img BONEKA PEMUAS CEO  /  Bab 3 Ciuman Yang Lembut | 60.00%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 Ciuman Yang Lembut

Jumlah Kata:1007    |    Dirilis Pada: 01/09/2026

rani menatap langsung ke arah Gibson, pria yang kini berada di hadapannya dengan tatapan tajam yang seolah me

a gadis di depannya. "Kau tahu apa yang paling tidak

hanya memberanikan diri menatap mata

rkata 'akan melakukan apa pun yang diminta'. Mereka rela menjatuhkan harga dirinya, bahkan m

mpul di dalam dirinya serta rasa sakit di hatinya. "Aku tidak punya p

alu ada pilihan. Kau hanya terlalu malas untuk mencarinya," lanjutnya berkata. "Dan sekarang kau datang padaku, berharap aku akan membayar semua hut

keras untuk menahannya. "Aku melakukan ini bukan karena aku ingin, tapi karena aku harus menyelesaika

engan cara merendahkan diri? Orang tua macam apa yang akan menginginkan hal s

n pertahanan terakhir Mingmei. Air mata yang sej

emenuhi keinginan mereka, untuk lulus dan melanjutkan pendidikan. Aku rela melakukan apa saja demi itu, termasu

risak sambil berdiri. Namun, ekspresinya tetap dat

imu kesempatan terakhir sebelum benar-benar

rasa sakit dan kehilangan, Tuan? Kau memiliki segalanya-uang, kekuasaan, semua yang bisa membuat hidupmu mudah. Tapi a

Dia terus menatap Mingmei deng

iki pilihan. Jangan biarkan otak bodohmu yang bicara, tapi gunakan k

n perkataan Gibson. Dia merasa beg

sembarangan," katanya dengan nada putus asa. "Aku akan men

jaminan

ab dengan yakin. "Ya, dengan tubuhku!" ucap Mingmei dengan keras penuh emosi, seakan

perkataan Gibson. "Bitch!

pi wajahnya dengan kedua tangan. Hatinya terasa sesa

erteriak seperti itu padamu, Tuan. Aku tidak be

ya, begitu dekat. Dia tak tahu kapan pria itu mendekat, kini Gibson di hadapannya, menatapnya dengan ekspre

ya seolah-olah seluruh dunia berhenti berpu

as. Dia tidak meminta maaf, tidak juga mengatakan apa pun yang bisa dianggap sebagai penghiburan. Hanya sebuah tat

ir mata. Ada sesuatu yang menarik seperti magnet, membuatnya tetap bertahan mena

gan tangan yang kuat namun lembut, mengha

engucapkan sepatah kata pun. Dia hanya terus menatapnya

t menggoda. Detik berikutnya, tanpa memberi Mingmei kesempatan untuk bereaksi, Gibson mendekatkan wajahnya dan mencium bibirnya dengan lembut. Ciuman itu begitu cepat dan tiba-t

embuat Mingmei tidak bisa menghindar dari ciuman yang terasa lembut dan manis. Hatinya cukup tertarik untuk membalas ciuman Gibson, bibir mereka se

ra Gibson terdengar serak, seolah dia pun tak mengerti mengapa dia melakukan itu. Namun, dia tidak me

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY