Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 4

Jumlah Kata:668    |    Dirilis Pada: Hari ini17:43

Sera

menjadi warna merah mud

u meresap hingga ke sumsum tulangku, mematirasakan rasa

nya dan membungkus bahu

embenamkan wajahnya ke dada kokoh Dante. "Dia bilang

ralih. Dia menatap

beratku, yang kini basah kuyup kemasukan air, bertindak sep

ntutnya. Suaranya s

k?" tanyaku. Gigiku bergemeletuk begitu

erut mencibir. "Mencoba melukai saudarimu? S

k dari tenggorokanku. "Mereka memanfaatkanku unt

ahangnya

ri air," p

terpeleset di ata

k. Dia hanya memperhatikanku meronta-ronta sepe

tepian batu kapur air mancur itu. Aku ambruk ke atas

i keluar, diapit s

t, bergegas melewatiku un

erekah di gaun rumah sakitku. Namun yang lebih penti

endekatiku dan

ekuatan yang jauh lebih besar

belakang. Rasa logam t

aungnya, wajahnya memerah padam karena am

" bisikku melalui

bella dari balik perli

," kat

ingan seperti sebilah pisau. Dia melangkah ma

Dante, matanya hampa tanpa rasa k

ngsung memahami kode

pend

ahan. Ruangan itu dipertahankan pada suhu tiga p

k akhirnya menembus rasa syo

kan hal itu sebelum men

a para pengawal dengan se

sar mengangkatku den

melalui bahuku yang patah, menyilauk

nya membelakangiku, berfokus sepenuhnya untu

lewati labirin loron

emakin berat,

yang berat. Bau bahan kimia fo

terbaring membisu di r

ingai pengawal itu mencemooh

dengan dentuman keras y

ela

utlak yang

kuk rapat-rapat untuk mempertahankan

menempel di kulitku

sa merasakan aliran darah yang hangat

kan mataku

pikiranku melayang k

ring di ranjang lipat, matany

aimana dia mengg

bisiknya saat itu, suaran

emeluknya, menempelkan tubuhku ke tubuhnya, membisikkan ceri

mbutku. *"Kaulah satu-satunya

m kegelapan peka

mata membe

alah,

ak hang

sama dingin

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY