Unduh Aplikasi panas

Membangun Surga Bersamamu

Ena-Ena 21+

Ena-Ena 21+

Cerita pendek

5.0

Novel Ena-Ena 21+ ini berisi kumpulan cerpen romantis terdiri dari berbagai pengalaman romantis dari berbagai latar belakang profesi yang ada seperti CEO, Janda, Duda, Mertua, Menantu, Satpam, Tentara, Dokter, Pengusaha dan lain-lain. Semua cerpen romantis yang ada pada novel ini sangat menarik untuk disimak dan diikuti jalan ceritanya sehingga bisa sangat memuaskan fantasi para pembacanya. Selamat membaca dan selamat menikmati!

Bab 1 Nikmatnya Genjotan Majikan (part.1)

Marni menatap layar ponselnya dengan mata penuh nafsu, tersenyum senang ketika menemukan film dewasa yang baru diunduhnya. Kamar kecil yang terletak di sebelah garasi mobil milik majikan adalah tempat yang ia pilih untuk memuaskan hasratnya yang tak terbendung. Dengan kondisi usia yang sudah menginjak angka 30 tahun dan belum menikah, Marni tidak pernah kehilangan hasratnya untuk bercinta. Tubuhnya yang montok dan berkulit putih bersih, serta wajahnya yang manis, menjadi alasan kenapa dia sering kali merasa kesepian.

Sejak pindah ke Jakarta untuk mencari nafkah sebagai pembantu di rumah keluarga Tomas dan Tania, Marni telah menjadi saksi bisu dari kehidupan seksual majikannya. Tomas, pria atletis berusia 40 tahun dengan wajah tampan, dan Tania, wanita berusia 38 tahun yang sibuk dengan bisnisnya, ternyata memiliki kehidupan seksual yang sangat aktif.

Marni sering kali tanpa sengaja mendengar suara erangan halus dan desahan dari kamar majikan saat ia berada di dekatnya, kala Marni sedang melakukan pekerjaan rumah tangga seperti mengepel lantai atau merapikan barang-barang di sekitar kamar. Kemesraan di antara pasangan suami istri itu membuat selalu Marni berdegup kencang jantungnya, namun di saat yang sama, rasa iri menyelinap ke dalam pikirannya.

"Kapankah aku bisa merasakan kenikmatan seperti itu?" gumam Marni pada dirinya sendiri, sambil terus membenahi kamar tidurnya yang sederhana. Keinginannya untuk memiliki hubungan yang intim semakin menggebu. Namun, keberanian untuk mencari pasangan selalu tertahan oleh kenyataan hidupnya sebagai pembantu yang sibuk.

Setiap kali Tomas pulang ke rumah, hati Marni berdegup kencang. Melihat sosok tampan itu membuatnya tak bisa menahan getaran perasaan di dalam dirinya. Tomas, seorang pengusaha sukses, sering kali menghabiskan lebih banyak waktu di rumah daripada Tania. Hal ini menjadi peluang bagi Marni untuk melihatnya lebih sering, meski hanya dari kejauhan.

Hari-hari berlalu dengan rutinitas yang sama. Marni memberikan yang terbaik dalam pekerjaannya sebagai pembantu. Namun, ketidakpuasan dalam kehidupan pribadinya terus merayap di benaknya. Kegiatannya di kamar kecil itu menjadi pelarian, meski hanya untuk sementara.

Suatu hari, ketika Tania sedang dalam perjalanan untuk mengurus cabang perusahaannya di kota lain, Marni merasa kesempatan emas untuk mendekati Tomas. Dengan hati berdebar, ia menyiapkan alasan untuk berbincang-bincang dengan majikannya.

"Tuan Tomas, apa boleh saya membantu Anda dengan sesuatu?" ucap Marni sambil tersenyum manis ketika Tomas melewati lorong menuju ruang kerjanya di rumah mewah itu.

Tomas tersenyum ramah, "Ah, Marni, tidak perlu repot-repot. Saya hanya akan bekerja di ruang kerja saya sebentar saja koq."

"Baiklah, tuan. Kalau begitu, jika ada yang perlu saya lakukan, beri tahu saja," jawab Marni, mencoba menyembunyikan kegugupannya.

Seiring berjalannya waktu, Marni dan Tomas semakin sering berbincang-bincang. Marni menemukan kebahagiaan dalam setiap percakapan ringan mereka, meski kadang-kadang hatinya berdegup tak terkendali.

Tetapi, di balik kedekatan mereka, Marni tahu bahwa batas antara majikan dan pembantu harus tetap dijaga. Ia menyadari bahwa fantasi dan kenyataan adalah dua hal yang berbeda. Marni masih harus menjalani kehidupan sebagai pembantu yang menjaga rahasia dan berharap suatu hari dapat menemukan kebahagiaannya sendiri.

***

Malam itu, ketika gelap mulai menyelimuti rumah besar itu, Marni duduk di kamarnya yang sederhana. Suara gemuruh dari lantai atas menyusup masuk melalui dinding, mengingatkannya pada kemesraan di antara pasangan majikannya, Tomas dan Tania. Hati Marni berdebar-debar ketika terdengar erangan dan desahan dari kamar tersebut, menciptakan bayangan yang menggoda di dalam benaknya.

Dengan berani, Marni melangkah mendekati tangga yang menuju lantai atas. Setiap langkahnya terasa berat dan bergetar di setiap serat sarafnya. Di lantai atas, ia memperhatikan cahaya temaram yang keluar dari kamar majikan. Pikirannya melayang pada adegan yang tak terlihat di balik pintu tertutup.

Tomas, dengan keganasan dan keperkasaannya, merayu Tania dalam keintiman yang Marni hanya bisa bayangkan. Suara percikan kasar dan manja terdengar jelas, membuat Marni semakin tak tahan. Meskipun ia tahu ini adalah momen pribadi kedua majikannya, rasa iri dan keinginan untuk merasakan kehangatan itu sendiri meluap di dalam dirinya.

Marni kembali ke kamarnya, duduk di tepi tempat tidurnya yang sederhana, dan merenung. "Kenapa aku harus terus menyaksikan kebahagiaan mereka? Aku juga ingin merasakannya," bisiknya pada dirinya sendiri. Namun, dia tahu bahwa ini adalah batas yang tak boleh dilanggar.

Dalam kebingungan dan hasrat yang menggebu, Marni mulai merancang siasatnya. Dia memutuskan untuk memanfaatkan momen ketika Tania sering pergi ke luar kota untuk mengurus bisnisnya. Ia merasa ini adalah kesempatan emas untuk mendekati Tomas.

Hari-hari berlalu dengan rutinitas yang sama. Ketika Tania memberi tahu bahwa dia akan pergi ke luar kota untuk beberapa hari, Marni menyambut berita itu dengan senyum di wajahnya yang manis.

"Tuan Tomas, apakah ada yang perlu saya lakukan selama Ibu Tania pergi?" tanya Marni dengan ekspresi polosnya, mencoba menyembunyikan niat tersembunyi di balik senyumnya.

Tomas, yang tengah sibuk membaca koran, mengangkat pandangannya. "Ah, tidak ada yang istimewa, Marni. Hanya pastikan semuanya tetap rapi seperti biasa."

Marni menanggapi, "Baik tuan. Saya akan berusaha sebaik mungkin."

Saat Tania akhirnya berangkat, Marni merasa kegembiraan dan kegelisahan yang bercampur aduk. Dia tahu inilah waktunya. Dengan cepat, Marni mulai mengatur keadaan agar ia bisa lebih dekat dengan Tomas.

Malam itu, setelah pekerjaan rumah selesai, Marni menemui Tomas di ruang keluarga. "Tuan Tomas, bolehkah saya menawarkan secangkir teh?" tanyanya dengan senyum lembut.

Tomas menoleh, mengukur Marni dengan pandangan yang penuh perhatian. "Tentu, Marni. Terima kasih."

Marni segera pergi ke dapur, dengan hati yang berdebar kencang. Ketika ia kembali dengan segelas teh panas, mereka duduk bersama di sofa.

"Saya merasa agak kesepian, tuan. Terutama setelah Ibu Tania pergi," ujar Marni, sambil mencoba menciptakan ruang keakraban.

Tomas mengangguk. "Ya, memang agak sunyi tanpa Tania di sini. Bagaimana denganmu, Marni? Apa kamu juga merasa kesepian?"

Marni menatap Tomas dengan mata yang penuh keinginan. "Terkadang, tuan. Hidup saya agak monoton."

Tomas tersenyum, "Kamu adalah bagian yang penting dari rumah tangga ini, Marni. Bagaimana jika kita membuatnya lebih menarik?"

Sesaat setelah Tomas mengajukan pertanyaan tersebut, atmosfir di ruangan itu berubah. Marni bisa merasakan ketegangan dan keinginan yang tak terucap di antara mereka berdua. Tomas melihat Marni dengan mata yang penuh nafsu, seolah-olah membaca keinginan tersembunyi di balik senyumnya.

Marni menggigit bibir bawahnya, mencoba menahan detak jantung yang semakin cepat. Hatinya berkecamuk dalam perasaan antara hasrat yang lama terpendam dan ketakutan akan konsekuensinya. Namun, ketika Tomas memberi isyarat bahwa Tania tidak akan pulang, keberanian Marni tumbuh.

"Kenapa tidak, tuan?" ucap Marni dengan suara yang lembut, membuatnya terdengar lebih menggoda.

Tomas bangkit dari sofa dan mengulurkan tangannya ke arah Marni. "Mari, kita coba membuat malam ini lebih berkesan."

Dengan ragu, Marni menerima tangan Tomas, dan keduanya beranjak menuju lantai atas. Tomas membawa Marni melewati koridor mewah menuju kamar utama, tempat tempat dimana keintiman terlarang itu akan terjadi.

Mereka memasuki kamar yang dihiasi dengan selimut sutra dan lampu gemerlap. Udara penuh dengan aroma keharuman kamar parfum mewah. Marni bisa merasakan ketegangan di udara, namun, keinginan dalam dirinya membuatnya tetap berdiri di sana dengan mata yang memancarkan hasrat.

Tomas berdiri di depan Marni dan menatapnya intens. "Kamu tahu, Marni, kadang-kadang hidup memerlukan momen yang spontan."

Marni hanya bisa mengangguk, tanpa kata-kata. Tomas kemudian meraih wajah Marni dengan lembut, menyapu rambutnya ke belakang dan mencium bibirnya. Marni merasa dunianya berputar saat bibir mereka bertemu. Desahan lembut keluar dari bibir Marni, menciptakan dentingan erotis di dalam kamar itu.

Dalam perlahan, Marni merasakan Tomas membimbingnya ke tempat tidur yang mewah. Mereka terlibat dalam keintiman yang telah lama terpendam. Pakaian-pakaian terlempar tanpa ragu, dan tubuh telanjang mereka pun menyatu dalam alunan keinginan dan nafsu. Malam itu menjadi saksi dari rahasia terlarang yang melibatkan majikan dan sang pembantu.

Lanjutkan Membaca
Surga Dunia Ibu Kandung

Surga Dunia Ibu Kandung

Romantis

4.5

Tanpa membantah sedikit pun, aku berlutut di antara sepasang paha mulus yang tetap direnggangkan itu, sambil meletakkan moncong patokku di mulut kenikmatan Mamie yang sudah ternganga kemerahan itu. Lalu dengan sekuat tenaga kudorong batang kenikmatanku. Dan …. langsung amblas semuanya …. bleeesssss

Aku Membenci Setiap Detik Bersamamu

Aku Membenci Setiap Detik Bersamamu

Romantis

5.0

Dunia Alira Evangeline Moore runtuh dalam sekejap, ketika pria yang selama ini ia percayai-Damian Crestfall, pewaris tunggal Crestfall Group, konglomerasi hiburan terbesar di negeri itu-mengatakan sesuatu yang membuat napasnya tercekat. Setelah tujuh tahun menjalin cinta yang penuh janji, Damian me

Gadis Nakal Sang Bidadari Surga

Gadis Nakal Sang Bidadari Surga

Romantis

4.8

Seorang gadis yang menjadi ratu dalam genk motor bernama The Wild Ants, dia adalah Ayana. Gadis yang di kenal pemberontak dan nakal yang akhirnya di kirim ke pesantren oleh Papanya. Tanpa di duga ternyata dia juga di jodohkan oleh seorang anak pemilik pesantren, bernama Gus Farhan. Perjodohannya ada

Cahaya Pelangi dari Surga

Cahaya Pelangi dari Surga

Romantis

5.0

"Sekarang kau bisa bahagia setelah dia pergi, Halilintar!" "Demi Tuhan, bukan ini yang kuinginkan!" Penderitaan tidak pernah surut menyelimuti Rubby. Siksaan ibu tiri selalu memberikan luka pada tubuh. Kehadiran Rain—sahabat Rubby, menguatkan dirinya. Rain menjanjikan cinta yang tulus. Keti

Surga Yang Direnggut Paksa

Surga Yang Direnggut Paksa

Romantis

5.0

Hasna pikir Menjadi Yang kedua mampu membuatnya bahagia, nyatanya itu adalah awal kehancuran Hidupnya karena telah jadi perusak dalam rumah tangga adik kandungnya sendiri.

Surga Terakhir yang Hilang

Surga Terakhir yang Hilang

Adventure

5.0

Ava menarik nafas panjang sebelum melepas penutup terakhir tubuhnya. Dan kali ini, yang hadir hanyalah ketelanjangan yang membebaskan, ketelanjangan yang membebaskannya dari pakaian kepalsuan yang menutupinya selama ini. Ava memejamkan mata, menikmati udara sore dan dingin air yang mengalir membasah

Kamu Milikku (Hasrat Gila bersamamu)

Kamu Milikku (Hasrat Gila bersamamu)

Miliarder

5.0

Thania diculik saat perayaan pesta ulang tahun. Kedua orang tuanya dibunuh dan ia dijadikan budak ranjang seorang mafia kejam. Akankah Thania berhasil membuat lelaki itu jatuh cinta dan membantu dirinya menyibak konspirasi keluarga?

Neraka di Matanya, Surga dalam Ciumannya

Neraka di Matanya, Surga dalam Ciumannya

Modern

5.0

Gabriela mengetahui bahwa pacarnya telah berselingkuh dan menganggapnya sebagai wanita murahan, sehingga dia melarikan diri dari rasa sakit hatinya dengan petualangan nekat. Pada suatu malam yang gelap dan menggoda, dia berada di atas tempat tidur bersama pria asing, lalu menyelinap pergi saat fa

Aku Bukan Don Juan

Aku Bukan Don Juan

Romantis

5.0

Apa salahku kalau memiliki postur tubuh tinggi gagah dan tampan, sudah gen turun temurun memiliki tubuh atletis tanpa kerja keras. Dengan pesonaku semua wanita sukarela membuka lebar kaki mereka, bukan aku yang minta tapi mereka yang mengajakku. Awalnya iseng lama kelamaan aku kecanduan ... Shit!!

AKU dan MAS DIREKTUR

AKU dan MAS DIREKTUR

Romantis

5.0

Perjodohan yang tak di harapkan membuat Ajeng bersikeras untuk melarikan diri menghindari pertunangan yang telah di tentukan. Namun, nasib mujur memang membuat Ajeng merasa dirinya telah menang. Lelaki yang di jodohkan tidak hadir di saat waktu yang telah di tetapkan.