img WANITA UNTUK MANUSIA BUAS Kisah Anindira  /  Bab 3 Pertemuan Pertama | 0.76%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 Pertemuan Pertama

Jumlah Kata:1029    |    Dirilis Pada: 06/05/2023

temuan

tanya ketika sedang memikirkan akan terus maju ata

ekitarnya saat ini. Meski berjalan perlahan karena masih merasa

g aneh di depan sana...'' keluh Anindira yang merasa

eraniannya. Menghirup nafas dalam-dalam s

ya. Melangkah maju atau pun berbalik. Tidak jelas... saat ini hanya ada pikiran positif kalau ada harapan akan adanya sungai di depan sana. Itu lebih b

a sedikit keberanian yang dimiliki Anindira. Tapi hal itu

angin berhembus menghampiri Anindira. Tubuh Anindira gemetaran mer

rena merasa kedinginan, ''Makin terasa suram di depan sana.

hal yang tidak jelas. Aku hanya akan terus men

p tapi juga sekaligus terus berkuta

uarkan air mata. Apa boleh buat, aku tersesat sendirian di hutan antah berantah. Saat

limuti pikiran Anindira. Saat ini di dalam otaknya tengah terj

pergi k

enakutk

u tidak tahu apa yang se

at petualangnya mene

otaknya. Keduanya beradu argumen di dalam kepalanya, tapi jiwa petu

ik pada dirinya sendiri di dalam hati, ''Jangan jadi pen

menyemangati hatinya a

. Dengan kesunyian hutan akan semakin mencekam ketika malam tiba. Kegelapan akan menjadikan

akhirnya terjawab salah

ir yang mengalir deras mul

ngan, ''Tidak salah lagi, itu suara aliran air...''

dengar oleh Anindira berasal dari sungai yang sangat besar. Hal baiknya adalah, mata Anin

biasa dingin. Berbeda dengan tempat sebelumnya, suhu dingin di sini terasa sangat menyakitkan seolah m

ta tubuhnya kesulitan beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang baru saja di masukinya, ''Apa ini, dadaku sesak... apa mung

HENT

ra. Suaranya terdengar datar, tapi terasa s

menambahkan peringatannya, ''Sebaiknya kau kem

gar dengan lebih jelas kalau itu memang ada seseorang yang sedang berbicara d

lagi karena Anindira tidak segera meres

ke belakang, bersiap lari hendak menghampirinya, "Tuan, tolong aku...'' panggil Anind

. Mulut Anindira menganga dengan mata yang terbelalak. Tubuh Anindira yang pendek membuat matan

gadahkan kepalanya untuk melihat wajah pria di hadapannya, ''H

itamnya yang panjang membuat tampilannya semakin samar dengan kabut tebal yang menghala

eperti ini, tapi dia bahkan tidak pakai baju! Dia hanya memakai bawahan berupa... kain atau kulit binatang?! Sepertinya tidak di jahit?!

diam di situ?!'' tanya pe

rkejut, dia bingung dengan a

knya kita segera pergi dari sini atau kau akan mati kedi

ti sebelumnya. Dia tidak tahu harus b

au aku cukup menakutkan tapi setidaknya aku tidak akan mencelakaimu,'' tambah pemuda itu sambil

jah bingung penuh tanya menatap pemud

img

Konten

img
  /  4
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY