img Senyum Itu Luka  /  Bab 4 Terusir | 3.45%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 4 Terusir

Jumlah Kata:1023    |    Dirilis Pada: 14/06/2022

la. Membuat perempuan itu tersungkur ke

g dibaringkan suaminya sebelum Kam

anakmu, Mas!"

terus saja memukuli punggung Kamila

u bukan hanya menyakiti badannya

amilin Lo?" t

rsentak. Dari

ing. Saat ini lelaki itu dalam keadaan sadar. Ia memegang kedua pipi Kamil

Takut. Terlebih mata siluman sa

gue!" tekan P

Belum lagi jeritan sang Ibu yang men

dari ayahmu, Nak!" teriak Bu Lest

ika mendengar dari salah satu warga yang bekerja di puskesmas bahwa anaknya pings

u, Yah. Nggak bai

k usah sok nasihatin gue! Urus diri lo sendiri!" Dengan

apa yang hamilin l

. Ia semaki

kepala Kamila dibenturkan ke tembok. "Gue didik

n, Yah. Ampun!" Gadis itu mul

saan itu terus berlanjut, sa

r sekali meneruskan. Air matanya mengalir teriangat janji manis

mila kencang, hingga kepala gadis itu mendong

rencana lain untuk anak gadisnya ini harus menel

mau nyerahin kehormatan, seenggknya cari orang yang m

ir. Sulit memahami j

minyak. Sial!" Pak Angga semakin

n. Dengan nada terbata-bata menceritakan tenta

peduli di dalam perutnya ada seorang janin. Jika bisa, sekali

Ia berusaha memanggil Kamila. Dengan cepat Kami

ua tangan ibunya. Menangis

uara Bu Lesti

mila, Bu. Ma

, Nak. K

sambil menendang barang yang ada di sekitarn

ang Ibu. Berniat membawanya ke rumah sakit k

ngan,

n mengangkat badan ib

i penutup yang didengar telinga Kamila, la

"Ibu, bangun, Bu! Maaafin, Kamila, Bu! Ibu!" Tangannya menggoyang-go

wanita yang telah berjuang dan mempertaruhkan nyawa. "Ibu, jan

*

ila pun sudah tersebar. Warga meminta Kamila pergi dari tempat tinggalnya.

di depan rumah Kamila

perempuan

dia jadi contoh yang ng

ir Kamila

u, Bapak-bapak

a sabar, Pak RT. Dia udah mencoreng nama baik lingkungan ini.

k. Keluarga Kamila sedan

an batik itu ikut andil. "Dia bisa pengaruh buruk d

Tak lupa sebuah tas berisi pakaian Kamila dilemparnya keluar juga. "Lo

tapi nasibnya yang terus me

bangun. Ia kasihan. Sebab, sepengetahuannya.

ah sok belas kasihan.

er,

porin ke

ahulu ayahnya. Bagaimanapun ia adalah anak kandung Pak Angga. "Yah, Kamila pamit. Maaf, karena udah bik

e tanah. "Nggak sudi gue p

telinga mendengar kalimat menyakitkan ters

! Jangan pernah balik ke rum

ing," ujar Pak RT. Lelaki ber

, Yah. Kamila pamit

arah, sedangkan yang lainnya hanya me

i yang entah harus menuju ke mana. Tak ada tempat untuk dituju. Tidak ada rumah unt

img

Konten

img
  /  2
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY