Cerita horor ini menggambarkan kehidupan rumah tangga yang hancur karena istri dan mertua memiliki ilmu hitam. Tokoh utama dalam cerita ini dipaksa oleh istri dan mertua bersekutu dengan 1blis.
Cerita horor ini menggambarkan kehidupan rumah tangga yang hancur karena istri dan mertua memiliki ilmu hitam. Tokoh utama dalam cerita ini dipaksa oleh istri dan mertua bersekutu dengan 1blis.
Terinspirasi dari kisah nyata.
"Kak, makanan yang tadi dibawa ibu jangan disentuh, ya! Itu milikku." Rasa penasaran menyeruak, makanan apa gerangan yang dibawa oleh mertuaku tadi hingga Farra melarangku menyentuhnya.
"Kakak makan yang lain saja, ini khusus untukku!" Istriku itu mengambil tempat makanan yang terbuat dari plastik berwarna merah itu, dan langsung membawanya pergi.
Farra sedang hamil muda, dia ngidam dan terus-terusan ingin memakan masakan ibunya. Hampir setiap hari mertua atau adik dari Farra mengantar makanan ke rumahku ini, tapi anehnya makanan dari mertuaku itu tak boleh aku sentuh apalagi makan.
Kubiarkan Farra dengan keinginannya itu, seperti yang dia katakan makanan itu sangat dia inginkan, jadi tak ada bagian untukku. Semua itu berlangsung sekitar tiga minggu, selama itu aku tidak tau entah dimana dan kapan Farra memakan, makanan dari mertuaku itu.
Mungkin karena tidak mau aku ikut makan dia bersembunyi saat memakannya. Seperti saat ini diapun membawa makanan itu menuju dapur, tapi aku tidak tau kapan dia akan memakannya karena dia kembali lagi padaku dengan cepat.
"Kau tidak makan?" tanyaku, karena aku sedang menyuap nasi.
"Aku mual, nanti saja," jawabnya.
Farra akan mual bila memakan makanan lain selain dari yang dibawa dari rumah mertuaku. Dia akan selalu menolak makanan yang dibuatnya sendiri, tapi antusias dengan makanan yang dikirim dari rumah ibunya.
Kulanjutkan makan tanpa menawar lagi pada Farra, setelah selesai aku bawa piring kotor ke dapur dan mencucinya. Setelah dia hamil aku selalu membantunya mengerjakan pekerjaan rumah, termasuk cuci baju, piring dan menyapu. Aku tidak mau dia kelelahan.
Ketika sedang mencuci Farra datang, dia menghampiriku dan meminta izin untuk keluar ke rumah sepupuku. Rumah sepupuku berada di depan sana, hampir setiap hari Farra ke sana untuk sekedar mengobrol membuang jenuh.Aku biarkan dia pergi, dan melanjutkan kegiatanku mencuciku.
"Dimana makanan itu disembunyikan Farra?" gumamku sambil terus mencuci. Rasa penasaranku tidak bisa dibendung lagi, hari ini aku harus menemukan makanan itu dan melihatnya. Selama ini aku berpura-pura tidak peduli, padahal hatiku sangat heran dan penasaran.
Setelah semua perabot kotor bersih, aku bergerak mencari makanan itu. Tapi semua sudut dapur telah kugeledah tempat makanan itu tidak nampak juga."Dimana dia menyembunyikannya?" gumamku sambil terus mencari.
Aku mencari dengar tergesa, berpacu dengan waktu karena bisa saja Farra pulang dan memergokiku. Hampir semua barang yang ada di dapur kuperiksa yang terbuka dan tertutup, tapi apa yang kucari tidak ketemu juga. Benda itu seolah hilang ditelan bumi.
Karena lelah, aku duduk dan bersandar di tembok dapur. Secara tidak sengaja mataku menangkap sesuatu, plastik berwarna merah itu tersembul di atas lemari gantung atas kompor. Tempat yang tak pernah aku jamah karena tinggi dan merasa Farra tak mungkin meletakkannya di sana.
Tanpa membuang waktu, aku bergerak naik ke meja beton tempat kompor lalu mengambil plastik merah itu. Setelahnya aku turun dan menimang plastik itu sambil bergumam."Apa isinya, mengapa harus disembunyikan di tempat setinggi itu?"
Memikirkan bagaimana Farra meletakkannya aku menjadi cemas, bukankah dia sedang hamil muda. Mengapa nekat memanjat, tak takutkah terpeleset dan jatuh. "Ohh, Farra. Kau ada-ada saja!" gumamku kesal.
Kembali mataku fokus menatap plastik merah di tangan, rasa ingin tau mendesak hati hingga akhirnya aku membukanya juga. Aroma yang begitu nikmat mengusik penciuman begitu tempat makan itu terbuka, baunya benar- benar membuatku tak tahan ingin memakannya segera.
"Lauk apa, ini?" gumamku sambil bergerak mengambil sendok.
"Inikan pare, tapi mengapa aromanya seenak ini," gumamku lagi sambil menyendok potongan pare yang ada di dalam plastik. Aku terus menyendok, hingga sendokku mengangkat sesuatu.
"Lho, ada dagingnya. Pantesan saja aromanya enak, ternyata dicampur daging," gumamku lagi.
Kuangkat sendok yang berisi potongan daging, nafsu untuk mencicipi begitu kuat. Bahkan air liur hendak menetes, aku tak tahan ingin mencobanya barang sesendok. Akan tetapi sebelum sendok berisi potongan daging masuk ke mulutku, aku melihat ada sesuatu yang aneh.
Kutarik cepat sendok lalu meneliti isinya."Apa ini?" Aku bergidik ngeri, ketika menyadari seperti ada potongan ujung jari kecil diantara daging yang hendak kumakan.
Tak mau berpikir aneh terlalu jauh, aku menuju jendela ingin memastikan penglihatanku, aku ingin meneliti lebih jelas apa yang aku lihat. Ketika sedang menunduk memeriksa apa yang kulihat tadi, terdengarlah suara Farra, dia tiba-tiba datang.
"Kak Arafi, apa nyucinya belum selesai?"
"Celaka!" gumamku. Aku panik tak tau harus berbuat apa, sementara itu derap langkah Farra terdengar sangat dekat.
Bersambung.
Tunangan Lena adalah pria yang menyerupai iblis. Dia tidak hanya berbohong padanya tetapi juga tidur dengan ibu tirinya, bersekongkol untuk mengambil kekayaan keluarganya, dan kemudian menjebaknya untuk berhubungan seks dengan orang asing. Untuk mencegah rencana jahat pria itu, Lena memutuskan untuk mencari seorang pria untuk mengganggu pesta pertunangannya dan mempermalukan bajingan yang selingkuh itu. Tidak pernah dia membayangkan bahwa dia akan bertemu dengan orang asing yang sangat tampan yang sangat dia butuhkan. Di pesta pertunangan, pria itu dengan berani menyatakan bahwa dia adalah wanitanya. Lena mengira dia hanya pria miskin yang menginginkan uangnya. Akan tetapi, begitu mereka memulai hubungan palsu mereka, dia menyadari bahwa keberuntungan terus menghampirinya. Dia pikir mereka akan berpisah setelah pesta pertunangan, tetapi pria ini tetap di sisinya. "Kita harus tetap bersama, Lena. Ingat, aku sekarang tunanganmu." "Delon, kamu bersamaku karena uangku, bukan?" Lena bertanya, menyipitkan matanya padanya. Delon terkejut dengan tuduhan itu. Bagaimana mungkin dia, pewaris Keluarga Winata dan CEO Grup Vit, bersamanya demi uang? Dia mengendalikan lebih dari setengah ekonomi kota. Uang bukanlah masalah baginya! Keduanya semakin dekat dan dekat. Suatu hari, Lena akhirnya menyadari bahwa Delon sebenarnya adalah orang asing yang pernah tidur dengannya berbulan-bulan yang lalu. Apakah kesadaran ini akan mengubah hal-hal di antara mereka? Untuk lebih baik atau lebih buruk?
Kulihat ada sebuah kamera dengan tripod yang lumayan tinggi di samping meja tulis Mamih. Ada satu set sofa putih di sebelah kananku. Ada pula pintu lain yang tertutup, entah ruangan apa di belakang pintu itu. "Umurmu berapa ?" tanya Mamih "Sembilanbelas, " sahutku. "Sudah punya pengalaman dalam sex ?" tanyanya dengan tatapan menyelidik. "Punya tapi belum banyak Bu, eh Mam ... " "Dengan perempuan nakal ?" "Bukan. Saya belum pernah menyentuh pelacur Mam. " "Lalu pengalamanmu yang belum banyak itu dengan siapa ?" "Dengan ... dengan saudara sepupu, " sahutku jujur. Mamih mengangguk - angguk sambil tersenyum. "Kamu benar - benar berniat untuk menjadi pemuas ?" "Iya, saya berminat. " "Apa yang mendorongmu ingin menjadi pemuas ?" "Pertama karena saya butuh uang. " "Kedua ?" "Kedua, karena ingin mencari pengalaman sebanyak mungkin dalam soal sex. " "Sebenarnya kamu lebih tampan daripada Danke. Kurasa kamu bakal banyak penggemar nanti. Tapi kamu harus terlatih untuk memuaskan birahi perempuan yang rata - rata di atas tigapuluh tahun sampai limapuluh tahunan. " "Saya siap Mam. " "Coba kamu berdiri dan perlihatkan punyamu seperti apa. " Sesuai dengan petunjuk Danke, aku tak boleh menolak pada apa pun yang Mamih perintahkan. Kuturunkan ritsleting celana jeansku. Lalu kuturunkan celana jeans dan celana dalamku sampai paha.
WARNING!!! CERITA KHUSUS DEWASA 21+ Angga menganggap bahwa cara paling bagus untuk mengobati patah hati adalah bergelung seharian sambil merenungi segalanya. Sampai akhirnya dia hubungi Doni dan dimintai bantuan untuk menenangkan sepupu perempuannya, Riri. Meski terdengar konyol Angga akhirnya keluar dari cangkang untuk pertama kalinya, tanpa tahu bahwa itu adalah akal-akalan Doni semata untuk menghibur si pemuda dengan cara tergila. Hidup Angga sebagai seorang pria yang disia-siakan itu pun berubah seratus delapan puluh derajat setelah keperjakaannya diambil oleh Riri. Tahu rencananya berhasil, Doni pun menawarinya sebuah pekerjaan untuk menghibur para wanita kesepian yang membutuhkan pelepas stress. "Apa menurutmu aku terlihat seperti seorang gigolo?" kata Angga mencoba untuk membela diri. "Setelah melihatmu bisa menangani Riri dengan baik. Aku tahu kalau kau berbakat, dan kau adalah sang pemuas yang sempurna untuk calon klien kita," kata Doni lalu melemparkan segepok uang kepadanya. "Jadi kita sepakat kan?"
WARNING 21+‼️ (Mengandung adegan dewasa) Di balik seragam sekolah menengah dan hobinya bermain basket, Julian menyimpan gejolak hasrat yang tak terduga. Ketertarikannya pada Tante Namira, pemilik rental PlayStation yang menjadi tempat pelariannya, bukan lagi sekadar kekaguman. Aura menggoda Tante Namira, dengan lekuk tubuh yang menantang dan tatapan yang menyimpan misteri, selalu berhasil membuat jantung Julian berdebar kencang. Sebuah siang yang sepi di rental PS menjadi titik balik. Permintaan sederhana dari Tante Namira untuk memijat punggung yang pegal membuka gerbang menuju dunia yang selama ini hanya berani dibayangkannya. Sentuhan pertama yang canggung, desahan pelan yang menggelitik, dan aroma tubuh Tante Namira yang memabukkan, semuanya berpadu menjadi ledakan hasrat yang tak tertahankan. Malam itu, batas usia dan norma sosial runtuh dalam sebuah pertemuan intim yang membakar. Namun, petualangan Julian tidak berhenti di sana. Pengalaman pertamanya dengan Tante Namira bagaikan api yang menyulut dahaga akan sensasi terlarang. Seolah alam semesta berkonspirasi, Julian menemukan dirinya terjerat dalam jaring-jaring kenikmatan terlarang dengan sosok-sosok wanita yang jauh lebih dewasa dan memiliki daya pikatnya masing-masing. Mulai dari sentuhan penuh dominasi di ruang kelas, bisikan menggoda di tengah malam, hingga kehangatan ranjang seorang perawat yang merawatnya, Julian menjelajahi setiap tikungan hasrat dengan keberanian yang mencengangkan. Setiap pertemuan adalah babak baru, menguji batas moral dan membuka tabir rahasia tersembunyi di balik sosok-sosok yang selama ini dianggapnya biasa. Ia terombang-ambing antara rasa bersalah dan kenikmatan yang memabukkan, terperangkap dalam pusaran gairah terlarang yang semakin menghanyutkannya. Lalu, bagaimana Julian akan menghadapi konsekuensi dari pilihan-pilihan beraninya? Akankah ia terus menari di tepi jurang, mempermainkan api hasrat yang bisa membakarnya kapan saja? Dan rahasia apa saja yang akan terungkap seiring berjalannya petualangan cintanya yang penuh dosa ini?
Seri Terjebak - Episode I: Terjebak dengan sang CEO. Dibius pada suatu malam oleh mantan pacarnya, seorang pria misterius memanfaatkan tubuhnya dalam malam yang menyenangkan. Untuk membalas dendam, dia menikahi pria itu, dan memanfaatkannya. "Selama aku masih hidup, aku adalah istri sahnya, sedangkan kalian semua cuma wanita simpanan." Dia tetap bersikeras bahkan ketika pria itu terlibat dalam skandal dengan wanita lain. Akhirnya dia pergi setelah mengetahui bahwa pria itu telah mengkhianatinya lagi. Tetapi nasib membawanya kembali kepada pria itu beberapa tahun kemudian, yang membuatnya menjadi heran. Pria itu sudah mendapatkan apa yang diinginkan darinya, tetapi dia tidak mengerti mengapa pria itu masih ingin menyiksa dan menghantuinya.
Cerita ini banyak adegan panas, Mohon Bijak dalam membaca. ‼️ Menceritakan seorang majikan yang tergoda oleh kecantikan pembantunya, hingga akhirnya mereka berdua bertukar keringat.
© 2018-now Bakisah
TOP
GOOGLE PLAY