Unduh Aplikasi panas

Untuk Reina

Pemuas Menantu dan Besan

Pemuas Menantu dan Besan

Romantis

5.0

PENUH KEJUTAN ENDING TAK TERDUGA. Khusus bagi mereka yang sudah pernah atau masih memiliki mertua atau menantu

Bab 1 Mayor Bagas - 1

Bagaskara Dharma, pria gagah berusia 59 tahun, biasa disapa Pak Bagas atau Mayor Bagas, melangkah keluar dari rumahnya, menghirup udara yang masih segar. Embun sudah tidak ada yang menempel di dedaunan. Di tangannya, sebuah senapan angin tergenggam santai, bukan untuk berburu sungguhan, hanya untuk mengisi waktu dengan sedikit keisengan.

Ia berjalan pelan, matanya menyapu ke sekeliling. Pepohonan rindang berdiri kokoh, suara burung-burung bernyanyi di antara dahan-dahan tinggi. Cahaya matahari menembus sela-sela daun, menciptakan pola bayangan yang bergerak pelan di tanah.

Pak Bagas mengangkat senapannya, membidik sebuah ranting kering di kejauhan. Ia menarik napas, menahan selama beberapa detik, lalu menarik pelatuk.

Pletak!

Ranting itu patah dan jatuh ke tanah. Ia menyeringai kecil, menikmati kepuasan sederhana dari tembakannya yang tepat sasaran.

Ia melanjutkan langkahnya, melihat seekor tupai kecil di cabang pohon, ekornya bergerak-gerak, sontak matanya menatapnya penuh waspada. Pak Bagas tersenyum, menurunkan senapannya. Ia bukan pemburu, dan pagi ini ia pergi bukan untuk membunuh.

Angin berembus pelan, membawa aroma rumput dan dedaunan. Pak Bagas terus berjalan, menikmati ketenangan limgkungannya, di antara alam yang hanya membalas keisengannya dengan bisikan lembut pepohonan.

Pak Bagas melangkah lebih jauh hingga tiba di tepian sungai kecil yang membelah hutan. Airnya jernih, mengalir tenang dengan suara gemericik yang menenangkan. Ia baru saja hendak duduk di atas batu besar, menikmati hari yang damai, ketika matanya menangkap sesuatu di seberang.

Seketika, tubuhnya menegang.

Di bawah rimbunnya dedaunan, tersembunyi dari jalur utama, ada sepasang manusia yang sedang melakukan sesuatu yang sangat mencurigan. Bersetubuh. Gerakan mereka begitu alami, liar namun intim, seakan dunia hanya milik mereka berdua. Kulit mereka berkilau oleh pantulan cahaya matahari yang menyelinap di antara ranting-ranting.

Gelombang kecil di permukaan air menunjukkan bahwa mereka mungkin sempat bermain di sungai sebelum semuanya berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih mendebarkan.

Pak Bagas tetap diam, bukan karena takut ketahuan, tapi lebih karena pemandangan ini begitu mengejutkan dan tak terduga. Ia bahkan tidak tahu siapa mereka, dari mana mereka datang. Apakah sepasang kekasih yang sengaja mencari ketenangan di alam? Atau mungkin pasangan terlarang yang memanfaatkan kesunyian tempat ini untuk melampiaskan hasrat?

Ia menelan ludah, tiba-tiba merasa seperti penyusup di sebuah adegan yang seharusnya bukan untuk matanya. Jari-jarinya menggenggam senapan angin lebih erat, bukan karena gelisah, tapi lebih karena dorongan naluriah sebagai Purnawirawan TNI alias Pensiunan Tentara untuk tetap siaga.

Pak Bagas menahan napas sejenak, lalu melangkah lebih dekat, berusaha tidak menimbulkan suara di antara semak-semak. Daun-daun kering di bawah kakinya sedikit berdesir, tapi suara gemericik air dan desahan halus dari pasangan di seberang tampaknya lebih mendominasi.

Dari celah dedaunan, ia mengintip, mencoba mengenali wajah mereka. Namun, masih belum terlihat jelas wajahnya.

Lelakinya tampak kekar, dengan rambut sedikit gondrong yang tergerai di bahunya, sementara perempuan itu memiliki tubuh ramping dengan kulit kecokelatan yang berkilau oleh sinar matahari. Sepertinya mereka bukan orang-orang yang pernah ia temui di kota sekitar.

Jantung Pak Bagas berdetak lebih cepat, bukan karena terangsang, tapi karena perasaan aneh yang menyusup dalam dirinya. Ada sesuatu yang begitu liar dan primitif dalam cara mereka bersetubuh, seakan mereka bagian dari alam itu sendiri, tanpa beban, tanpa peduli apakah ada orang lain yang akan melihat segala tindakan tak pantasnya.

Pak Bagas bisa saja berbalik pergi, meninggalkan mereka dengan privasi yang seharusnya tetap terjaga. Tapi nalurinya berkata lain. Entah mengapa, ia tetap berdiri di sana, mengamati dalam diam.

Pak Bagas masih berdiri di balik semak-semak, napasnya tertahan saat menyaksikan bagaimana pasangan itu larut dalam dunianya sendiri. Ada sesuatu yang ganjil dalam perasaannya, bukan sekadar rasa bersalah karena mengintip, melainkan sesuatu yang lebih primitif.

Matanya mengikuti gerakan mereka. Cara lelaki itu menyusuri lekuk tubuh pasangannya dengan penuh penghayatan, sementara perempuan itu menengadah, seolah menyerahkan diri sepenuhnya. Mereka begitu alami, seakan alam ini memang milik mereka. Pak Bagas berusaha memperhatikan wajah mereka, namun masih belum jelas.

Namun, tiba-tiba, sesuatu membuat bulu kuduk Pak Bagas meremang. Dari balik punggung lelaki itu, ia melihat sekelebat bayangan bergerak di antara pepohonan. Seperti mata yang mengintai. Sepertinya bukan hanya dia yang menyaksikan adegan ini. Ada orang lain di luar sana.

Pak Bagas segera merapatkan tubuhnya ke batang pohon, matanya menyipit, mencoba menelusuri siapa atau apa yang mengawasi dari kejauhan. Sensasi mencekam mengusik gairah yang sempat hadir, dan kini, ia lebih fokus pada satu hal-apakah pasangan itu dalam bahaya? Ataukah justru dirinya yang harus bersiap menghadapi sesuatu?

Pak Bagas masih menempel di batang pohon, napasnya berusaha dikendalikan. Dari celah dedaunan, ia kembali mengintip ke arah pasangan paruh baya yang masih tenggelam dalam pusaran gairah. Sang wanita menggeliat dalam pelukan pasangannya, jemarinya mencengkeram rerumputan, sementara bibirnya merekah, mengerang dalam kenikmatan yang semakin memuncak.

"Mas Badriiiii... ahh... Mas Badriii..."

Jantung Pak Bagas berdegup keras. Tubuhnya menegang seketika.

Nama itu menggema di udara, menyusup ke dalam kepalanya seperti sesuatu yang tak terduga. Matanya menatap lekat wajah perempuan itu, bukan nama yang dia ingat namun samar-samar, merasa sangat familiar dengan suara itu. Namun, dalam keadaan seperti ini, sulit baginya untuk memastikan.

Setelah sekian menit, pasangan itu akhirnya mencapai puncak. Napas mereka tersengal, gerakan mulai melambat, dan setelah beberapa saat, mereka pun mulai berbenah. Dengan gerakan santai, pria itu menarik celananya, sementara sang wanita merapikan rambut dan mengenakan pakaiannya kembali, lengkap dengan kerudungnya.

Namun, rasa penasaran Pak Bagas terlalu kuat.

Ia melangkah keluar dari persembunyiannya.

Ranting kering yang terinjak di bawah kakinya berbunyi nyaring. Pasangan itu sontak menoleh, mata mereka membelalak begitu melihat sosok pria yang tiba-tiba muncul dari balik pepohonan-dengan senapan angin di tangannya.

"W-Who the hell-" si pria terkejut, langkahnya mundur waspada.

Sang wanita juga terdiam, wajahnya memucat saat mengenali siapa yang berdiri di hadapannya.

Pak Bagas tidak langsung bicara. Tatapannya menelusuri wajah si wanita itu yang kini kembali telah tertutup semua auratnya. Dengan jarak yang lebih dekat, semuanya menjadi jelas. Dan itu membuat dada Pak Bagas semakin bergemuruh.

Sang Komandan masih berdiri tegak, menahan denyut yang menggedor dadanya. Matanya menyipit, menelisik wanita yang kini berdiri kaku di hadapannya. Wajahnya tampak pucat, seperti orang yang tertangkap basah mencuri sekaleng cat di toko bangunan.

"Bu Hajah..." Suara Pak Bagas serak, menghambur bersama angin sore.

Wanita berusia 40 tahun itu menelan ludah, matanya berkedip cepat, seolah mencari cara untuk menghindari situasi ini. Sementara itu, pria di sampingnya-yang diperkirakan berusia 30 tahun, memperkenalkan diri sebagai Badri dengan penuh percaya diri. Malah menyeringai kecil, ekspresinya tidak menunjukkan ketakutan sedikit pun.

"Kenapa? Lihat-lihat begitu? Kau kenal dia?" Badri bertanya santai, melirik wanita itu dengan nada bangga.

Pak Bagas mengabaikannya, fokusnya hanya pada wanita itu. Kini ia semakin yakin, wanita itu adalah Bu Hajah Soraya, istri kedua Pak Haji Fuadi-pemilik toko bangunan sekaligus besannya, atau mertua Niken, anak sulungnya selama lebih dari 15 tahun.

Meski begitu, Pak Bagas memang belum terlalu akrab dengan Bu Soraya. Ia lebih sering berurusan dengan Bu Hajah Linda, istri pertama Pak Fuadi, karena memang Bu Hajah Linda lah ibu dari Zaki, suaminya Niken, alias menantunya. Hanya pernah beberapa kali ia bertemu Bu Soraya di toko matrialnya yang baru.

"Bu Hajah istrinya Pak Haji Fuadi, kan?" Pak Bagas akhirnya membuka suara, untuk memastikan. Nadanya lebih rendah, hampir tak percaya dengan apa yang baru saja ia saksikan.

Bu Soraya tersentak. Bibirnya terbuka seolah ingin membantah, tapi tak ada kata-kata yang keluar.

Badri terkekeh, melipat tangan di depan dada. "Wah, terkenal juga ya Bu Hajah? Dengar, Bung," katanya dengan nada meremehkan, "kami hanya bersenang-senang. Tidak ada yang perlu diributkan."

Pak Bagas mengencangkan rahangnya. "Dan kamu... Badri. Saya pernah dengar namamu. Preman parkiran di kecamatan sebelah, kan?"

Badri mendengus, matanya menyipit menilai Pak Bagas dari atas ke bawah. "Ya, jadi mau sok jadi pahlawan di sini?"

Pak Bagas mengabaikan sindiran itu. Matanya masih tertuju pada Bu Soraya, yang kini menunduk, menggigit bibirnya sendiri. Ada ketakutan di wajahnya, atau mungkin rasa bersalah?

"Kamu tinggal di mana?" Pak Bagas bertanya lagi, kali ini suaranya lebih dingin.

Badri mengangkat dagu ke arah pepohonan di seberang sungai. "Rumah gue di atas sana. Kami hanya menghabiskan waktu bersama di sini. Lu ini siapa, sih? Sok kenal, sok ngatur? Tentara atau Polisi?"

Pak Bagas tidak segera menjawab. Pikirannya masih berputar, mencoba memahami situasi ini. Bagaimana bisa istri kedua besannya yang dalam kesehariannya sangat naggun dan syar'i, bersama seorang tukang parkir atau mungkin preman lokal yang jauh dari kata tampan?

Ada sesuatu yang tidak beres.

Pak Bagas masih berdiri di sana, senapan angin tergenggam erat di tangannya. Bu Soraya masih menunduk, jilbabnya acak-acakan menutupi sebagian wajahnya yang memerah karena malu dan panik. Sementara Badri, pria dengan rahang kasar dan mata penuh curiga, berdiri tegak, seolah siap menghadapi ancaman apa pun.

Suara angin berbisik di sela dedaunan, menggiring keheningan yang semakin menekan. Hanya suara napas mereka yang terdengar berat dan tertahan.

"Saya cuma lewat," suara Pak Bagas akhirnya terdengar, tenang namun dingin.

Bu Soraya mendongak, sorot matanya memohon. Badri mengepalkan tangannya di sisi tubuhnya.

Pak Bagas menatap mereka bergantian, membiarkan kesunyian berbicara lebih lama. Ada kekuatan dalam diam, dan dia menikmatinya. Dia bisa saja bicara banyak, bisa saja menghakimi, atau bahkan melontarkan ancaman serta menyeret mereka ke pihak berwajib. Tapi tidak.

Ia hanya membiarkan dua insan mesum itu tenggelam dalam ketakutan mereka sendiri.

"Lain kali, pilih tempat yang lebih aman, Bu Hajah." Itu saja kalimat terakhirnya, kemudian berbalik dan melangkah pergi, membiarkan tanah basah di bawah sepatunya mengisyaratkan keberadaannya yang perlahan menjauh.

Pak Bagas tiba di rumahnya, melemparkan senapan angin ke atas meja kayu di teras, lalu melepas kaos dan celana panjangnya yang sudah basah oleh keringat dan embun pagi. Napasnya masih sedikit berat, bukan karena lelah, tapi pikirannya terus berputar.

Apa yang membuat Bu Soraya memilih pria seperti itu untuk berselingkuh?

Sudah habiskah pria yang lebih tampan?

Mengapa harus melakukannya di semak belukar yang bersiko tinggi?

Bagaimana kalau ada ular berbisa?

"Dunia ini benar-benar penuh misteri."

^*^

Lanjutkan Membaca
OBSESI CINTA UNTUK NADEEVA

OBSESI CINTA UNTUK NADEEVA

Romantis

5.0

Sinopsis OBSESI CINTA UNTUK NADEEVA Kisah RHENO, yang jatuh cinta pada pandangan pertama pada sosok NADEEVA ibu tiri sahabatnya, adalah seorang wanita cantik yang kisah hidupnya dipenuhi kejadian dramatis serta tragedi yang membuatnya menjadi sebatang kara diusia yang masih belia. Pesona RHENO, te

Istri Untuk Warisan

Istri Untuk Warisan

Romantis

5.0

Seharusnya malam itu mereka sudah bercerai. Namun nyatanya, sang suami menolak dengan keras hanya karena satu alasan. "Kau bahkan menghabiskan waktu kurang lebih hanya sembilan bulan denganku dalam tiga tahun ini. Tidak ada yang spesial." "Ada," tegasnya membuat Launa menelan ludah. "Mau kau b

Cinta Untuk Farisa

Cinta Untuk Farisa

Romantis

5.0

Demi mewujudkan keinginan terakhir ibunya, Farisa si gadis desa, nekat pergi kekota, demi mencari keberadaan ayahnya. Siapa sangka, dalam perjalanan, ia bertemu pria baik yang bersedia membantunya. Ia berhasil bertemu ayahnya, tetapi apa jadinya, jika ada seorang yang sudah menggantikan posisinya,

Satu Malam Untuk Selamanya

Satu Malam Untuk Selamanya

Romantis

5.0

Claire, gadis cantik berusia 20 tahun, dijebak oleh Mia, sahabat yang memendam rasa iri kepadanya. Kejadian tak terduga membuat rencana Mia berantakan hingga Claire justru jatuh ke dalam hubungan satu malam dengan pria yang bernama Levin. Sayangnya, kejadian malam itu membuahkan hasil hingga Claire

Anak Untuk Kakak Iparku

Anak Untuk Kakak Iparku

Romantis

5.0

Demi mengetahui rahasai Almarhum suaminya, Kinan dengan egoisnya menerima ajakan Kakak Iparnya Yuan untuk menikah dan menjadi istri mudanya. Dan akhirnya, Kinan di puaskan oleh keingintahuannya tentang alasan mengapa selama hidup, sang Suami jarang pulang dan alasan dirinya yang tak pernah di sentu

Ibu untuk Yana

Ibu untuk Yana

Romantis

5.0

Sibuk menikmati status duda dan memiliki satu anak yang begitu cantik, enggak ada angin serta badai, Mama tercinta justru menjodohkan dirinya dengan seorang gadis polos berumur delapan belas tahun. Akankah ia terima, atau menolaknya??

Diculik Untuk Menjadi Ibu

Diculik Untuk Menjadi Ibu

Romantis

5.0

Alina Daryanov dikenal sebagai seorang profesional yang cerdas dan penuh ambisi. Dia memiliki karir yang gemilang, namun sering kali dicap sebagai wanita yang terlalu terfokus pada pekerjaannya dan tidak memiliki kehidupan pribadi. Meski usianya terus bertambah, Alina belum pernah menjalin hubungan

ASI untuk Pak Guru

ASI untuk Pak Guru

Romantis

5.0

"Tolong hisap ASI saya pak, saya tidak kuat lagi!" Pinta Jenara Atmisly kala seragamnya basah karena air susunya keluar. •••• Jenara Atmisly, siswi dengan prestasi tinggi yang memiliki sedikit gangguan karena kelebihan hormon galaktorea. Ia bisa mengeluarkan ASI meski belum menikah apalagi memilik

Istri Muda Untuk Suamiku

Istri Muda Untuk Suamiku

Romantis

5.0

Nayla Rahmawati terpaksa menikahkan suaminya dengan seorang gadis sholehah demi mempunyai keturunan. Pernikahannya yang menginjak angka delapan tahun tetapi, ia tak kunjung hamil. Mampukah Nayla berbagi suami dengan sang Madu? Ada apakah gerangan yang membuat Nayla tak kunjung hamil? Ikuti kisah r

Terlambat untuk Pengampunannya

Terlambat untuk Pengampunannya

Fantasi

5.0

Pria yang kucintai, pria yang akan kunikahi, memintaku untuk menyelamatkan nyawa saudara kembarku. Dia tidak menatapku saat menjelaskan bahwa ginjal Bella sudah rusak total. Lalu, dia menyodorkan surat pembatalan pertunangan kami di atas meja. Ternyata bukan hanya ginjalku yang mereka inginkan. Tu

PACAR SEWAAN UNTUK SEPEKAN

PACAR SEWAAN UNTUK SEPEKAN

Romantis

5.0

Anggia mendapat undangan reuni SMA. Akibat dulunya kurang populer di sekolah dan memiliki predikat sebagai gadis culun. Ditambah statusnya yang masih jomblo. Anggia berencana menyewa seorang pacar lewat biro jodoh untuk mengesankan teman-temannya. Dan mengubah penampilannya 180 derajat. Karena kepri

PELUKAN UNTUK LANIA

PELUKAN UNTUK LANIA

Romantis

5.0

Cita-cita Amara hanya satu, ingin membahagiakan keluarganya. Sangat klasik memang, tapi seperti itulah inginnya. Di saat Amara sedang menata kehidupannya yang tak lengkap, di saat itu pula banyak kejadian yang tak bisa ia hindarkan. Bertemu dengan ayah kandung yang sudah 'membuangnya' membuat luk

Madu Untuk Istriku

Madu Untuk Istriku

Romantis

4.8

"Ijinkan aku menikah lagi, Ren?" Dengan berkaca-kaca, Dani memamdang Reni. "Apa kamu yakin sanggup, Mas? Membimbing satu istri saja kamu nggak bisa, apalagi dua?" Tidak! Reni tidak mau dimadu. Tanpa sadar Reni mengelus perutnya. Berharap anak dalam kandungannya tidak mendengar keinginan gila ayahnya

Impian untuk Rian

Impian untuk Rian

Romantis

5.0

❝Kak Rian?❞ gadis bermanik hitam pekat itu menatap Rian dengan penuh tanda tanya. wajah cantik nan memikatnya menunggu jawaban dari Rian, ia yang masih memikirkan jawaban yang tepat untuk gadisnya. *•••••℘℘℘••••* ❝Hai kak Rian!❞ dengan penuh riang gembira gadisnya memanggil nam

Bidadari Untuk Tuan Mafia

Bidadari Untuk Tuan Mafia

Lainnya

5.0

Don Vincent Corleane, seorang ketua mafia yang dingin dan kejam. Dirinya harus menerima sebuah perjodohan yang telah direncanakan oleh Ayahnya dengan cucu seorang bangsawan. Silvana Aramazd, gadis bercadar yang lembut dengan dunianya yang sangat tenang. Perjodohan keduanya tak ubahnya sebuah simbios

PIALA UNTUK KAKAK

PIALA UNTUK KAKAK

Lainnya

5.0

Di hari yang penuh duka itu Adrian perlahan berjalan memasuki kamar Riana (adik satu-satunya yang baru saja pergi untuk selamanya) perlahan ia membuka pintu kamar yang penuh kenangan tentang kesalahannya pada sang adik "Ri... maafin kakak ya... kakak benar-benar menyesalinya" ucap Adrian yang perlah

Istri Untuk Suamiku

Istri Untuk Suamiku

Romantis

5.0

Fatma harus berkorban demi cintanya. Dimana ia mengidap kanker rahim stadium 4, dan tidak bisa memilki keturunan. Dia meminta suaminya untuk menikah lagi, sebab selain karena anak, Fatma juga harus merasakan sakit saat mengetahui jika suaminya tak pernah mencintainya. "Aku memang tak mencintaimu

KEJUTAN UNTUK HARI PERNIKAHAN

KEJUTAN UNTUK HARI PERNIKAHAN

Romantis

4.3

Aku, memiliki teman sekaligus sahabat bernama Ratna. Ia mengenalkanku, dengan seorang pria bernama Bagas. Kami pun akhirnya berhubungan dengan serius, sampai mau melanjutkan ke jenjang pernikahan. Rupanya Ratna dan Bagas, adalah pasangan kekasih. Mereka sengaja mendekatiku, demi untuk menguras hart

Malam Untuk Danira

Malam Untuk Danira

Romantis

5.0

Namaku Danira, aku bukan seorang pelakor, aku hanya seorang gadis desa yang merantau ke kota dan mencari rezeki di sana. Namun sayang, sesuatu hal telah menyeret aku pada sebuah pekerjaan yang tidak seharusnya aku lakukan. Tapi untuk keluar dari pekerjaan itu, aku tidak bisa karena aku sudah jatuh s

Tiga Miliar Untuk Semalam

Tiga Miliar Untuk Semalam

Romantis

5.0

Selena, seorang gadis muda berusia dua puluh dua tahun, terpaksa menanggung beban keluarga setelah ayahnya meninggal dan ibunya sakit keras. Hidup mereka yang serba kekurangan semakin terhimpit oleh tagihan hutang tiga miliar yang mengancam rumah satu-satunya akan disita. Kehilangan pekerjaan dan ta