img Hasrat Berbahaya Sang Pewaris Duda  /  Bab 6 Memberi Pelajaran | 7.41%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 6 Memberi Pelajaran

Jumlah Kata:1604    |    Dirilis Pada: 28/07/2023

la di depanku, yang kini

u yang menggendong bayi kecilnya. Entah apa yang mereka percakapkan, yang jelas wanita bern

ih saja bertu

ati perannya sebagai ibu dan istri. Sedangkan Luki, suami yang kini berdiri

ada secercah iri yang

depan kakak", Shania menyentuh pundakku, menghal

move on? Asal kau tahu aja,

pundak Shania. Emak-emak lugu ini nampak

ggak semua perempuan punya daya t

k tiba-tiba?

waktunya kukenalkan sama-mu. Untuk s

buat pesta? Nggak

h membelalak kaget, seperti

k nikah sama monster. Paling nant

yang tidak menyukai konsep spritual, bisa kupastikan calon suamiku ini agnostik atau malah

uan yang tidak taat beribadah, sunggu

n kalian m

a biar semua lancar", pun

uarkan mobilnya dari lahan parkir. Entah dalam ra

n jauh, sampai akhirnya hilang dari pandangan. N

, cinta mungkin kurang tepat. Dia tergila-gila padaku, b

membuatku malah menikah dengan Roy dan

pulang. Kemana

u ke hotel aja dulu

ang pernikahan kami. Dia sendiri masih tinggal di Singapura hingga hari ini. Meski kam

tel? Ke ru

rtemukanku dengan mamak kami, "Tak usah mendebatku. Ka

engan kasar kutarik tas cangklongku yang masih ada ditangannya. Aku juga bi

gulah, iya kuantar ke ho

las aku menoleh ke belakang. Astaga! Nyaris tak bisa menahan tawaku, dia terl

"Segitu aja ngambek, percuma udah tua". Tak lama dia menekan kunci mobilnya, aku sudah be

saya terlambat

ap. Lagi-lagi dengan setelan gelap. Apa mereka ini ikut sekte

harus ik

a. Itu per

rbantahkan. Artinya, jika sedikit saja ada perlawanan, dia mungkin ta

seben

mpak sudah pias. Aku yakin betul jika saat ini d

Aku pamit dulu, nanti kutelepon ya",

ng tadi, berangsur tenang walau tatapan kh

rtampang mafia mencari kau? Bukan buronan

tak bisa bebas barang sekejap. Mau bagaimana lagi, ini sudah pilihanku. "Buka

ulihat orang-orang sudah mulai mengamati pria bersetelan hitam tadi.

Adikku itu masih tergugu di tempatnya, mengamati kepergianku sampai tak lagi bisa terli

t karena ada urusan mendadak", u

n sudah sepantasnya kau mendahulukan keperluan atasanmu. Aku nggak tahu urusan ap

nda benar", sa

h, pastilah pria ini sedang menguji, sejauh apa ambang batas sabarku. Kalau sedikit saja

dia ngelunjak, kau perhatian dia menjauh, k

h sampai", suara i

membukakan pintu lalu mengangkat barang bawaan yang tidak banyak. Kutatap sekilas apartemen yang menj

, kataku membuka percakapan

ya, Nyonya", s

kap yang berbeda. Kalau sikap dingin Edbert membuatmu segan padanya, maka si

ng

ahu kami sudah sampai di lantai lima. Ru

ukku. Hawa dingin seketika menyeruak begitu pintu yang kokoh itu terkuak. P

ntu saja didominasi warna monoton putih dan abu-abu gelap, seperti pemilik

ra dirinya sedang berada dalam salah satu episode film Korea. Sebisa mungkin kubuang sikap c

sih mau memeriksa usaha Tuan Hartono. Bel

yum dan berujar, "Bagus! Nanti akan kusampaikan pada beliau

yang mengucapkan terimakasih? Apa yang dilakukan Edwin ini semata-mata tugasnya sebagai

tugas saya sebagai bawahan belia

ngkin saja dia tak sudi lagi berlama-lama bi

dirinya hampir menabrak pintu

mudahan saja rasa malu yang menderanya hari

enambah musuh di situasi su

alam tas tiba-tiba bergetar.

h sam

kuketik k

na apart

i dengan ka

ungkin dia kesal juga dengan jawabanku yan

ukuran besar. Tak terasa tiga jam sudah berlalu sejak aku

berkurang. Namun begitu mata yang terpejam ini me

ini. Kalau butuh apapun, Anda bisa me

kenapa, firasatku bilang wanita paruh baya ini bukan sembarang pelayan. Yang paling penti

u. Panggil saja Shanty", ucapku

Bagaimanapun, Anda

depan orang luar. Kalau cuma kita berdua

agi, "Kalau begitu aku akan lancang menyebut namamu, Nak. B

Kalau begitu aku pamit dulu, mau mandi", sahutku lagi sa

mengangg

amun jika ditelisik lebih dekat ada kilatan yang aneh di m

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY