Menikah dengan lelaki yang di cintai adalah impian setiap wanita. "Aku mau kamu menikah dengan Suamiku!" ucap Bella. Tante yang selama ini membesarkannya, meminta agar dia menikah dengan suaminya. Dapatkah Dania menerima permintaan itu?
Menikah dengan lelaki yang di cintai adalah impian setiap wanita. "Aku mau kamu menikah dengan Suamiku!" ucap Bella. Tante yang selama ini membesarkannya, meminta agar dia menikah dengan suaminya. Dapatkah Dania menerima permintaan itu?
Dania Fransisca di usianya yang ke 21 tahun telah menyelesaikan pendidikannya di Inggris. Gadis berparas cantik dengan rambut panjangnya itu kini akan kembali ke Kota asalnya. Kota di mana dia dilahirkan dan di kota itu juga dia harus kehilangan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Perpisahan kedua orang tuanya membuatnya hidup seorang diri. Tidak ada di antara keduanya yang mau membawa Dania ikut bersama dengan mereka.
Seperti sampah yang terinjak dan terbuang itulah yang dirasakan Dania saat hari kelahirannya yang ke tujuh tahun. Semua bagai mimpi buruk yang menghancurkan jiwa dan raganya. Hingga pada malam di mana dia tidur sendirian tanpa seorang pun dari orang tuanya yang mempedulikkannya. Mereka pergi begitu saja . Seorang perempuan dengan mantel tuanya datang merengkuh Dania ke dalam pelukannya. Bagai cahaya malaikat itu datang memberikannya secercah harapan untuk hidupnya. Malaikat itu bernama Bella Wijaya adik bungsu dari Frans Wijaya -ayahnya Dania.
Bella Wijaya gadis berparas cantik dan menawan bekerja di dunia hiburan sebagai aktris pembantu. Dia harus rela banting tulang demi keponakannya yang bernama Dania. Rasa bersalahnya pada keponakannya itu harus di tanggungnya. Bagaimanapun juga perpisahan Ayahnya Dania adalah murni kesalahannya. Dia menebusnya dengan segala cara yang dia bisa.
***
"Tante, aku sudah tiba di bandara," ujarnya sambil melangkah meninggalkan burung besi yang telah membawanya kembali ke negaranya.
"Hmm ... tante sedang bekerja , kamu pakai taksi saja . Aku akan mengirimkan alamat melalui pesan singkat." Bella memberitahukan keadaannya yang sedang sangat sibuk sekarang . Ponselnya pun langsung dia matikan setelah menerima telepon dari keponakan tersayang nya itu.
Dania menghela nafas beratnya. Sudah lama dia meninggalkan tempat yang memberinya goresan luka yang menganga. Dania melangkah dan bertanya pada orang yang ditemuinya di bandara untuk mencari tempat yang biasa ada taksi dan sejenisnya.
Sebuah pagar bercat warna putih menjulang tinggi dua kali lipat dari tinggi tubuhnya. Dania terperangah dengan apa yang di lihatnya. "Apa Tante tidak salah mengirimkan alamat." gumamnya.
Yang benar saja, dulu mereka tinggal hanya di sebuah rumah kontrakan yang lebarnya tidak lebih panjang dari pagar yang ada di hadapannya sekarang. Dania membaca kembali alamat yang dikirimkan oleh tantenya dan menyandingkan dengan sebuah tulisan yang ada di samping kanan pagar rumah mewah tersebut. Jalannya benar, nomor rumahnya pun benar. Dania melangkah mendekat ke sisi pagar yang dia lihat ada sebuah pos jaga di dalam tidak jauh posisinya dari pagar itu sendiri.
"Permisi Pak, Apa ini alamat yang benar?" tanyanya pada seorang penjaga keamanan yang mendekat kearahnya dengan posisi Dania masih berada di luar pagar .
Penjaga keamanan yang memakai seragam khasnya itu menatap ke layar ponsel Dania. "Benar, ada perlu apa?"
Dania menjelaskan kepada penjaga keamanan kalau dirinya adalah keponakan Selvia namun penjaga keamanan itu tentu tidak begitu saja percaya. Dia mengambil ponsel yang ada di saku celananya dan menghubungi seseorang yang di panggilnya dengan sebutan 'Tuan'.
"Maaf nona, Tuan sedang ada di rumah jadi Anda tidak diperbolehkan untuk masuk." ucapnya dengan tidak enak hati.
"Tapi ,tante saya meminta saya ke sini." Protes Dania dengan rasa tidak percayanya.
Dania berulang kali memanggil penjaga keamanan yang meninggalkannya kembali ke pos jaganya, namun tidak juga penjaga keamanan itu mengabaikannya . Dania prustasi dan menelepon kembali tantenya namun ponselnya tidak dapat di hubungi.
Dania berjalan meninggalkan pagar besi yang tinggi itu dan mencari tempat berteduh di antara dedaunan pohon yang ada di pinggir jalan. Panas terik membuatnya dehidrasi dan ingin membeli minuman pelepas dahaga. Dania berjalan sambil menyeret kopernya dengan tangan kirinya. Matanya menatap ke sana-kemari mencari sebuah mini market. Namun yang di dapatinya hanya pepohonan di tepi jalan.
Dania berjalan cukup jauh namun belum juga dapat keluar, di sisi jalan masih terlihat pagar beton rumah besar tersebut.
Rumah yang sangat luas, hingga Dania harus terduduk di sisi jalan belum juga dinding pembatas rumah tantenya berakhir. Jalanan sepi tanpa sebuah kendaraan satu pun yang melintas . Rumah yang hanya satu buah itu terletak jauh dari pemukiman lainnya.
Suara mobil terdengar dari arah belakang, Dania sentak langsung bereaksi dan berencana menghadang mobil tersebut di tengah jalan.
Cttttt..
Mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi itu harus berhenti mendadak ketika seorang perempuan membentangkan kedua tangannya di tengah – tengah jalan.
Dania menutup rapat kedua netranya, tidak percaya aksi pertamanya langsung membuat mobil yang melaju berhenti mendadak di depannya.
Tanpa menunggu, Dania berlari menuju ke sisi bagian pengemudi dan mengetuk kaca mobil hingga pria yang di dalamnya menggeser kacanya ke bawah.
"Maaf tuan ,apa aku bisa ikut menumpang ke Hotel terdekat?" tanya Dania dengan penuh harap. Kakinya sudah tidak dapat lagi di ajak kerja sama.
Pria itu masih dengan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya, tanpa menghadap ke arahnya dia mempersilakan Diana masuk ke mobilnya. "Masuk!"
Dania berlari mengambil koper besarnya yang ada di tepi jalan dan membawanya ke dalam mobil bersama dirinya di kursi penumpang.
"Terima kasih Tuan, atas tumpangannya."
Pria yang masih dengan mode senyapnya melajukan mobilnya hingga keluar dari jalan rumah mewah. Pria yang mengemudikan mobil itu terlihat sangat tampan dengan bulu halus menghias di sekitar rahangnya membuatnya semakin gagah. Tidak dipungkiri paras tampan pria itu begitu mempesona dan berkarisma. Dania pun mengakui itu, namun dia tidak peduli. Yang terpenting baginya dapat keluar dari jalanan yang sepi itu. Dia perlu istirahat sekarang, raganya sudah begitu penat karena menempuh perjalanan panjang.
Mobil yang di tumpanginya berhenti di sebuah gedung . Dania membuka jendela kaca dan melihat ke arah gedung tempatnya berhenti sekarang. Bukan sebuah hotel yang di lihatnya tapi lebih seperti gedung apartemen.
"Tuan terima kasih telah mengantar saya." Dania menundukkan separuh tubuh dan juga kepalanya. Sangat berterima kasih karena telah di berikan tumpangan ,walau tidak tahu dia berada di mana sekarang yang penting baginya dia sudah keluar dari rumah milik tantenya .
Dania mencoba membuka pintu mobil namun masih terkunci. "Maaf Tuan , apa saya sudah boleh keluar?". Dania sangat bingung dengan pria yang dengan mode senyap itu. "mungkin saja pria itu ingin singgah sebentar disini." Benaknya ragu.
"Apartemen nomor 25."
Pria senyap itu menyerahkan sebuah kunci yang berbentuk kartu ke hadapannya. Dania sangat bingung dan juga takut kalau pria yang duduk di kursi pengemudi itu nanti akan melakukan sesuatu kepadanya.
"Ambil!" ucap pria itu dengan nada tinggi.
Dania dengan gemetar mengambil kartu dari tangan pria itu. Wajahnya memucat.
Gedung apartemen yang tinggi dan terlihat mewah dari luar. Dania pun belum sempat bertanya apa pun kepada pria yang mengantarkannya hingga kesini . Tanpa kecurigaan Dania masuk dan membuka pintu apartement yang didepannya tercetak angka 25.
Dania kegirangan ketika melihat isi apartement yang lengkap dan dengan view laut terlihat dari dinding kaca. Batinnya masih bertanya dengan penuh keraguan.
Cerita ini hanya fiksi belaka. Karanga author Semata. Dan yang paling penting, BUKAN UNTUK ANAK2. HANYA UNTUK DEWASA. Cinta memang tak pandang tempat. Itulah yang sedang Clara rasakan. Ia jatuh cinta dengan ayah tirinya sendiri bernama Mark. Mark adalah bule yang ibunya kenal saat ibunya sedang dinas ke Amerika. Dan sekarang, ia justru ingin merebut Mark dari ibunya. Gila? Tentu saja. Anak mana yang mau merebut suami ibunya sendiri. Tapi itulah yang sekarang ia lakukan. Seperti gayung bersambut, Niat Clara yang ingin mendekati Mark diterima baik oleh pria tersebut, apalagi Clara juga bisa memuaskan urusan ranjang Mark. Akankah Clara berhasil menjadikan Mark kekasihnya? Atau lebih dari itu?
Jam-jam yang terhangatkan sinar matahari membawa kasih sayang mereka yang berkilau, sementara malam-malam yang diterangi bulan membangkitkan hasrat yang tak terkendali. Namun, saat Vovo mengetahui bahwa orang yang dia cintai mungkin hanya memiliki waktu setengah tahun lagi, dia dengan tenang memberikan Jasmine berkas perceraian, sambil berbisik, "Ini hanya untuk penampilan; kita akan menikah lagi setelah dia tenang." Jasmine, dengan punggung tegak dan pipi kering, merasakan denyut nadinya terasa kosong. Pemisahan palsu itu menjadi permanen; dia diam-diam mengakhiri kehamilannya dan melangkah ke awal yang baru. Vovo tercerai berai, mobilnya melaju kencang di jalan, enggan melepaskan wanita yang telah dia buang, memohon agar dia menoleh sekali saja.
Warning 21+ Harap bijak memilih bacaan. Mengandung adegan dewasa! Bermula dari kebiasaan bergonta-ganti wanita setiap malam, pemilik nama lengkap Rafael Aditya Syahreza menjerat seorang gadis yang tak sengaja menjadi pemuas ranjangnya malam itu. Gadis itu bernama Vanessa dan merupakan kekasih Adrian, adik kandungnya. Seperti mendapat keberuntungan, Rafael menggunakan segala cara untuk memiliki Vanessa. Selain untuk mengejar kepuasan, ia juga berniat membalaskan dendam. Mampukah Rafael membuat Vanessa jatuh ke dalam pelukannya dan membalas rasa sakit hati di masa lalu? Dan apakah Adrian akan diam saja saat miliknya direbut oleh sang kakak? Bagaimana perasaan Vanessa mengetahui jika dirinya hanya dimanfaatkan oleh Rafael untuk balas dendam semata? Dan apakah yang akan Vanessa lakukan ketika Rafael menjelaskan semuanya?
Evelin, si "itik buruk rupa" yang tidak disukai keluarganya, dipermalukan oleh saudari tirinya, Paramita, yang dikagumi semua orang. Paramita, yang bertunangan dengan sang CEO, Carlos, adalah wanita yang sempurna-sampai Carlos menikahi Evelin pada hari pernikahan. Terkejut, semua orang bertanya-tanya mengapa dia memilih wanita "jelek" itu. Saat mereka menunggu Evelin disingkirkan, dia mengejutkan semua orang dengan mengungkapkan identitas aslinya: seorang penyembuh ajaib, ahli keuangan, ahli penilaian, dan genius AI. Ketika mereka yang telah memperlakukan Evelin dengan buruk menyesal dan memohon maaf, Carlos mengungkapkan foto Evelin yang memukau tanpa riasan, mengirimkan gelombang kejutan melalui media. "Istriku tidak membutuhkan persetujuan siapa pun."
Chelsea mengabdikan tiga tahun hidupnya untuk pacarnya, tetapi semuanya sia-sia. Dia melihatnya hanya sebagai gadis desa dan meninggalkannya di altar untuk bersama cinta sejatinya. Setelah ditinggalkan, Chelsea mendapatkan kembali identitasnya sebagai cucu dari orang terkaya di kota itu, mewarisi kekayaan triliunan rupiah, dan akhirnya naik ke puncak. Namun kesuksesannya mengundang rasa iri orang lain, dan orang-orang terus-menerus berusaha menjatuhkannya. Saat dia menangani pembuat onar ini satu per satu, Nicholas, yang terkenal karena kekejamannya, berdiri dan menyemangati dia. "Bagus sekali, Sayang!"
Warning !! Cerita Dewasa 21+.. Akan banyak hal tak terduga yang membuatmu hanyut dalam suasana di dalam cerita cerita ini. Bersiaplah untuk mendapatkan fantasi yang luar biasa..
© 2018-now Bakisah
TOP
GOOGLE PLAY