img WANITA UNTUK MANUSIA BUAS Kisah Anindira  /  Bab 9 Saling Pengertian | 2.29%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 9 Saling Pengertian

Jumlah Kata:1051    |    Dirilis Pada: 06/05/2023

ing pen

ndira menyambut kedatangan

ahut pemuda itu melihat senyum lebar Anindira denga

bosan dan juga bungkusan yang di tebak Aninidra adalah makanan untuk mengisi

" tanya Anindi

pemuda itu sambi

ulangi mengikuti perkataan pemud

''Ma-kan,'' ujar pemuda itu

makan buah-buahan, ''Aku sangat lapar... Terima kasih sekali lagi,''

u-sedu. Tapi lihat sekarang..

a dengan mulutnya yang

sambil tersenyum, ''Kalau masih ku

tinya terasa lebih ringan sekarang. Keadaannya yang sekarang adalah sesuatu yang tidak terhindarkan olehnya. Tidak ada

buahan itu, tapi kau sama sekali t

mengerti apa yang dikatakan oleh pemuda itu. Mau tidak mau hanya wajah yang tam

pemuda itu lagi, ''Makan ini?'' tanya pemuda itu sambil menun

n kata demi kata, putus-putus,

hatikan pemuda itu, tapi dia kemudian se

juga cukup senang karena ternyata dia bisa menge

pemuda itu men

anya Anindira kemudian, '

sa memahami maksud masing-masing pihak. Mereka bica

i masih penuh bulu begit

l membuat tampang jijik menatap k

, lalu mengeluarkan batu pipih. Segera setelah itu, dia

mutilasi perut kelinci lalu merogoh dan mengeluarkan jeroannya. Anindira sendiri juga sering mengolah tupaiyang di buru bersam

annya, kau sudah bisa

kelinci, pemuda itu men

engan ekspresi jijik, ''I

pemuda itu salah dalam memahaminya, dia ke

ghentikan tangan pemuda itu yang hampir saja melempar hewan buruan di tangannya, ''Ada

a itu, dia tidak suka melihat perl

ung dengan tindakan Anindira, ''Aku melakukannya u

annya, sudah begitu, Anindira juga sangat

a kalau mau di buang?! Kau menangkapnya, itu artinya kau ingin memakannya

u dengan mudahnya membuang bahan makana

Mereka bersabar mencoba bijaksana

g paling duluan mengalah, ''Ak

jika kesalahpahaman berlanjut dan akan membuat mereka berd

Anindira yang ke

benar berusaha keras dan tulus ag

pemuda itu de

sa senang ketika akhirnya d

ng memahami satu sama lain meskipun komunikasi tidak berja

ni bentuknya bongkahan bukan pipih. Pemuda itu menghentakkan dua batu

ihat di wajahnya yang sudah konyol, ''Tuan, kau pintar...'' ujar Anindira tersenyum gembira karena maksudn

endu pada Aninidra, ''Selama dalam perjalanan, kami para pr

a yang kau

wajah memelas Anindira, ''Aku juga leb

li tidak mengerti apa

rkan, tung-gu

cara mendikte sambil menahan pundak Ani

meninggalkan Anindira di atas pohon. Tapi, selang beberapa m

u turun untuk meny

an mengambil dua ekor kelinci yang dibungkus daun yang lebar mir

mereka berbincang dan memutuskan untuk berk

a dirinya, ''Halvir... A-ku... Halvir... '' ujar p

... V

kemudian menunjuk

'Kau?!'' seru Halvir bertanya,

...'' ujar Anindira sambi

img

Konten

img
  /  4
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY