img Terjebak Cinta, CEO Arogan  /  Bab 3 Sial Bertubi-tubi | 3.66%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 Sial Bertubi-tubi

Jumlah Kata:1206    |    Dirilis Pada: 06/10/2023

r potongan video yang menunjukkan seorang gadis keluar dari ruangan itu saat masih pagi buta. Namun, cctv itu tak menangkap wajah

nya. Ia tersenyum kecil melihat wajah sang Bos tampak tertarik dengan gadis da

wan memecah keheningan. Nevan tersad

asnya dingin. Sambil me

l Irwan dengan mena

tanya Nevan curiga. Ketika meliha

itakan hal ini pada Nyonya Besar? Saya yakin pasti gadis itu bu

ebih baik kita telusuri dulu identitas gadis itu. Setelah kita tau dia benar-benar orang jahat. Kita atur strategi untuk menang

tinggal bersama istri pendiri perusahaan Adiguna itu. Dan hal itu pula yang membuat Omah Dera sangat ketat menjaga Nevan. Sekaligus memberi pelajaran mengatur perusahaan seja

erniat menjebak anda, Pak?" balas Irwan

nje

engah. Lalu menggunakan foto-foto itu untuk ke

patnya kita harus tangkap gadi

iri-ciri khusus gadis itu, Pak. Jadi,

tu-satunya kunci ada pada gadis itu. Setelah dia tertangkap. Gue yakin kita bisa mendapatkan informasi tentang peneror gue selama ini," tambahnya. Ne

ependapat." Irwan

*

belum bisa melupakan kejadian beberapa saat yang lalu pun mendadak meneteskan air matanya. Ia sangat kenal kepribadian adik ibunya itu. Meskipun pekerjaannya tidak bisa disebut baik, tapi wanita itu selalu baik padanya. Ia hanya bernasib

Zee pun semakin sesegukan saat mengingat amarah Bibinya tadi. Ia sangat tau itu bukanlah sifat Bibinya yang sebenarnya. Se

? Maafkan Zee, Bik. Maafkan, Zee,' batin Zee sambil menyandarkan

r. Mungkin hal ini tidak akan

gukan pun akhirnya tertidur pulas karena kecapean. Tanpa Zee sadari seseorang yang duduk di sampingnya. Terus

nkan oleh kondektur bus kare

kata lelaki paruh baya itu sambil menepu

?" tanya Zee sembari meng

eluar!" Zee menatap ke tempat duduk lain dan memang suda

f saya ketidu

ar saja! Setelah itu

sesaat kemudian ia baru tersadar jika lembaran uang seratus ribuan itu tak ada lagi disana. Ze

na? Mana

api tetap tak menemukan apa yang dicarinya. "Ehms.... Maaf, Pak. Seper

ah lelaki itu

a ujung kaki dengan tatapan yang berbeda. Meskipun wajah Zee tampak sembab dan berantakan, tapi ia tetap terlihat can

h kamu!" kata lelaki itu sambil mencolek dagu Zee. Tentu, gadis itu

a, Pak! Atau saya te

ng dan bergabung dengan kesenangan kita. Jadi, teriak saja sesukamu, Manis!" balasnya menant

in

endapatkan sebu

pak. Tapi, pertama-tama. Izinkan saya me

pada Zee yang beranjak dari duduknya. Bak seekor singa kelaparan ia tak

menendang lelaki itu dengan cukup kuat sehingga terjungkal ke belakang. Zee cep

lelaki itu tak tak digubris Zee sama sekali. Karena ia

terminal. Ia pun memutuskan duduk di emperan toko sembari mengingat kembali kejadian demi kejadian naas yang suda

embawa uang sepeserpun. Hanya tersisa baju-baju dan alamat rumah t

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY