rti mimpi, sesuatu yang tak pernah dia bayangkan akan terjadi. Dia bahkan t
ang ringan, seolah dia tidak lebih berat dari seekor kucing. Mingmei yang mas
lam kamar, melewati koridor panjang vila yang sunyi. Hanya suara langkah kaki Gibs
andangi ombak yang bergulung tenang di kejauhan. Di sampingnya, Pak Aceng, seorang pria paruh baya
kan bahwa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. "Ada apa, Zay? Kau t
sa tak berguna, Pak. Wanita yang kusukai selama ini harus mengorbankan dirinya
ta-kata Zay. "Kau berbicara tentang ga
Itulah kenapa aku selalu baik padanya, selalu berusaha untuknya. Tapi pada akhirnya, aku tak bisa berbuat apa-apa. Aku t
saikan masalah. Tapi bukan berarti kau tidak berarti. Setiap orang punya cara sendiri untuk menunjuk
nyelamatkan Mingmei dari semua ini. Aku seharusnya b
an yang berharga. Kau mungkin merasa tak mampu melindungi gadismu itu sekarang, tapi itu bukan berarti kau harus menyerah. Ji
edikit lebih lega. "Aku harap kau benar, P
lalu datang jika kau sabar. Teruslah berusaha, dan jangan biarkan rasa putus asa meng
a Pak Aceng. Meskipun hatinya masih terasa berat, dia
*
r yang empuk. Dia menatap gadis itu sejenak sebelum akhirnya beranjak mundur, s
dela kamar, memandang ke luar de
g, ketampanan Gibson membuat Mingmei sa
lalu menghinaku dan memberiku dua pilihan. Aku memilih untuk mencari pria lain, tapi kau malah membawaku kemari. Apa yang k
ung menjawab per
an-
u akan menerkammu," kata Gibson
luar dari kamar tersebut. Lagipula, dia tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya diinginkan pria itu darinya. Gibson membawany
tu kamar, tiba-tiba saja Gibson menutu
r
rah pintu. Mingmei merasakan hawa panas tubuh Gibson yang begitu dekat di belakangnya. Hembusan nafasnya begitu terasa di atas ke
ah Mingmei yang terlihat panik. "Kau ingin melarikan di
ng akan melarikan diri? Aku bukan sandera, dan aku bukan pajangan yang dibiarkan begitu saja setidak suka aku membiarkanmu begitu saja?" tanyanya, mendekatkan wajahnya ke arah Mingmei. "Kau ingi
"Tuan Gibson, kau tidak boleh menyentuhku sembarangan! Kau bahkan belum membayar D
muncul di bibirnya. "Kau berbicara ten
elum sepakat soal apa pun, jadi aku
k, semakin mendekat hingga waj
ei, suaranya sedikit tegas meski tubuhnya gta yang rela merendahkan dirinya sendiri demi uang terkadang memang pantas untu
i menatap Gibson dengan mata yang berapi-api. Rasa marah yang sudah di pendam kini memuncak, tak lagi bisa di tahan. "Tuan Gibson, sebenarnya kau ingin aku bekerja untukmu at
posisinya yang menekan pintu. Tubuhnya yang tinggi dan te
ah, seolah mengejek. "Aku tidak p
ku?" Mingmei mendongak menatapnya, matany
aku ini tak lebih dari sekadar boneka mainanmu. K
lah menerimamu bekerja. Aku akan membayar semua

GOOGLE PLAY