam

Jumlah Kata:1449    |    Dirilis Pada: 08/07/2022

usaha ia tahan sepanjang hari. Dengan kasar ia membuka dua kancing

di pinggang sementara otaknya berkelana, mengingat bagaiman

r ja

na

ngnya sangat meyakinkan. Dia pasti akan den

a, Aska memutuskan mandi di bawah shower, berha

pinggang, dia kembali ke kamar lalu menyadari ponselnya berdering tanda t

rsama dasi dan tas kerjanya. Ada tiga panggilan tak te

mana? Kenapa gak

ya

u. Aku tunggu

ar ponselnya kembali ke ranjang lalu menuj

n dituruti. Dia tidak akan berhenti sebelum mendapatkan apa maunya. Seperti jika dia bilang akan menunggu Aska di

ka

n sambil tersenyum sin

u lebih tepat disebut sex partner. Pertama kali Aska menyebut wanita

ska yang merangkul pinggang wanita di sampingnya. Tak ada pertanyaan yang keluar dar

ngaja Aska menekan kata terakhir, membuat N

is. Hanya matanya yang berkaca-kaca. Membuat Aska semakin geram karena Nala bersikap te

engar suara

t-shirt di tangan. Keningnya berkerut

memang sudah tak berbicara pada Aska beberapa hari sebelumnya sejak Aska mulai be

dengar hal sekonyol itu sebelumnya. Mana ada orang langsung bisu hanya karena terl

*

membelikan beberapa alat memasak untuk Mamanya. Selagi ingat, dia ingin

enemukan pemandangan yang amat dia benci. Tiga orang di depan sana tampak

gi kedua orang tuanya. Bahkan beberapa kali si Ayah menepuk-nepuk kepala putri

mudi mobil semakin kuat. Bi

istrinya, si

bahagia. Mungkin apa yang Aska lakuka

menatap keluarga itu de

yang kalian bisa. Karena setelah ini a

-benar bersujud memohon maaf di bawah kakinya. Sampai mereka tahu siapa dirinya. Sampai

*

nghuni. Isi hatinya tergambar jelas dari derasnya bulir bening yang mem

tak habis pikir mengapa Aska bisa bersikap sekasar itu. Bahkan lelak

n ia perhatikan tiap detail kecil. Adakah yang Nala lakukan hingga bisa memancing semua sikap buruk Ask

garuh? Mengapa lelaki itu masih saja bisa menyakitinya? Nala sanggup menerima hinaan orang lain

*

a memilih datang kembali ke Delifood. Tapi kali ini bukan untuk makan. Ta

ata pribadi Nala. Bahkan sampai hal kecil seperti jam bera

Nala benar-benar keluar dari restoran itu bersama beberapa rekan yang lain dengan senyum di bibir mendeng

. Melainkan angkot yang akan mengantarn

ian, Nala turun di area dusun yang termasuk padat. Rumah-rumah dibangun saling merapat hingga tak memiliki halaman. Ja

uat area itu sepi dan remang. Namun sama sekali tak tampak sikap takut dari dalam diri Nala. Dia sudah terbiasa. Ditambah lagi area it

endadak iblis dalam diri Aska menggeliat b

si mata yang akan memergoki aksinya, Aska mempercepat langkah lalu menyergap

begitu orang itu mendorong punggungnya hingga menubruk dinding lembab lalu berdiri di depannya. Meski rem

sih bisa tersenyum. Apalagi sekarang dap

E

ri

Dengan mata berkaca-kaca Nala berusaha mendorong dada Aska. Namun l

Bahkan wanita itu tak mencoba berteriak. Berusaha mempertahankan

dan bibirnya di belakang telinga Nala. Semakin mudah Aska melakukannya karena Nala berusaha m

tangan Aska merayap meraba dad

Kali ini disertai is

ka aku akan berhe

ra rontaannya kian melemah. Air matanya berg

nita itu terus terisak tanpa suara. Dia terdiam, dengan keheningan yang menyelimuti

ndur. Sementara tangan yang satu lagi menjauh dari dada Nala. Tatapannya teru

E

aan asing ini. Lalu tak ingin berlama-lama terjebak dalam situasi tak nyaman, Aska segera berbalik pergi meninggalkan Nala yang masih

---------

ya Emi

img

Konten

Silent Wounds
Bab 1 Bertemu Masa Lalu
08/07/2022
Silent Wounds
Bab 2 Dia Bisu
08/07/2022
Silent Wounds
Bab 3 Dendam
08/07/2022
Silent Wounds
Bab 4 Kebencian Yang Kian Membara
08/07/2022
Silent Wounds
Bab 5 Dipecat
08/07/2022
Silent Wounds
Bab 6 Sampah
08/07/2022
Silent Wounds
Bab 7 Gubuk Reyot
08/07/2022
Silent Wounds
Bab 8 Foto
08/07/2022
Silent Wounds
Bab 9 Penebusan Dosa
08/07/2022
Silent Wounds
Bab 10 Mama Aska
08/07/2022
Silent Wounds
Bab 11 Suami-Istri
15/07/2022
Silent Wounds
Bab 12 Mimpi Buruk
15/07/2022
Silent Wounds
Bab 13 Trauma
15/07/2022
Silent Wounds
Bab 14 Bunuh Diri
15/07/2022
Silent Wounds
Bab 15 Panik
15/07/2022
Silent Wounds
Bab 16 Makan Siang
15/07/2022
Silent Wounds
Bab 17 Sakit
15/07/2022
Silent Wounds
Bab 18 Cinta Pada Pandangan Pertama
15/07/2022
Silent Wounds
Bab 19 Perasaan Terpendam
15/07/2022
Silent Wounds
Bab 20 Pertemuan Tak Terduga
15/07/2022
Silent Wounds
Bab 21 Menutup Diri
15/07/2022
Silent Wounds
Bab 22 Rencana
15/07/2022
Silent Wounds
Bab 23 Terbongkar
15/07/2022
Silent Wounds
Bab 24 Saling Melukai
15/07/2022
Silent Wounds
Bab 25 Insiden Di Restoran
15/07/2022
Silent Wounds
Bab 26 Pengakuan Noval
15/07/2022
Silent Wounds
Bab 27 Gugat Cerai
15/07/2022
Silent Wounds
Bab 28 Tiga Tahun Kemudian
15/07/2022
Silent Wounds
Bab 29 Kehidupan Baru
15/07/2022
Silent Wounds
Bab 30 Bos Baru
15/07/2022
Silent Wounds
Bab 31 Pertemuan Kembali
15/07/2022
Silent Wounds
Bab 32 Permohonan Aska
15/07/2022
Silent Wounds
Bab 33 Pendekatan
15/07/2022
Silent Wounds
Bab 34 Sandiwara
15/07/2022
Silent Wounds
Bab 35 Kesempatan
15/07/2022
Silent Wounds
Bab 36 Syarat
15/07/2022
Silent Wounds
Bab 37 Pelukan
15/07/2022
Silent Wounds
Bab 38 Gosip Panas
15/07/2022
Silent Wounds
Bab 39 Pamit
15/07/2022
Silent Wounds
Bab 40 Epilog
15/07/2022
Silent Wounds
Bab 41 Extra Part 1 - Keluarga
15/07/2022
Silent Wounds
Bab 42 Extra Part 2 - Delifood
15/07/2022
Silent Wounds
Bab 43 Extra Part 3 - Dendam Kaila
15/07/2022
Silent Wounds
Bab 44 Extra Part 4 - Dua Suami
15/07/2022
Silent Wounds
Bab 45 Extra Part 5 - Pesta
15/07/2022
Silent Wounds
Bab 46 Extra Part 6 - Liburan
15/07/2022
Silent Wounds
Bab 47 Last Extra Part - Akhir Yang Manis
15/07/2022
img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY