img Pembalasan Janda Talak Tiga  /  Bab 7 Part 7 | 5.47%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 7 Part 7

Jumlah Kata:1493    |    Dirilis Pada: 05/11/2022

p Najwa, aku segera ber

Rekan bisnisku kali ini adalah laki

sok kenal!" Najwa be

berkenalan. Rupanya laki-laki tu adalah, Bagas. Anak tunggal dari perusahaan Adiyasa

esi presentasi. Bagas yang di temani oleh asistennya manggu

sama ini!" Bagas berdiri, dan men

asih, Pak

sudah tersedia di Cafe perusahaan." tawar ku. Ini adalah agenda dari Naj

aku bangun Cafe di perusahaan ini, dengan tujuan jika bosan membahas bisni

ar Bagas. Aku menurut, urusan yang lain di urus oleh asisten kami. Aku dan Bagas naik ke roof

ooftop, aku hanya di

ntasi" Bagas memuji ta

a kasi

ai apa?" tanyanya ya

sudn

a aku nanya kamu presentasi pakai apa!" aku masi

, tak percaya mendengar ucapan laki-laki ini. Kala

ik Cafe kita!" titahku pad

u mengajak Bagas duduk, sengaja tidak terlalu ke pinggir karen

h ba

ang, aku berteriak seperti orang kesetanan. Rasa sakit yang teramat menghujam dada sehingga sulit sekali untuk bernaf

ai tujuh, di sana akan ku akhiri hidupku. Pu

aat melihatku yang sudah siap melompat. Tubuhku menggigil

n!" teriak Najwa. Aku t

menghancurkan hidup lo? Lo harus bangkit, Fi!" Najwa mulai terisak. Hingga aku

Jangan terus-terusan bikin gue repot!" makinya. Aku tidak tahu kenapa Najwa bisa

menggigil meraih obat yang di beri Najwa. Saat obat sudah sampai ke tenggor

h ba

aan Bagas membuyarkan lamunanku. Aku menghela na

angkan phobia!

tinggian! Luar biasa!" Bagas bertepuk tangan, aku hanya menatap datar. Tidak

h ba

padaku. Kebetulan waktu itu pembangunan lantai sepu

pat yang indah. Bukan lagi tempat untuk bun

hobia lo, Fi?" aku mengangguk. Na

sakan diri. Awal-awal, tubuhku selalu menggigil. Mual ingin muntah,

mberikan sebuah saran pada

ana. Aku di minta untuk meluapkan semua isi hati

a lo! Lo jadikan tempat ini buat lo bisa n

jwa, aku langsung men

i

aki br

aninya lo

lu di wajah

ue kehilangan B

o, gue jadi

t, D

t gue aka

o bertekuk lutu

ue lakuin apa yang lo

ancurin ke

apa yang gue

pat atau lambat

ikut terisak mendengarnya. Semenjak itu, aku mer

back

rus?" Bagas mel

aa

jujur?" t

, tent

mengenalmu

bih jauh!" aku terkesiap

ya, Pak?" tan

pembicaraan ini. Aku benar-benar tidak mau berurusan ke ranah pribadi ap

apku dengan sedikit menekan kata teman. Bagas hanya tersenyum, mungk

meletakkan sebuah menu lengkap, mulai d

dar mengangguk lal

i nikmati,

putar Cafe dan menunya. Setelah selesai makan,

tuk berkenalan lebi

jawab

ng dan setajir Bagas, dimana kurang

aja, bungkus!" ucapku enteng sambil memainkan po

rang kepercayaan ku yang bertuga

rumah orang tuanya!"]

!"] telpon ku matikan.

tanya Najwa saat m

ue ada

erusahaan

. Aku meninggalkan Najwa ya

engan kecepatan tinggi. Menepikan kend

pada Rey yang menunggu di dalam mo

ku merasa heran dengan Rey, sang

y mengangguk. Aku memasuki pagar rumah mewah, a

siapa?" tany

a saya boleh masuk?" tanyaku. Mendengar nama

enunggu lama, ucapan salam ku sudah di jawab. Pintu di buka

a ya?" Ibu Sherl

ly, Bu" ucapku s

ly. Mari masuk,

terkesima melihat isi dalam rumah orang tua Sherly. Bukan

itah perempuan

ebentar lagi Sherly juga aka

apa ya, Nak?"

di sekitar sini, Bu. Jadi

Sherly? Ibu kok ga

ekat mungkin, karena kesibukan makanya

mi yang dulu, ini rumah baru yang di belikan s

u Ibu" aku ikut-ikutan antu

on namanya!" Bu Nur memb

juga gak sempat datang k

istrinya. Jadi kami tak ingin membuat acara besar-besaran. Takutnya nanti mantan istri Dion kena mental

ambu

img

Konten

img
  /  2
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY