img Pembalasan Janda Talak Tiga  /  Bab 2 Part 2 | 1.56%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 2 Part 2

Jumlah Kata:1153    |    Dirilis Pada: 04/11/2022

i pemakaman. Aku masih betah b

masih ingin disini!" titahku

." jawab Ibu sambil mengelus pa

bu sangat sibuk menyiapkan pernikahan Zafi. Zafi m

a lagi-lagi lolos. Ibu memelukku erat.

-lama disini, Nak. Ibu kuat

." aku t

itip I

mbari menghapus air mata. Aku hanya tersenyum me

tahan kini ku lepaskan. Aku menangis sejadi-jadinya di makam Bapak

ya! Zafi akan ku

dari Mas Dion, akan men

n coba ik

tidak ada ma

gejutkanku. Paman berjalan

kamu disini, Nak. Hari juga sudah ma

n Zafi,

han Ibumu!" aku mengikuti langkah

. Tenda yang tadi di gunakan untuk tamu undangan be

ra sepupuku datang dan

sangat prihatin dengan semua yang

Dia sudah mencampakkan wanita hebat s

pi Kakak minta, kamu jangan sebut lagi

Kak" dia mulai m

i?" Bibi meng

pas magrib akan ada orang datang un

. Ibu dim

istirahat. Kasihan Ibumu!" jawa

Zafi pamit dulu ya

t yang duduk di dalam rumah. Di depan ruangan tamu yang cukup besar, terpampang tulisan Zafi dan Dion yang sudah di dekor

ari dalam. Pernak pernik di dinding, bahkan foto prewe

an

as-kerasnya. Aku beruntung saat meminta untuk m

*

a ya, Pak!" pintaku saat Bapak hen

apa,

i, Zafi takut suara Zafi bisa ter

ak. Biar tetangga

kan cempreng, P

nang saja ya!" Bapak

*

a

akk

ku sekarang seperti orang gila. Make-up yang sudah ha

jadi ratu sehari, te

r. Sebelum membuka pintu, aku melihat ke cermin. Ah, cermin kenapa engkau

ibumu

aku langsung memb

?" Bi Asih histeris melihat bentuk ka

Aku mengalihkan

h aku langsung berlari menuju kamar Ibu, tidak ku pe

n Irene serta beberapa tetangga

tubuh Ibu. Ibu yang hanya diam t

a Ibu ke rumah sak

man menggendong Ib

handle semua tamu di rumah." pinta

u menjadi penyangga kepala Ibu. Paman yang mengam

a Paman untuk lebih ngebut membawa mobil, dan entah berapa kali Paman melan

dan meletakan Ibu di atas Brankar. Segera kami berlari memasuki ruang UGD, Dokter yang berjaga malam langsung menghampiri. Serangkaian pemeriksan dilakukan, sampai al

!" aku berbi

pasien?" seorang pera

a ,

Ibu. Perkiraan Dokter, Ibu sudah m

sung menghambur memeluk Ibu. Ku goyan

sendirian menghadapi semua ini, Bu?" isakku. Ir

bobot tubuhku, kemudian ambruk. Entah berapa kali aku pingsan. Terakhir kali aku sadar, aku sed

ku melihat ke arahnya, wajah putih itu sudah memerah karena tak

kak tidak sadar

, Kak!" jawab Irene sa

ku bertanya dengan air mata ya

Kak. Dua jam lagi Bibi akan di kebu

harusnya aku bahagia, malah berganti dengan derai air mata. Gara-gar

at atau lambat, aku akan mendatangimu kembali. Pada saat itu, kamu akan bersujud di kakiku. Tanganku

hku pada Irene. Aku mencabut paksa infus

nyalang Irene hingga dia

ambu

img

Konten

img
  /  2
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY