hingga malam. Baskara mengajak Citra pergi pagi-pagi sekali setiap hari dan pulang larut malam, bah
belum jadwal keberangkatannya. Hari i
gkah masuk ke dalam ruang privat, beberapa tema
pkan selamat tinggal pada masa kanak-kanak dan nik
elamkan kesedihan, dan dia ingin bersantai. Minuman ini adalah b
i udara segar. Saat melewati sebuah ruang privat yang pintunya terbuka, dia tak sengaja melih
nya untuk memalingkan pandangan, tetapi perca
ngan Citra. Bagaimana dengan adikmu, Jelita
karang. Dia bukan la
membuatnya sedikit lebih sadar. Dia berdiri di dekat pint
u lama, dia bergumam pada dirinya sendi
aham. Mulai sekarang, duniaku juga
ia pergi ke toilet dan membasuh wajahnya dengan air dingin. Saat keluar, dia berp
ata merek
a, tetapi suara Citra terdengar
tuhkan diri ke dalam pelukannya. "Aku minum te
a terdengar begitu memanjakan. "Ka
kannya dengan gaya membopong dan berjalan pergi,
Jelita terpaku di tempa
" Temannya, Nabila, bertanya,
an senyum tipis. "Hanya kelili
ternyata sudah punya pacar sekarang. Dulu kami semua mengira dia tidak akan pernah b
dalam hatinya. "Dia dan aku sama-sama memiliki kehidupan
dulu kami semua mengira dia adalah pacarmu. Kalian berdua
Namun sekarang dia merasa bahwa ikatan antarmanusia hanyalah takdir. Dulu dia dan Bas
man-temannya dan melangkah keluar dari bar. Dia melihat Baskara dan C
ada di luar lewat tengah malam. Kamu semakin ti
embuatnya ter
kamu yang melindunginya sekarang, dan nanti dia akan puny
ggandeng tangan Baskara dan melangkah kelua
unduk ke tanah. Hanya ketika mereka melangkah ke lua
elakang. Payung besar itu dimiringkan ke kanan, melindungi Citra sepenuhnya
-tiba teringat bagaimana Baskara dulu memegang payun
ulu sering berkata. "Mawar tidak boleh ba
hujan yang miring jatuh ke gaun putih
an perlahan melangkah ke
gin menjadi bunga matahariku sendiri. Selalu

GOOGLE PLAY