Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 6 Hukuman

Jumlah Kata:1364    |    Dirilis Pada: 03/12/2021

inggi, anting-anting yang dikenakannya berkilauan di bawah cahaya. Namun, sebagian besar cairan transp

menghadiri pesta juga tidak bisa mengalihkan pandangan mer

Wijaya menikahinya. Dia

ruangan. Dia masih bisa berdiri dengan tegak. Maria kemudian mengguncang botol kosong

ka menjadi kesal, "Maria, apa kamu sudah gila?

h, masa sih aku melakukannya? Aku memang konyol! Aku minta maaf! Tuan Wijaya, bisakah kamu..." Maria menghentikan perkataa

enatapnya menjadi semaki

bersikap manja. Kemudian Maria pun membuka botol kedua. Maria berdiri sambil mengambil nafas dalam-

yang dia rasakan. James mencemooh Maria, dia tidak menunjukkan rasa sakit hati. Paling tidak itu menunjukan bahwa James masih

ukkan kepalanya. Ahhh! James lebih m

ketiga di bawah tatapan semu

permisi. Aku harus pergi ke kamar kecil." Maria terus melangkah dengan cepat, tapi te

udah tidak dapat berjalan dengan baik, mengambil waktu sejenak untuk foku

gsung dipaksa untuk minum tiga botol minuman keras. Meskipun Maria be

nya. Maria mencoba memuntahkan semuanya. Banyak sekali! Maria terlihat sangat berantakan ketika meninggalkan toilet itu. Masih ada air mata di wajah

James dan Alina telah pergi dan semua orang berjalan keluar. Setelah menonto

ella mengejeknya saat dia berjalan masuk, "Kamu benar-benar sudah kelewat batas ya. Dan kamu punya nyali unt

anya meninggal karena dirinya sendiri. Tidak mungkin

t dingin bermunculan di dahinya. Dia tidak akan membiarkan Stella pergi jika saja dia tidak hampir pingsan karena perutnya yang sakit. Pelacur tu

agai jawaban, maka Stella menganggap dirinya menang. Dia kemudian merapi

ia segera merosot dan meluncur ke

i telah ditendang dan

ayangnya, Maria tidak bisa menahan dirinya untuk tidak muntah di sana.

nya. Ada seseorang yang membuka pintu ruangan itu sebelum Maria sempat meneka

ia dan darah yang ada di lantai, tetapi

ihat mengenaskan. Tanpa berkata apapun, dia men

ng. Maria mengerang kesakitan.

kedua. Rasa sakit di perutnya membuatnya amat pusing

a tidak berharap akan menemukan Maria yang tampak menyedihkan. Sesudah mengambil keuntungan da

lemah bahkan tidak bisa mengangkat tangannya. Maria tersenyum dan menyapa deng

angat tegang. Akhirnya dia bisa me

endongnya. Norman harus membawany

ng berada dalam pelukannya. Keduanya baru akan naik ke mobil saat mereka mend

Mereka berdua memperhatikan seo

ingat. Maria tampak mengenaskan. James tidak menghiraukan mereka, namun Alina menatap

ampingnya itu sambil menjawab, "Aku tidak tahu.

suki Bentley-nya set

pada James, "Menurutku Norman sangat peduli pada Maria. Aku ini

m hitam tanpa menjaw

mes itu. Bagaimanapun juga, James ad

rti itu dengan semua orang.

aginya, di

Pria itu mengenakan kaus putih bermotif karakter kartun jingga, cela

u dia mengeluarkan serangkaian suitan dan s

rdiri dan menyapanya, "Sel

an, bagaiman

ngkat dagunya ke arah mereka. Kemudian dia ber

uan Setiawan. Tuan Wijaya

h cepat dan membuka pintu kantor CEO

ngetuk. Salah satu dari orang-orang itu adalah Ethan. Dia bukan hanya teman dekat J

h energi itu saat mendengar suara pintu dibuka, "Ethan, kamu menghabiskan sepulu

ik sekali. Aku harus berhenti dan berbicara sebentar dengan para wanita cantik itu. D

an yang tersenyum. Dia hanya melambaikan sepasang

img

Konten

img
  /  5
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY