h sesuka hati tanpa mau meminta penjelasan lebih dulu. Putra tidak mau berbangga diri, tapi ia berkelahi karena m
mbat untuk mengusir karena acara sudah selesai, tapi itu tidak mengartikan Put
samping hotel, pergi begitu saja dan membi
pa yang sebetulnya terjadi di antara Candy dan Putra. Sebelumnya dua orang itu bersikap layaknya pasan
ta pulang dan membicarakan masalah ini di rumah," ujar Keisya yang tidak mau berdiri dan
gganguk menyetujui. "Ibu pulang dan beristirahatlah," kata Candy. D
maskan, hati hanya tidak tenang memikirkan sang putri menikahi Robert. Keisya tidak ma
," jawab Candy sete
ra sebelumnya. "Berjanji padaku kau tidak akan berkelahi dengannya di rumah." Keisya berpikir, bagaimana p
api nyatanya hanyalah sembarang menanggapi agar sang ibu berhenti cema
natap sang suami dan mereka berdua
Robert angkat bicara setelah memalin
bagai jawaban. "Hati-hati di jalan," kata wan
t dan Candy baru saling menatap. "Ayo pulang," a
tu hal yang Candy sadari sebelum melewati pintu depan yaitu tidak ada
epat untuk membuang perasaan cemas yang tidak seharusnya hadir. Candy sudah bert
mpermalukan atau menamparnya, oleh sebab
tu kembali setelah Candy. AC yang tidak dimatikan membuat ruangan terasa sangat se
akan terjadi pada pasangan setelah mereka sah menikah? Candy tidak mau menebak, tapi jawabannya sudah terlalu jelas
rpikir. Jantung berdebar sangat kencang sampai-sampai mata terpejam erat tanpa perintah. Candy berpikir sang suam
liki hubungan yang sangat baik selayaknya anak dan ibu sungguhan. Candy ingat Robert selalu melempar sen
a menebak bahwa Robert masih merasa kehilangan dan menjadi pendiam adalah hal yang w
yang Robert lontarkan. Kini, Candy merasakannya dengan jelas, sorot mata Robert yang memancarkan sesuatu
an enggan terlepas. Dua bola mata Robert dipenuhi oleh amarah dan rahangnya mengeras
erkesan penuh dengan dendam. "Kau membuat aku kehilangan istriku,
di wajah Robert bahwa diri ini telah memasuki masalah besar, sepertinya lebih buruk dari kandang buaya.
gin melihat Putra dan kau tersiksa, siapa ya
i dari raut wajah tegas yang terpampang, sepertinya sang suami tidak berbohong. Padahal diam-diam Candy mengh
rkejut pada perubahan sikap Robert yang mendadak, otak sudah harus terus berputar. Robert jelas berkata bahwa dia
ert untuk balas dendam, siapa yang sangka ternyata Robert pun menaruh dendam padanya? Candy menel
itam pekat Robert masih mengawasi dengan tajam bagai hewan buas yang tengah mem
menjatuhkan tubuh Candy di atas ranjang, dengan cepat Robert sudah berpindah di atasnya.
ngkan dengan tenaga yang mampu Robert keluarkan. "Lepas-ugh!" Tangan kecil yang ditarik terlalu kasar meny
kemudian mengingatkan, "Kau sebaiknya bersiap-si

GOOGLE PLAY