img Mimpi Kelam Lilian  /  Bab 8 Serangan Panik | 9.30%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 8 Serangan Panik

Jumlah Kata:1263    |    Dirilis Pada: 07/08/2022

ng terus menyergapnya. Belum lagi kakinya yang berdenyut hebat memberikan sensasi nyeri

th, dan setahuku ia tidak pernah berencana untuk menjual rumahnya sebelum ..." Lilian terhenti

jam Lilian. Dan wanita itu hanya mengangguk pelan

lampu terang benderang yang menyilaukan dari rumah wanita itu, cukup membuat Jaden un

k terhalang oleh kacamatanya yang selalu bertengger di hidung

lah pegangannya satu-satunya. Sedang tangan yang satunya m

belah kakinya, Jaden tahu bahwa ada kemungkinan wa

u bertelanjang kaki dan menginjak rumput dengan sedikit gemet

kita melakukannya di sini bukan?"

ndengarkan," ucap Lilian. I

erang benderang yang menyilaukan itu, atau tempatku

an kondisi kakinya yang nyeri seperti sekarang ini. Ia akhirnya mengalah, ia mulai melangkah

ng sekarang sedang berkecamuk saat dilihatnya Lilian yang sedang berjalan

a," gumamny

tetap berjalan menuju teras samping tam

u terluka." te

berjalan. Baru sedetik ia mendaratkan jemarinya di len

ucapnya cu

ter

rlakuan Lilian. Ia kembali

Jangaan!!! Jangaaan

steris. Tidak hanya sekali, tetapi ia berteriak

atas rumput, terlihat seolah seperti sedang

dan sangat shock melih

entuhan kecilnya tadi. Tapi ketika melihat bagaimana wanita itu setelahnya

anggilnya c

ebih agresif dengan menendang-nendang dan memundurkan tubuhnya seo

r begitu hebat dan menggigil secara bersamaan. Napasnya terlih

gitu kesakitan dan wajahnya memerah. Ia m

g tampak setengah merangkak dengan tangan satun

i!" Lilian berlinang air mata, ia seperti sedang terceki

sakitan? Apa kau punya oba

ra membopong tubuh Lilian dan membawanya masuk. Tidak peduli ba

ini. Jaden bergerak menuju kamar Lilian. Kakinya terhenti saat dili

rsebut sebelum akhirnya mendudukka

Jaden memperlihatkan beberapa b

tampak kosong dan gemetaran hebat

us! Yang man

ita itu agar pandanga

i. Jaden menepuk-nepuk pi

khirnya menunjuk salah satu b

eluar untuk mengambil segelas air, dan kemb

tnya dan memberikannya pada Lili

enelan obat itu. Bahkan wanita itu kemudian menangis dengan begitu pi

. Tapi kali ini wanita itu tidak berteriak histeris. Lilian hanya mengeluarkan air mat

a menenangkan wanita itu. Jaden dengan sabar mendekap Lilian yang meronta. Mengungku

ilian ... ss

us perbuatannya itu, hingga perlahan m

memilukan, kali ini kedua lengan Lilian sudah terkulai dan kep

sendiri tak begitu mengerti. Ia hanya terus mengelus-elus punggu

ada lagi perlawanan, Jaden sedikit demi sedikit mengendurkan pelukanny

t menyimpulkan wanita itu seperti sedang tertidur. Ia

in wanita itu benar tertidur atau pingsan karena shock. Ja

tak menampakkan lagi kesakitan, ketakutan sekaligus penderi

tampak ia sendiri sedang berus

a begitu mendadak? Apa wanita itu me

muk dalam pikiran Jaden. Ia tak dapat

meraih botol-botol pil yang berceceran yang beberapa isinya berser

seorang dokter beserta alamat pra

an membutuhk

ih mandinya kotor penuh dengan tanah, jari dan kukunya pun menghitam karen

cakkan pinggangnya sejenak, ia bingung apa yang harus dilakukan sekarang. Ia meras

a wanita itu dan mengobati lukanya. Menyesal dan be

****

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY