Buku dan Cerita Lawrencia
Dikhianati Tunangan dan Sepupu Tercinta
Perjalanan romantisku ke Bali berubah menjadi neraka saat tunanganku, Fredi, mengajak serta sepupuku, Lydia. Aku dipaksa duduk di kursi belakang, menjadi penonton kemesraan mereka yang tak tahu malu. Puncaknya, saat Fredi melihat gaun seksiku, dia murka dan memutuskan hubungan kami di depan semua orang. "Kalau begitu kita putus!" teriaknya, seolah aku yang bersalah. Aku pergi, tapi penghinaan tak berhenti. Ibunya menamparku di lobi rumah sakit, memakiku sebagai perempuan murahan. Fredi bahkan menghancurkan karierku, membuatku kehilangan segalanya. Aku hancur, sakit, dan sendirian. Mengapa mereka begitu kejam? Mengapa aku harus menanggung semua ini? Namun, di tengah keputusasaan, Hendra, kakak sepupu Fredi, muncul. Ciuman panasnya di mobil dan perlindungannya yang tanpa syarat menjadi satu-satunya cahayaku. Di sebuah pesta, saat Fredi kembali menghinaku, aku tak lagi diam. Sambil menggandeng Hendra, aku menatapnya dingin dan berkata, "Cintaku sudah mati. Kau sendiri yang membunuhnya."
Luka Kakiku, Tawa Mereka
Aku kehilangan kakiku untuk menyelamatkan suamiku, Yudha, seorang politisi muda yang karismatik. Namun, pengorbanan itu terasa sia-sia saat aku menemukan videonya berselingkuh dengan Selvia, terapis fisikku sendiri. Dalam video itu, mereka tertawa. Menertawakan cara jalanku yang timpang. Di depan publik, Yudha membangun citranya di atas tubuhku yang hancur, memanggilku pahlawan yang inspiratif. Sementara di belakangku, ibu mertuaku terus menghinaku, menyebutku 'beban' yang memalukan bagi keluarga. Aku mengorbankan karier baletku, masa depanku, dan tubuhku. Inikah balasannya? Aku menutup laptop. Tidak ada lagi air mata, hanya tekad dingin yang membeku. Aku tidak akan membiarkan mereka lolos begitu saja. Aku akan membuat mereka membayar, dengan harga yang sangat mahal.
