img ADA DARAH DI DALAM AIR  /  Bab 2 2.Psikopatnya disini kah | 4.88%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 2 2.Psikopatnya disini kah

Jumlah Kata:1231    |    Dirilis Pada: 27/10/2021

ri melihat berita di televisi ya

i dengan kepalanya yang tak ada.Tapi polisi menemukan kartu KT

,gue kan jadi takut sendiri,"uc

memiliki pangkat Ketua,Wakil ketua, Sekertaris,dan juga b

gue ajak main Remi."Anggara Sang Ketos langsung memukul mulu

gara mendapat kekehan kecil dari ketig

levelnya bukan main...mungkin Lo udah terbirit-birit,"sahut Tasya

itu penakut plus pengecut,"tekan

Lo bisa lolos dari beberapa hantaman sayang dari Mas Toni."Tasya menirukan ucapan Toni den

ggak ada sih?di kemanain ya?"tanya Safira m

korbannya itu diapain sih?di buat

gi itu kepala yang udah mati pasti busuk kan?"kat

emani biar pembunuh itu nggak jadiin kita salah satu target nya,"ujar Tasya yang ada ben

,kalau perlu ke luar negeri seka

ri mereka yang mengucapkan kata,entahlah mung

k,"ujar Toni memecah kehening

a?"sahut

sekolah aja,"jawab Tasya.Safira menyenggol lengan Angga

,"kata Anggara

ya Pak Yanto.Katanya di sana sangat enak dan murah, keba

*

ku di seragam sekolahnya.Sedangkan kasir suda

ta cantik yang menjaga ka

afira menyodorkan kartu kredit,mem

belanjaan Safira yang kalau

tersenyum ramah melambai kearah Safira yang k

tri setelah berhasil berseja

makanannya?emangnya kuat makan segitu bany

jurnya makananya adalah untuk para k

pamit Safira mendapa

bil paksa oleh seseorang.Mereka adalah Ega,Nabila

i ginian doang,"ketu

kelaparan?"kesal Nabila

n uangnya untung kak Safira datang,"jela

ncomot makanan yang sudah dibeli oleh

n makanan itu.Tapi apakah diberi jika dia memintanya.Perutnya juga tak d

sedari tadi curi-cu

ngangguk

roti yang hargany

sirnya memberikan r

itri berlalu pergi bersa

*

Safira berjalan menuju ke ruang kumpul khusu

gah berjongkok membelakanginya lebih tepa

dang melakukan ses

apa yang dilakukan remaja itu

g namakan Dafa itu sedikit terkejut,tapi detik

engetahui hal yang dilakukan

tuh burung?"tan

urung nggak bisa terb

nuh tuh burung nya,kan k

gan mati aja kan,"jawab enteng Dafa kembali menggeprek burungnya dengan batu

agi yang justru membuat Dafa be

fa hendak pergi yang lan

fira menunjuk kearah burung yang sudah tak bernyawa itu."Bagaimana kal

kali,pria itu justru pergi tan

an oleh Dafa,bahkan menoleh pun tid

ia tua yang sudah sejak lama bekerja menjadi tukang b

urung itu."Itu burungnya sudah m

enak jidat,terus nggak mau ngubur lagi,"jelas S

fira pergi aja dari pada jam istirahat nya habis d

Safira bantuin dulu?"P

sudah pastinya menjadi pekerjaan pak Bejo,"jawab Pak

a Pak,"pamitnya berl

gen hidup"Pak Bejo menggeleng-gelengkan kepalanya,tak

J O

i begitu melihat Safira yang t

atur nafasn

bari mendudukkan bokong pada kursi yan

deh,cepat ceritain,"ucap Toni sambil menga

p datar kearah Safira,kenapa sangat senang membuat o

sin dengan nalar manusia,"kata Safira membesar-besarkan cerita

kan,"ucap Safira membuat

disini kah?

belum ngerasain nikmatnya belaian lembut seorang wanita,gue juga belum

jemput Toni,

a patah,kepalanya ancur sudah,"ucap Safira semaki

n karena nggak bisa terbang sampai di bunuh oleh anak siswa

urung?"tanya Toni mendapat

tak merasa berdosa mem

pak.Sedangkan sang empu yang memil

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY