anya tahu, perjalanan ke depan tidak akan semulus kain sutra yang Mentari jahit. Ada jurang perbedaan status sosial yang harus diseberangi,
senyum dan air mata bahagia. "Ibu sudah menduganya, Nak. Mentari memang yang terbaik untukmu," ujarnya, memelu
dari hangat. Saat Arjuna mengumumkan hubungannya dengan Mentari dalam
gadis panti asuhan itu?" Bima tak
uga terlihat terkejut. "Kakak y
n urusan kalian. Ini hidupku. Dan ya, aku yak
uarga kita? Dirgantara Group? Kita ini
ahagiaan. Dan Mentari memberiku kebahagiaan sejati," jawab Arjuna tegas. "Kalian bisa mene
Kirana, terutama, merasa tercabik-cabik. Bagaimana bisa Arjuna, pria yang dulu ia tinggalkan karena "cacat", kini menemukan kebahagiaan dengan
sedap, dan pertanyaan-pertanyaan menusuk seringkali ia terima dari staf rumah, bahkan dari beberapa kerabat jau
erbisik-bisik tentangnya. "Lihatlah dia, gayanya biasa saja. Tidak pantas bersan
ia mencoba tegar. Ia teringat kata-kata Arjun
a direktur yang loyal, mulai melihat ketulusan Mentari. Mereka melihat bagaimana Mentari merawat Arjuna dengan sabar, baga
isten pribadi Arjuna, suatu hari. "Mereka hanya
tulus. "Terima k
gembira yang semakin memicu semangat Arjuna. "Pak Arjuna, Anda bisa m
an apapun. Dengan bimbingan Pak Hadi, dan dukungan tak henti dari Mentari yang berdiri di sampingnya, Arjuna mencoba. Langkah pertama terasa canggung,
Arjuna erat. "Kamu hebat
Ia membalas pelukan Mentari, matanya berka
, meskipun masih membutuhkan waktu untuk bisa berjalan cepat atau berlari. Ia bahkan mulai berani m
, yang merasa gagal merebut posisi CEO dan kini melihat kakaknya bahagia dengan wanita yang ia sebut 'gadis panti asuhan', semakin laru
na dalam keadaan mabuk. Ia menggedor p
Kau mengambil segalany
Mentari di ruang keluarga, segera menghampi
ku! Dan sekarang kau berlagak pahlawan dengan gadiengan tenang, tidak te
ut apapun darimu. Kau yang terlalu serakah!" balas Arjun
a melayangkan pukulan ke arah Arjuna. Namun, Arjuna,
dengar keributan itu. "Bima, hentikan
i rumah. Arjuna menatap adiknya yang kini dipenuhi rasa benci dan iri
tari menghampiri Arjuna
ik saja. Aku hanya... sedih mel
usah, Pak," Mentari menghela napas. "Tapi jangan
reaksi. Anak-anak panti sangat bahagia untuk "Kak Mentari" mereka, dan mereka sering bertanya kapan m
panti dan juga beberapa orang tua asuh yang sering berkunjung, me
ia tidak ingat dari mana asalny
juna tulus, bukan karena harta. Ia tetaplah Mentari yang sederhana, yang suka menjahit, dan yang menyayangi anak-anak p
kanan, semakin kagum padanya. Ia tahu, Mentari bukanl
Mentari terbiasa dengan lingkungannya, dan ia ingin memperkenalkan Mentari kepada orang-orang terdekatnya. Pada acara-acara ini
dengan caranya sendiri yang blak-blakan, ia berhasil mencairkan suasana. Ia tidak berpura-pura menjadi orang lain, ia hanya menjadi dirinya send
m, setelah mereka pulang dari sebuah acara mak
a nyampur sama siapa saja. Tapi kamu juga hebat. Sudah b
ntari yang membuatnya merasa sangat dihargai. Ia
kembali berolahraga, berenang, dan bahkan berencana untuk kembali bermain tenis, olahraga favoritnya. Proses rehabilitasi y
adalah sepasang kekasih yang saling mencintai, saling mendukung, dan saling melengkapi. Arjuna menemukan ket
Mentari ke sebuah toko perhi
sini, Pak?" tanya
senyum. "Ada yan
cin berlian yang sederhana namun elegan.
belakang," kata Arjuna, berlutut di hadapan Mentari. "Kamu adalah wanita yang palin
dupnya. Ia melihat ketulusan di mata Arjuna, dan ia tahu, semua rintangan yang mungkin ak
eru Mentari, tak kuasa me
nis Mentari, bagaikan simbol dari janji suci mereka. Momen itu adalah puncak kebaha
bak baru dalam hidup mereka: menyelesaikan masalah dengan Bima dan Indra. Ia harus mencoba memperbaiki reta
hnya sembuh. Namun, dengan Mentari di sisinya, ia yakin, ia bisa menghadapi apapun. Mereka telah melewati badai bersama, dan kini, mereka siap mela

GOOGLE PLAY