img Pembalasan Janda Talak Tiga  /  Bab 3 Part 3 | 2.34%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 Part 3

Jumlah Kata:1172    |    Dirilis Pada: 04/11/2022

buhku menelusuri l

a kemana?" seorang suster

makaman Ibu say

abil, jika Ibu paksakan kami takut

konsekuensinya. Saya gak punya banyak wakt

r dulu untuk memastikan kondisi Ibu!" Suste

o,

uster dulu ya" pinta Iren

nanti hanya melihat gundukan tanah kuburan Ibu. Kamu

arkir. Tidak beberapa lama meluncurkan men

mpingan. Tak pernah aku menyangka semua akan terjadi secepat i

asa sangat sesak. Bernafas pun terasa sangat berat. H

u cepat Ibu menyusul cintanya. Tanpa memperdulikanku yang

gungku. Begitu juga dengan Bibi yang senantiasa m

enyimpan berjuta kenangan anta

p dulu?" tanya Bi Asih ya

meeting penting dengan klie

enggan sekali untuk menginap di sini

ma kasih Zafi ucapkan karena Bibi mau merawat rumah ini" Bi Asih mengangguk, memeluk

patkan singgah untuk menyapa Bapak dan Ibu, m

u, ponsel yang aku pegang berbunyi.

Y

suami lo!" ucapan dari Najwa me

e sana!" aku mematikan sambungan telepon. Tidak

ang! Membuatmu hancur, sepert

mah minimalis dengan desain modern. Memastika

ni ru

nal keluar dari rumah itu. Mengandeng

nya dengan takzim, setelahnya sebuah mobil kelua

erdiri melihat perempuan yang

k lama setelah kepergian Dion, sebuah motor sport mewah

gan membuatku menutup mulut ketawa. Laki-laki tersebut mendaratkan ciuman di bib*r Sherly. Tidak per

mu akan di

gambar, aku tersenyum puas. Tidak

, meninggalkan rumah yang sebent

edang terparkir di tepi jalan. Cepat mobil ini mendahuluiny

ambaikan tangan meminta pertolongan. Semoga Dion termakan umpanku. Da

ketika mendekat, memicingk

obil saya mogok

lupa dimana. Baiklah, coba saya cek dulu!" ber

bak!" teriak Dion

o, Mas. Terima kasih" aku men

h kamu gak asing lo!" seka

. Padahal wajah saya gak

saya sama seseorang. Boleh kita ke

n" aku mengulurkan tangan, sedangka

ucapannya

Mas!

" aku berlagak seperti t

n suamimu?" aku memb

ngling lo!" tertawa kecil d

kamu s

Mas? K

njuk sebuah Cafe yang tidak jauh dari tempat

anya Dion setelah kami sampai

gaimana?" aku masih men

n ini membuatku tak bisa lagi menampakkan senyum. De

lambaikan tan

orang tuamu, Mas?" Dion menunduk, seperti menyimpan duka mendalam. Aku tahu, tak

nya berkaca. Tangan ini mengusap lembut punggung tangan Dion. Dion s

Dion menggenggam erat tanganku. Sedikit

ak,

mua perl

nya seperti ini. Bagaimana kabar istrim

ima tahun pernikahan, kami belum juga

a memaksakannya, kamu hanya perlu berikhtiar

masih se

yang ingin ku gapai" aku memandang ke ar

temu?" tatapnya penuh harap saat aku

edang sibuk mengembangkan bisnis"

bertukar kontak?

pamit karena ada urusan. Sedangkan aku masih betah di Cafe.

rempuan itu! Lapor ke gue setiap gerak geriknya, gue juga perlu dokum

ke

p usaha milik apapun yang

Percayakan

ku tak sabar dengan

ambu

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY