Kisah tentang vampire dan manusia yang saling jatuh cinta
Kisah tentang vampire dan manusia yang saling jatuh cinta
"MOM!!!" seru seorang bocah lelaki yang segera memeluk pinggang seorang perempuan muda. Perempuan muda bermata cokelat besar dengan rambut ikal berwarna senada tersebut terlihat kebingungan dan gugup, apalagi orang-orang di pusat perbelanjaan tersebut melihat padanya. Meski begitu, gadis tersebut tetap saja berbicara dengan nada lembut pada bocah lelaki itu.
"Kamu salah, aku bukan ibumu."
"Tidak, aku benar. Kamu adalah ibuku!" tegas bocah lelaki tersebut sambil memeluk makin erat.
"Cio, kamu di sini rupanya, kamu ini sedang apa? Ayo lepaskan dia sekarang!" tegur seorang pria yang bergegas menghampiri dan menarik tangan bocah lelaki itu. Namun sang bocah justru menangis keras sambil tetap memeluk gadis yang tengah bersamanya.
"Aku tidak mau, aku mau tetap dengan Mom!"
"She is not your mom!" gertak si pria dengan suara tidak kalah keras. Namun bocah lelaki tersebut tetap bersikeras. Ia bertambah memeluk erat si gadis.
***
Vania Valencia tidak menduga sebelumnya. Niat ia hanya berbelanja beberapa kebutuhan malah membuat dirinya kini menjadi pusat perhatian. Bocah lelaki yang tengah memeluk pinggangnya tersebut enggan melepas, bahkan memeluk makin erat, meski pria yang baru datang telah menarik tangan anak itu. Bocah lelaki bernama Cio itu justru malah menangis keras. Hal itu membuat Vania merasa tidak tega. Ia memang mudah tersentuh dengan tangisan seperti itu.
"Sudahlah, Tuan, tidak apa, biarkan saja dia bersamaku."
"Tapi, Nona, hal ini pasti akan merepotkanmu."
"Tidak apa, saya tidak merasa direpotkan. Saya malah akan senang jika bisa bermain dengannya."
Pria tersebut diam sejenak dan kemudian mengangguk.
***
Cio tengah asyik bermain di tempat permainan yang berada pada pusat perbelanjaan tersebut. Tadinya ia mengajak Vania, tetapi setelah beberapa saat Cio malah terlihat asyik bermain sendiri. Pria yang sebelumnya berdiri bersandar di dinding tidak jauh dari mereka mengawasi. Tubuh tegap dan wajah yang terbentuk sempurna dengan hidung mancung membuat para gadis dan perempuan muda tidak berhenti menatap dengan sorot kagum. Namun pria berdagu persegi tersebut tidak terlihat peduli. Tatapan matanya tertuju pada Vania dan Cio. Setelah Cio asyik bermain sendiri, pria tersebut melambaikan tangan untuk memanggil Vania mendekat. Dengan langkah tidak pasti, Vania segera menghampiri.
"Terima kasih telah mau mengurus Cio," ucap pria tersebut sebelum Vania berkata-kata.
"Tidak apa, ini juga hal yang menyenangkan."
"Kau pasti lelah dan ini juga menyita waktumu. Aku akan membayarmu sekarang."
"Tidak perlu, aku ...."
Vania belum selesai berkata-kata. Namun pria itu malah menggamit pergelangan tangannya dan setengah menyeret dia pergi dari sana.
"Eh, tunggu!" panggil Vania yang dengan tergopoh berjalan di belakang pria tersebut.
"Kenapa kita pergi? Bagaimana dengan Cio?"
"Tidak akan terjadi apa-apa padanya. Dia akan baik-baik saja."
"Tapi ...." Terbersit di benak Vania, apakah pria yang menarik tangannya itu benar-benar ayah Cio? Jika benar, kenapa pria tersebut begitu mudah meninggalkan putranya yang masih kecil?
"Jangan khawatir, tidak akan terjadi sesuatu padanya."
"Tapi ...."
"Jangan membantah lagi. Makin cepat aku membayarmu, makin cepat pula kita kembali pada Cio."
'Hah???' dengkus Vania dalam hati.
'Kenapa dia malah jadi mengancamku?'
"Kau ini bersikap sembarangan, bahkan tidak terlihat cemas meninggalkan Cio, apa dia bukan putramu?" tandas Vania tanpa bisa menahan diri.
"Jangan-jangan kau sengaja melakukannya? Kau disuruh menjaga anak itu, tetapi tidak mau bertanggung jawab, jadi kau merasa kesal dan sengaja meninggalkan dia. Lalu kau akan mengatakan pada keluarganya bahwa kau kehilangan dia. Benar, bukan?"
Pria yang menarik tangannya tersebut tidak menjawab. Pria itu kemudian malah mengambil beberapa helai pakaian dan mendorong Vania masuk ke dalam kamar ganti.
Jantung Vania tidak henti berdetak kencang saat pria itu mendorong dia ke dinding ruangan sempit tersebut. Kedua lengan kokoh pria tersebut mengungkung dia hingga dirinya tidak bisa untuk pergi. Tatapan mata yang begitu langsung pada dirinya dan embusan napas hangat membelai wajah membuat semburat rona dadu tidak urung juga muncul pada kedua pipi Vania. Wajahnya yang bersemu dan detak jantung yang begitu tidak terkendali membuat Vania berpikir bahwa pria di hadapannya juga pasti menyadari gejolak yang muncul pada dirinya. Namun pria tersebut tidak tampak berniat untuk menyingkir.
"Kau jangan terlalu sok tahu. Kalau tidak, aku akan membungkam mulutmu itu," ucap pria tersebut. Meski terdengar mengancam, tetapi telunjuk dia malah menyentuh bibir Vania hingga seperti tengah menggoda gadis itu.
"A-pa ... yang ...?"
"Ganti pakaianmu dengan ini!" suruh pria itu, memotong kata-kata tercekat Vania. Ia mengatakannya sambil mendorong pada Vania beberapa helai pakaian yang telah dia ambil sebelumnya.
"I-ni ... ti-dak ...."
"Kau mau mengganti pakaianmu atau aku yang akan menggantikan pakaianmu untukmu?"
***
Sekian menit berlalu dan Vania hanya berdiri diam di dalam kamar ganti tersebut. Tatapan matanya tertuju pada cermin besar yang berada depan dia. Jantungnya masih berdegup kencang. Vania adalah gadis yang introvert, ia tidak pernah dekat dengan pria mana pun, apalagi hingga begitu intim. Semburat dadu kembali mewarnai kedua pipi Vania ketika ia kembali teringat pada kedekatan ia dengan pria yang bahkan tidak ia tahu namanya tersebut.
'Apakah kau bodoh, Nia?' tegur suara hatinya. Vania menghela napas perlahan. Pria itu mungkin tidak memiliki pikiran lain padanya. Mereka bahkan tidak saling mengenal sebelumnya. Jadi rasanya tidak mungkin pria itu menyukainya. Vania tersenyum tipis, ia tidak pernah percaya cinta pada pandangan pertama, apalagi cinta tanpa saling mengenal.
"Apa kau sudah mencoba?" tegur suara di luar. Suara berat yang adalah milik pria tersebut. Vania tertegun. Ia kemudian teringat pada tumpukan pakaian yang diberikan pria itu padanya.
'Apa memang cinta pada pandangan pertama tidak ada? Tapi jika memang tidak ada, lalu kenapa ia memberiku pakaian-pakaian ini?'
Merasa bingung, Vania memutuskan berjalan keluar dari kamar ganti tanpa mencoba satu pun dari pakaian tersebut. Namun baru saja keluar, pria yang memberinya pakaian itu mendorong ia masuk kembali ke dalam.
"Kau tidak mencoba pakaian, apa benar-benar ingin aku yang menggantikan untukmu?"
"Aku bisa melakukannya sendiri, tapi kau harus memberitahuku kenapa memaksaku memakai pakaian-pakaian itu?"
"Aku hanya membayarmu. Kau sudah mau menemani Cio. Aku membayarmu dengan membelikanmu pakaian."
"Tidak perlu, aku tidak perlu dibayar," ucap Vania sambil kembali hendak melangkah keluar, tetapi pria itu segera mencekal tangannya.
"Kalau kau menolak, maka aku benar-benar akan menggantikan pakaianmu."
"Aku tidak membutuhkan pakaian seperti ini."
"Jadi kau tidak mau?" tanya pria tersebut sambil mengambil sehelai terusan berwarna putih. Tatapan matanya menatap lekat pada manik mata Vania. Ia juga melangkah maju, sementara Vania melangkah mundur. Namun dirinya kemudian tidak bisa mundur lagi karena ada dinding di belakang dia. Wajah pria tersebut mendekat. Embusan napas hangat kembali membelai pipi kiri Vania.
"Apakah kau benar-benar ingin aku yang mengganti pakaianmu?" tanyanya dengan suara berbisik.
Karin dan Vian, seorang idol, terpaksa menikah karena perjodohan,padahal mereka tengah berseteru karena Vian menganggap Karin sebagai pembawa sial bagi karirnya.
Seorang gadis yang terlatih untuk membunuh kini ia diperintah untuk melindungi seorang pria. Pria tersebut adalah seorang ilmuwan. Penemuan dia menyebabkan dirinya dalam bahaya. Dan pertemuan dia dengan gadis pembunuh bayaran meyebabkan bahaya lain di hatinya karena perasaan lain yang berkembang menjadi cinta.
Karena sebuah kesalahan, Liz memiliki anak dengan Caden, pria yang bahkan nyaris tidak ia kenal. Caden sendiri tidak tahu hal tersebut. Ia membenci Liz yang dianggap memang sengaja menjebak dirinya. Hingga Liz dan Caden kemudian kembali bertemu bertahun kemudian
Area 21+ KHUSUS UNTUK DEWASA!!! Novel ini merupakan galeri kumpulan cerpen panas yang sangat menarik dan layak untuk di baca. Berbagai kisah yang di suguhkan di dalamnya mampu membangkitkan hasrat. Sangat cocok di baca pada malam hari untuk mengisi waktu luang dan rasa kesepian. Siap menjadi panas dan berkeringat dengan novel ini? Ayo baca setiap babnya, di jamin seru dan memuaskan. Selamat membaca dan menikmati yaaa
Dua tahun setelah pernikahannya, Selina kehilangan kesadaran dalam genangan darahnya sendiri selama persalinan yang sulit. Dia lupa bahwa mantan suaminya sebenarnya akan menikahi orang lain hari itu. "Ayo kita bercerai, tapi bayinya tetap bersamaku." Kata-katanya sebelum perceraian mereka diselesaikan masih melekat di kepalanya. Pria itu tidak ada untuknya, tetapi menginginkan hak asuh penuh atas anak mereka. Selina lebih baik mati daripada melihat anaknya memanggil orang lain ibu. Akibatnya, dia menyerah di meja operasi dengan dua bayi tersisa di perutnya. Namun, itu bukan akhir baginya .... Bertahun-tahun kemudian, takdir menyebabkan mereka bertemu lagi. Raditia adalah pria yang berubah kali ini. Dia ingin mendapatkannya untuk dirinya sendiri meskipun Selina sudah menjadi ibu dari dua anak. Ketika Raditia tahu tentang pernikahan Selina, dia menyerbu ke tempat tersebut dan membuat keributan. "Raditia, aku sudah mati sekali sebelumnya, jadi aku tidak keberatan mati lagi. Tapi kali ini, aku ingin kita mati bersama," teriaknya, memelototinya dengan tatapan terluka di matanya. Selina mengira pria itu tidak mencintainya dan senang bahwa dia akhirnya keluar dari hidupnya. Akan tetapi, yang tidak dia ketahui adalah bahwa berita kematiannya yang tak terduga telah menghancurkan hati Raditia. Untuk waktu yang lama, pria itu menangis sendirian karena rasa sakit dan penderitaan dan selalu berharap bisa membalikkan waktu atau melihat wajah cantiknya sekali lagi. Drama yang datang kemudian menjadi terlalu berat bagi Selina. Hidupnya dipenuhi dengan liku-liku. Segera, dia terpecah antara kembali dengan mantan suaminya atau melanjutkan hidupnya. Apa yang akan dia pilih?
Seorang gadis SMA bernama Nada dipaksa untuk menyusui pria lumpuh bernama Daffa. Dengan begitu, maka hidup Nada dan neneknya bisa jadi lebih baik. Nada terus menyusui Daffa hingga pria itu sembuh. Namun saat Nada hendak pergi, Daffa tak ingin melepasnya karena ternyata Daffa sudah kecanduan susu Nada. Bagaimana kelanjutan kisahnya?
BACAAN KHSUSU DEWASA (21++) Namaku Pras. Umurku delapan belas. Dan aku suka wanita yang usianya dua kali lipat dariku. Mereka elegan, tenang, berpengalaman... dan jauh dari drama anak sekolah. Aku pikir ini hanya fase. Ternyata aku ketagihan. Tapi hidup nggak segampang fantasi. Ketika rasa suka berubah jadi candu, dan kenyataan tidak seindah khayalan, aku mulai bertanya-apa aku hanya mencari pelarian, atau... sesuatu yang selama ini tidak pernah aku dapatkan dari rumah? "Ketagihan STW" adalah cerita tentang nafsu, kehilangan, dan pertumbuhan-diceritakan dari sudut pandang remaja yang terlalu cepat dewasa.
Tunangan Lena adalah pria yang menyerupai iblis. Dia tidak hanya berbohong padanya tetapi juga tidur dengan ibu tirinya, bersekongkol untuk mengambil kekayaan keluarganya, dan kemudian menjebaknya untuk berhubungan seks dengan orang asing. Untuk mencegah rencana jahat pria itu, Lena memutuskan untuk mencari seorang pria untuk mengganggu pesta pertunangannya dan mempermalukan bajingan yang selingkuh itu. Tidak pernah dia membayangkan bahwa dia akan bertemu dengan orang asing yang sangat tampan yang sangat dia butuhkan. Di pesta pertunangan, pria itu dengan berani menyatakan bahwa dia adalah wanitanya. Lena mengira dia hanya pria miskin yang menginginkan uangnya. Akan tetapi, begitu mereka memulai hubungan palsu mereka, dia menyadari bahwa keberuntungan terus menghampirinya. Dia pikir mereka akan berpisah setelah pesta pertunangan, tetapi pria ini tetap di sisinya. "Kita harus tetap bersama, Lena. Ingat, aku sekarang tunanganmu." "Delon, kamu bersamaku karena uangku, bukan?" Lena bertanya, menyipitkan matanya padanya. Delon terkejut dengan tuduhan itu. Bagaimana mungkin dia, pewaris Keluarga Winata dan CEO Grup Vit, bersamanya demi uang? Dia mengendalikan lebih dari setengah ekonomi kota. Uang bukanlah masalah baginya! Keduanya semakin dekat dan dekat. Suatu hari, Lena akhirnya menyadari bahwa Delon sebenarnya adalah orang asing yang pernah tidur dengannya berbulan-bulan yang lalu. Apakah kesadaran ini akan mengubah hal-hal di antara mereka? Untuk lebih baik atau lebih buruk?
© 2018-now Bakisah
TOP
GOOGLE PLAY