img Harga Diri Seorang Wanita  /  Bab 3 Penghargaan | 4.29%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 Penghargaan

Jumlah Kata:1219    |    Dirilis Pada: 01/12/2021

arkan beberapa dokter langsung turun t

h tubuh! Termasuk, tes keh

Kim. Pihak lain yang mendengar perintah itu langsung berla

sel dan mulai memeriksa surel, dengan seulas senyum di wajahnya. Se

aung. Ya, ini menyalahi aturan, tetapi untuk kali pertama Tuan Lucas Kim melakukannya. Setelah mendapatkan panggilan dari rumah sakit, yang

bil mewah itu melesat begitu kencang, sebab itulah perintah Tuan Be

ke rumah

adar, tetapi warna waja

Tuan Mu

iri Leonel yang duduk, sambil

tanpa mengalihkan tatap

nemia pasca kehamilannya,"

enatap ke arah Jenna yang ter

ngan?" tany

i akan melakukan pemeriksaan ultrasound, guna mema

dan menunduk, menatap dokter paru

layanan kesehatan terbaik milik ru

k, Tua

ntuk mengabarkan soal pemin

ranjang. Menatap sekretaris bodohnya itu.

indahkan pasien ke salah satu kamar raw

, memastikan Jenna dip

ga terbuka lebar dan Tuan Besar Kim yang du

AK

genggaman Tuan Besar Kim, dihantam kuat k

duk dan buru-buru mening

ahun, mendorong kursi roda semakin mendekati Leonel

terkejut saat menatap wanita pucat

kamu hamili!" raung Tuan Besar Kim marah besar. Lima tahun Jenna Ren menjadi sek

ahu wanita itu adalah pekerja keras. Wanita itu menekan

enyangka!" seru L

AK

n ke lantai dengan penuh e

urinya dan hanya itu alasan

dan memberikan cucu! Saat ini aku memberikan cucu

ung Tuan

ikahinya," uj

Tuan Besar Kim sambil ber

iku, bahkan mungkin melebihi diriku sendiri. Yang penting, Jenna akan mem

KK

g di lengan kokoh Leo dan membuat putra

g terpenting, kamu juga harus memahami dan mencintainya!"

ong kursi roda dan mereka me

taman tongkat, ayahnya itu. Kembali men

mencintai Jenna? Tidak, hanya sedikit menyukainya. Apalagi, wanita itu hanya bercinta dengan dirinya seorang, jadi itu patut dihargai. Lagi

*

oma yang memenuhi indera penciumannya,

a seorang perawat yang s

Jenna pulih sepenuhnya, saat melihat ruangan kamar yang begitu mewah. Hal

pa, bisakah aku pulang sekar

kehamilan, setelah beberapa macam vitamin dicampurkan ke dalam cairan infus, harusnya t

an berkata, "Tolong lepaskan jarum

tidak berencana membiarkan Leonel Kim tahu. Se

nggu wali Anda tiba lebih dahulu," jelas sang perawa

knya saja. Masalahnya sang nenek yang bisu dan tuli, berada di panti jompo termahal di

g perawat sambil tersenyum lebar,

t dan takut, saat melihat

uan.

diri di sisi ranjang menatap Jenna de

nya mengangguk untuk me

g bahwa kamu hamil?"

tutup, tetapi tidak ada kat

ugurkannya!" ujar Jenna dan tanpa

ha

l dan menatap geli

leh terjadi! Karena, kita

ata yang tergeletak di meja sisi ranjang itu. Kemudian, mengenakannya, menatap

nna bertanya, "Ap

hat seperti se

i, men

gap ini sebagai penghargaan, ata

uk hatinya, Jenna berharap pria itu menyatakan cinta atau sesuatu seperti itu. Namun, itu tida

ta temui orang tuamu. Malam ini, istirahatlah!"

lum yakin apakah ini kenya

gan para sahabatnya dan menghabiskan

img

Konten

Bab 1 Hamil Bab 2 Sekretaris Hantu Bab 3 Penghargaan Bab 4 Menuju Gerbang Neraka Bab 5 Apakah Kamu Keberatan Bab 6 Suaminya
Bab 7 Tidak Tahu Harus Bereaksi Seperti Apa
Bab 8 Ingat Alasan Kita Menikah
Bab 9 Mengunjungi Nenek
Bab 10 Arti Dari Kata Sopan Santun
Bab 11 Menjenguk Tuan Besar Kim
Bab 12 Status Sosial yang Berbeda Jauh
Bab 13 Hanya Tanggung Jawab
Bab 14 Bukan Panti Sosial
Bab 15 Perlakuan Buruk
Bab 16 Gunakan Otakmu!
Bab 17 Tidak Lagi Merasa Cemburu
Bab 18 Masalah Langsung Menghampiri
Bab 19 Belajar Untuk Tidak Peduli
Bab 20 Penyesalan
Bab 21 Bersedia Menderita
Bab 22 Sandiwara
Bab 23 Yang Seharusnya Dilakukan Oleh Keluarga
Bab 24 Tidak Bahagia
Bab 25 Mereka Tidak Akan Peduli
Bab 26 Sungguh Malang
Bab 27 Kalian Salah
Bab 28 Separuh Jiwa Turut Terhempas
Bab 29 Menyusul Putranya
Bab 30 Di Ujung Keputusasaan
Bab 31 Beri Aku Kekuasaan
Bab 32 Aku Ingin Hidup
Bab 33 Harus Peduli
Bab 34 Separuh Jiwa Tertinggal
Bab 35 Duka Cita
Bab 36 Syarat
Bab 37 Tuan Rumah
Bab 38 Kita Adalah Suami Istri
Bab 39 Kehidupan Pernikahan
Bab 40 Menggunakan Kesempatan Sebaik-baiknya
Bab 41 Apakah Rasanya Masih Sama
Bab 42 Muak
Bab 43 Amat Sangat Terlambat
Bab 44 Tidak Berlebihan
Bab 45 Aku Tidak Beruntung
Bab 46 Tidak Merasa Curiga
Bab 47 Kebetulan
Bab 48 Pilih
Bab 49 Bertindak Lebih Bijaksana
Bab 50 Hari H
Bab 51 Tersulut
Bab 52 Mengharapkan Kematian
Bab 53 Rasa Bersalah
Bab 54 Kembali Terpuruk
Bab 55 Tidak Lagi Ada Harapan
Bab 56 Dia Gila
Bab 57 Buta Adalah Bayaran
Bab 58 Tidak Bisa, Bukan Tidak Mau
Bab 59 Ini Gila!
Bab 60 Hanya Mereka Berdua
Bab 61 Mencoba Untuk Memperbaiki
Bab 62 Bukan Salahmu
Bab 63 Keajaiban
Bab 64 Bodoh
Bab 65 Bukankah Itu Sempurna
Bab 66 Berlutut
Bab 67 Hal Buruk
Bab 68 Sekali Ini Saja
Bab 69 Cukup Sampai Di Sini
Bab 70 END
img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY