img BONEKA PEMUAS CEO  /  Bab 2 Bermalam Dengannya | 40.00%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 2 Bermalam Dengannya

Jumlah Kata:1117    |    Dirilis Pada: 01/09/2026

mbah teguran keras dari ibunya, membuat Zay semakin cemas. Ibunya menegaskan agar Zay tidak mendekati rumah itu lagi, apalagi setelah Gibso

rannya. Gadis itu semakin tertekan dengan situasi keuangannya, dan Zay merasa bersalah karena tidak bisa membantunya lebih jauh.

a telah bebas tetapi harus tetap hadir ke sekolah sebelum pengumuman kelulusan dan hari li

mewah terparkir tidak jauh dari gerbang sekolah. Mobil itu begitu mencolok dengan cat

ng kuat terpancar dengan jelas. Para siswa di sekitar mereka saling berbisik, penasaran dengan siapa pria itu dan apa tujuannya berada di

a tersebut mengangkat tangannya dan memberikan isyarat kepada Zay untuk mendekat. Zay, yang

Mingmei mengangguk, berdiri di

ulang. Namun, Mingmei hanya menolak dengan sopan, tidak ingin terlibat dalam percakapan yang tida

ata hitamnya, merasa terganggu oleh para siswa yang mengelilingi ga

a, Gibson memalingkan pand

n nada penuh penyesalan. "Aku tidak bermaksud lancan

adian pada hari itu. Zay takut kedatangan Gib

i di wajahnya. "Aku tertarik dengan tawaranmu saat di ru

yang dingin, sehingga Zay terkejut. Dia merasa seolah-ola

tu, sampai akhirnya Gibson membuka jend

tempat Mingmei berdiri. Tanpa banyak

ti langkah Zay yang membawanya menuju mobil Gibson. Mingmei sanga

pun mengikuti dari belakang. Mereka duduk di kursi belakang, sementa

mereka lewat kaca spion, mendengu

r," katanya den

aksud Gibson, segera menyuruh

ri perasaan gugup yang merayapi hatinya. Jantungnya berdebar kencang, terutama saat dia melihat wajah Gibson dari arah samping. Pria itu

ecanggungan di antara mereka. Tanpa sepatah kata pun, dia menyalakan mesin mobil dan mulai mengemudi. Mobil mela

ernah bertemu. Zay pernah membawa Mingmei ke kediaman Fransisco, bahkan mereka sempat bertabrakan di lorong. Mingmei datang ke

uah villa mewah yang terletak di pinggiran kota. Vill

mengucapkan apa-apa. Zay dan Mingmei mengikuti dari belakang, mer

menyambut mereka, dengan perabotan elegan dan pencahayaan

ana, masih dengan kacamata hitamnya untuk beberapa saat

g ketika Gibson mulai berbica

bih dari itu," lanjut Gibson. "Tapi, aku ingin tahu

cara Gibson berbicara. Namun, dia berusaha te

u seperti pisau yang menusuk langsung ke hatinya. Dia tahu bahwa ini bukan lagi soal uang, tapi soal

yang kamu minta," kata Mingmei akhi

, menunjukkan sedikit seny

an apa saja atas perintahku. Aku akan mengatur se

lagi. Dia tahu bahwa keputusannya ini akan membawa konsek

beri isyarat bahwa perte

ibson tanpa melihat ke arah pemuda itu.

pilihan. Dia berdiri, menatap Mingmei dengan cemas, lalu berbisik, "Kau tidak perl

ampir jatuh. Setelah Zay pergi, Mingmei merasa semakin ter

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY